
Bab 26
Son melirik mamanya lagi. Kali ini dilihatnya mamanya sudah tertidur di atas tikar yang digelar di dalam pondok.
Kathy tertidur nyenyak layaknya sudah berhari-hari tidak tidur dengan cukup. Dia benar-benar terlelap sampai tidak ingat kalau belum sarapan sedari pagi dan kalau Jessica sedang membelikan makanan untuknya.
Selama 2 minggu ini Kathy membawa Son, Jessica, dan Elen jalan-jalan ke mana saja sampai seharian dan baru pulang ke rumah di saat hari sudah malam. Tentu saja Kathy yang menyetir dan menuntun mereka karena Tom harus bekerja.
Barangkali itu juga yang membuat Kathy kelelahan hingga kurang tidur dan sekarang kurang enak badan.
"Kamu mau bermain-main di sana, Son?" tanya Elen sambil menunjuk tepi laut di mana terlihat deburan ombak bergerak menjauh dan mendekat memecah batu-batu karang di tepinya. Pasir-pasir putih yang mengandung garam ikut tersapu ke sana ke mari saat ombak datang dan pergi.
"Sekarang?" tanya Son.
"Iya, aku bawa kamu ke sana kalau mau," jawab Elen.
"Tapi mama sedang tidur sendirian di sini," Son agak ragu.
"Nggak apa-apa. Tidak akan ada yang mengganggu mamamu. Biarkan mamamu tidur dengan tenang. Kita ke sana saja," ajak Elen.
Son menggigit bibirnya Dia masih ragu. Namun Elen menatapnya dengan mata yang seolah meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja dan Kathy juga tidak perlu dikhawatirkan.
"Hmmm... baiklah, Elen. Kita ke sana," Son setuju bersama Elen menuju tepi pantai di mana terlihat deburan ombak yang terus menerjang.
"Ayo," ajak Elen sambil menggandeng tangan Son yang terjulur.
Son melirik sekali lagi mamanya yang tertidur sebelum melangkah bersama Elen menuju tepi pantai.
Keduanya memakai sandal jepit yang nyaman hingga bebas menapaki pasir-pasir putih di sepanjang jalan yang mereka lalui. Suara deburan ombak terdengar semakin jelas saat langkah mereka semakin dekat. Kini Son dan Elen berdiri di tepi pantai merasakan ombak yang datang menyapu kaki-kaki mereka hingga sebatas betis.
Suasana laut yang demikian luas lapang lepas dan bebas mau tak mau membuat Son dan Elen tertawa. Apalagi suara deburan ombak terdengar nyaring memecah kesunyian di siang hari. Pemandangan laut dan tepi pantai yang demikian indah dan asri, siapapun akan senang berada di sana dan menikmatinya.
Sesaat mereka lupa akan Kathy yang sedang tertidur di pondok dalam kondisi kurang enak badan. Bahkan mereka lupa kalau Kathy belum sempat makan apa-apa sebangun tidur. Lalu Kathy juga dalam keadaan perut kosong dan kurang fit berusaha keras menyetir membawa mereka dari villa hingga ke pantai dalam keadaan selamat. Kathy tidak memikirkan dirinya sendiri demi menyenangkan Son, Jessica, dan Elen.
Sementara Elen dan Son bermain-main di tepi pantai sambil tertawa riang, Kathy tertidur lelap di pondok dalam keadaan meriang.
Elen memperlihatkan pada Son cara membuat kolam kecil di antara hamparan pasir putih. Juga membuat gundukan pasir putih yang tinggi menyerupai menara mainan anak-anak. Lalu Elen mengajak Son berjalan menapaki tepi pantai sambil mengumpulkan kerang di sepanjang jalan yang mereka jalani.
Son dan Elen juga duduk di atas batu karang sambil memandang ombak di kejauhan yang berkali-kali datang menyapu kaki-kaki mereka. Suara mesin kapal yang bergerak di kejauhan dan berlabuh di tepian terdengar indah berbaur dengan suara deburan ombak.
