Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena Bertanya pada Son



Bab 99


"Aku ikut kamu!" kata Aleena.


"Ikut ke mana?" tanya Son.


"Ikut ke ayunan yang tadi untuk jumpai teman-temanmu," jawab Aleena.


"Hah?" Son terhenyak.


"Kenapa? Nggak bolehkah aku jumpa dan kenal teman-temanmu?" tanya Aleena dengan nada protes.


"Untuk apa, Aleena?" Son pun semakin heran. Gadis belia ini seperti ingin memaksa masuk dalam kehidupannya.


Lihatlah, mulanya dia tanya nomor WA Son waktu mereka ketemu pertama kali di kafe "Sonflower Shine" malam tadi. Tidak diberikan dia dengan berani merogoh sendiri hp android Son dari saku celana ponggolnya untuk melihat nomor WA Son. Lalu, tadi sewaktu Son kerja kelompok dia tiba-tiba menelepon ke ponsel Son setelah mencari tahu nomor ponsel Son dari tantenya yang bertanya pada papa Son. Kemudian, tiba-tiba juga dia muncul di taman villa Tom Simon dan langsung menerobos sampai ke samping ayunan. Bertanya siapa Shania yang duduk di samping Son. Lalu barusan dia bilang ingin melihat seluruh isi villa dan kamar tidur Son. Sekarang, dia malah ingin berjumpa dan berkenalan dengan teman-teman sekelas Son.


Besok-besok, dia pasti ingin tinggal di rumah Son atau bahkan tidur di kamarnya. Apakah dia juga tertarik untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat siapa Elen dan siapa saja pelayan-pelayan di villa Tom Simon? Lalu berkenalan dengan semua pelayan itu dan bertanya siapa saja anggota keluarga mereka. Berapa anak mereka, apa saja yang anak-anak mereka lakukan. Dan berapa gaji mereka? Dan seterusnya.


Haduuuh... pusing deh Son memikirkan semua kemungkinan itu! Kemungkinan-kemungkinan konyol yang bisa dilakukan Aleena, gadis belia nakal dan selalu ingin tahu urusan orang yang tidak ada hubungan dengannya.


"Iya, karena mereka teman-temanmu, orang-orang yang berhubungan denganmu, jadi aku ingin tahu," jawab Aleena.


Aleena menggeleng. "Tahu-tahu sekadarnya saja, Son. Supaya bisa pintar mengetahui banyak hal. Tapi bukan untuk menggosip juga. Hanya untuk mengambil pengetahuan yang berguna saja dari sana. Dari kehidupan orang lain yang kita kenal atau kawan-kawan kita. Tapi kalau berhubungan denganmu, ya aku ingin tahu bukan karena ingin mengambil pengetahuan dari situ. Tapi karena aku peduli padamu," kata Aleena.


Makjang! Son pun terdiam dibuat Aleena. Gadis belia ini ternyata bijak juga dalam berkata-kata. Suatu hal yang sama sekali tidak disangka Son. Sebelumnya, Son mengira Aleena hanya bisa menangis, menarik tangannya, mengganggunya, mendesaknya, atau merengek untuk meminta Son memenuhi permintaannya. Ternyata, dia pintar juga menjawab pertanyaan Son dengan kata-kata bijak yang mencengangkan.


"Kenapa kamu peduli padaku?" tanya Son.


"Ya, aku peduli saja gitu," jawab Aleena sambil mengangkat bahu. "Ayolah, Son, bawa aku ketemu dan kenalan sama teman-temanmu. Terutama sama cewek cantik yang tadi duduk di sampingmu di ayunan itu. Siapa namanya?" tanya Aleena ingin tahu.


"Siapa? Shania?" Son mengerutkan kening.


"Oh, Shania namanya? Bagus namanya," kata Aleena sambil memasang wajah cemburu.


"Kenapa?" tanya Son. Heran melihat perubahan mimik wajah Aleena yang tiba-tiba.


Aleena menggeleng. "Nggak. Dia cantik ya, Son? Menurutmu?" tanya Aleena penasaran.


Son semakin mengerutkan kening. Dia menatap Aleena dengan mata curiga. Sudah jelas Aleena cantik dan lembut, kenapa Aleena bertanya lagi pada Son? Apa maksudnya?


* * *