
Bab 10
"Baiklah kalau begitu, kamu harus menjaga Son dengan sebaik-baiknya," pesan Kathy pada Jessica.
"Tentu saja, Bu. Itu sudah menjadi kewajibanku," jawab Jessica sambil tersenyum mantab.
"Hmmm... sekarang kita sudah boleh balik ke kamar?" tanya Tom menatap wajah Kathy.
Elen juga menatap Kathy.
Merasa Tom dan Elen menatapnya dengan tatapan yang mendesak, Kathy pun menjawab, "Okey, kita balik ke kamar sekarang, Tom."
Tom pun bernafas lega. Dia segera mendekati Kathy dan menggandeng tangan istrinya itu untuk keluar dari kamar bayi.
"Akhirnya kita bisa istirahat di kamar kita sendiri, Kath," ucap Tom dengan nafas yang benar-benar lega. Dia segera mengempaskan badannya ke atas ranjang ketika mereka sudah di kamar.
Kathy pun tersenyum lega. Walau benaknya masih memikirkan Son kecil yang ditinggalkannya di kamar bayi bersama Jessica namun mau tak mau dia harus menuruti kehendak Tom.
"Kenapa? Kamu ingin balik lagi ke kamar bayi?" selidik Tom memandang Kathy dengan tatapan was was. Dia bisa pingsan kalau Kathy benar-benar mau balik lagi ke kamar Son setelah beberapa menit ditinggalkan.
"Hah? Apa katamu?" tanya Kathy linglung seolah kurang jelas.
"Hmmm...," Tom pun bangkit kembali dari ranjang empuk yang barusan dia rasakan sejenak. Dia duduk di tepinya dengan mata memandang lekat pada istrinya.
"Siapa tahu kamu benar-benar tidak bisa berpisah dengan Son kecil walau sekejap. Hah... yang benar saja, Kath," Tom.mengeluh. "Kita kan baru meninggalkan kamarnya beberapa menit lalu."
"Iya... aku...," Kathy berdiri membalas tatapan Tom dengan ragu.
"Kath...," potong Tom. "Aku mau mandi sekarang. Bisa tolong ambilkan baju kaosku di lemari? Juga celana ponggol karena aku hendak mandi lalu tidur dengan nyenyak di ranjang kita yang empuk," pinta Tom.
"Iya, baiklah," jawab Kathy. Dia tahu Tom sengaja memintanya melakukan hal itu untuk mengalihkan pikirannya atau untuk membuatnya melupakan sejenak Son kecil yang sedang dijaga Jessica.
"Terima kasih, Sayang," Tom pun bangkit dari duduknya di tepi ranjang dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka.
Sementara Tom membersihkan diri di kamar mandi, Kathy berjalan menuju lemari baju dan mengeluarkan satu stel baju kaos dengan celana ponggol yang akan dipakai Tom nanti.
Bukan itu saja, Kathy malah membuat Tom melakukan hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan suster di rumah sakit, seperti: membuatkan susu dan memberi minum bayi, menggendong dan menidurkan bayi, atau mengganti popok dan alas ranjang bayi.
Walau Kathy ikut membantu Tom atau sebaliknya Tom yang membantu Kathy, namun mau tak mau hal-hal yang dilakukan oleh Tom dan Kathy itu cukup melelahkan. Apalagi bagi pasangan yang baru pertama kali memiliki momongan yang belum terbiasa melakukan hal-hal itu.
Sebenarnya bayi mereka bisa ditaruh di ruang khusus bayi yang ada di rumah sakit tempat Kathy melahirkan dan memang biasanya seperti itu. Suster yang akan mengurus segala keperluannya di ruang bayi dan hanya membawanya sesekali menjumpai orangtuanya. Tapi Kathy bersikeras meminta bayinya lebih sering ditaruh di kamarnya atau di kamar pasien.
Karena itulah Tom merasa sangat lelah selama 5 hari berada di rumah sakit. Tom bukan saja harus menjaga Kathy yang masih lemah kondisinya sehabis melahirkan, tapi juga harus sering menjaga Son kecil dan melakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya menguras tenaga dan pikiran.
Sambil menunggu Tom selesai mandi, Kathy pun meletakkan baju kaos dan celana ponggol Tom ke atas ranjang. Lalu dia duduk di tepinya untuk mengaso sebentar. Pikiran Kathy melayang pada Son kecil. Masih tidurkah dia sekarang atau sudah bangun? Lalu kalau sudah bangun apakah Jessica ingat untuk membuat susu untuknya sesuai petunjuknya. Berapa takaran yang pas untuk Son kecil?
Kathy merasa ada yang nyeri di bawah pusarnya. Mungkin karena bagian rahimnya yang dioperasi masih meninggalkan luka. Luka tersebut belum kering dan harus dijaga dengan baik supaya tidak koyak atau susah kering nantinya.
Karena itulah Kathy harus berhati-hati dalam menggerakkan tubuhnya karena ada bekas jahitan operasi yang masih rawan. Dia juga harus menjaga luka jahitan itu dari siraman air kalau tidak mau masuk kuman-kuman dan bakteri-bakteri ke dalamnya. Bisa-bisa lukanya nanti tidak bisa kering kalau terkena air. Untuk itu ada obat tradisional juga yang dia konsumsi. Termasuk makanan bergizi yang akan dimasak oleh pelayan di rumahnya untuk memulihkan dirinya.
Kathy menyibak ujung bawah kemeja yang dikenakannya untuk melihat bekas luka operasinya. Suster di rumah sakit mengingatkannya untuk memakai baju kemeja yang berkancing di depan saja daripada baju kaos karena bisa memudahkannya mengganti baju. Dia tidak harus mengangkat tangannya tinggi-tinggi seperti yang harus dilakukannya bila mengenakan baju kaos.
Kathy duduk-duduk di tepi ranjang sambil melamun dan menunggu Tom selesai mandi. Lima belas menit kemudian Tom keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang dengan handuk lebar melilit di bagian pinggangnya hingga ke lututnya.
Nampak dada Tom yang bidang ditumbuhi bulu-bulu halus dengan sepasang bahu dan lengan yang kekar. Tom habis keramas. Tak heran kalau bulir-bulir air menetes dari rambutnya yang basah ke pelipisnya yang dekat pipi. Wangi sabun mandi cair yang menggoda membuat Kathy memandangnya sekejap.
"Kenapa, Kath? Kamu belum pernah melihat suamimu seperti ini?" gurau Tom sambil mengeringkan rambutnya lalu dia pun mengenakan baju kaos dan celana ponggol yang sudah disiapkan Kathy.
Kathy tersenyum lebar. Dia baru ingat kalau dianya masih istri dari seorang pria, bukan cuma ibu dari seorang anak. Tentu saja, karena selama beberapa hari ini dia seolah melupakan Tom, suaminya sendiri. Di matanya hanya ada Son kecil, malaikat kecilnya yang baru dilahirkannya.
"Giliran sekarang kamu yang mandi, Kath," kata Tom. Bersihkanlah dirimu sebelum kita tidur dengan nyenyak."
"Sudah sore juga, Tom," balas Kathy. "Sebentar lagi malam dan kita harus makan malam. Tak harus tidur lagi."
"Hah...," Tom pun menghela nafas berat. "Setidaknya kita bisa baringan sejenak di ranjang sampai malam tiba atau sebelum kita makan malam."
"Hmmm..., baiklah," kali ini Kathy mengalah karena dia sebenarnya pun sudah lelah. "Aku mandi dulu, Tom," katanya lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka. Kathy segera membersihkan dirinya seperti Tom supaya mereka bisa segera beristirahat.
* * *