Jessica mengedarkan pandangannya ke sekeliling pondok untuk mencari Son dan Elen namun tidak terlihat. Kemudian dia melihat di kejauhan seperti ada Elen dan Son yang berdiri di sana sambil melihat laut lepas. Iya, itu pasti Son dan Elen, kata Jessica dalam hati.
Nggak apa-apa Elen membawa Son bermain-main di tepi pantai, aku akan membangunkan Bu Kathy dan menyuruhnya memakan nasi berikut lauk yang kubeli ini. Kasihan Bu Kathy, sedari pagi belum sarapan karena nggak selera makan dan terpaksa menyetir 2 jam membawa mereka ke sini.
"Bu, Bu Kathy!" Jessica memanggil-manggil nama majikannya untuk membangunkannya dari tidur. "Bu, Bu Kathy!" panggilnya lagi.
Kathy masih tertidur.
Jessica terpaksa menepuk-nepuk pundaknya untuk membuat Kathy terjaga namun Kathy masih terlelap. Akhirnya dengan menggoyang-goyangkan pundaknya, Kathy baru terbangun.
"Iya... Iya, Jes, ada apa?" tanya Kathy dengan wajah linglung saat dia terjaga.
"Bu Kathy belum sarapan dari tadi. Ini, sudah kubelikan nasi dan seafood di rumah makan yang di ujung itu. Bu Kathy bangun dulu makan sebentar," kata Jessica sambil menunjuk sepiring nasi dengan lauk yang dia taruh di atas tikar di samping Kathy yang berbaring.
"Oh... iya," Kathy bagai tersadar dan bangkit dari baringnya. Dia seolah-olah baru ingat kalau tadi menyuruh Jessica membelikannya makanan dan seyogianya dia sedang duduk menunggu Jessica kembali dengan makanan yang dibelinya, bukan malah tidur dengan lelap.
"Oh, aku ketiduran rupanya," Kathy mengubah posisi baringnya menjadi posisi duduk. Dia mengusap wajahnya dan memegang dahinya untuk merasakan kondisi kepalanya yang tadi agak pusing.
"Kenapa, Bu?" tanya Jessica sambil melihati Kathy yang mrmijit-mijit keningnya.
"Nggak apa-apa, cuma tadi agak pusing," jawab Kathy.
"Oh..., jadi sekarang masih pusing, Bu?" tanya Jessica lagi.
"Nggak, sekarang sudah nggak apa-apa. Tidur sejenak tadi membuat pusing kepalaku hilang," Kathy mencoba tersenyum tipis untuk menepis rasa khawatir Jessica yang nampak dari rona wajahnya.
"Syukurlah. Jadi Bu Kathy merasa baikan sekarang?" tanya Jessica memastikan.
"Iya, Jes," Kathy tersenyum juga walaupun terpaksa. "Ini ya nasiku?" tanyanya sambil menyentuh piring berisi nasi dan lauk yang ada di dekatnya.
"Iya, Bu," Jessica mengangguk.
Kathy segera mengangkat piring itu dan mulai mencicipi nasi bersama lauk yang ada di situ. Dia makan dengan pelan-pelan karena selera makannya yang belum pulih seratus persen. Barangkali hanya pulih 30 persen. Itu pun karena perutnya yang lapar hingga tak bisa kalau tak mengisinya sama sekali. Jadi Kathy berusaha melupakan rasa di lidahnya yang tidak nyaman dengan mencoba memasukkan nasi itu ke dalam kerongkongannya.
Aku harus makan supaya ada tenaga untuk menyetir pulang. Kalau tidak, aku tidak akan sanggup membawa Son, Jessica, dan Elen tiba di rumah dalam keadaan selamat. Setelah makan nasi dan lauk ini, kuharap aku baik-baik saja, pinta hati Kathy .
* * *