Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Son Diserang Kiri Kanan oleh Aleena dan Shania



Bab 143


Mobil yang dikendarai supir om-nya Shania akhirnya sampai di rumah teman-temannya. Mula-mula supir mengantar Joseph sampai ke rumahnya dulu karena rumah Joseph yang duluan sampai dalam jarak tempuh dari mal Podomoro ke rumah Son. Setelah itu baru mengantar Winy dan Cyntia sampai ke rumah mereka.


Sekarang di mobil tinggal Shania, Son, dan Aleena. Tempat duduk di jok belakang sudah agak lapang karena hanya diduduki mereka bertiga.


Shania tidak bersuara. Son juga diam. Sedangkan Aleena yang melihat Son dan Aleena hanya diam merasa gerah. Dia seolah-olah tak sabar lagi untuk mendengar suara Son dan Shania. Nggak apa-apa juga jika itu suara ribut-ribut, suara umpatan Shania yang marah, atau suara Son yang jengkel padanya. Yang penting ada suara. Kalau tidak, Aleena merasa sangat bosan duduk diam saja di dalam mobil seperti sebuah patung.


"Eh, Son!" Aleena pun memulai percakapan lagi. Dia menepuk bahu kiri Son dengan satu tepukan yang cukup keras sehingga mengagetkan Son yang sedang melihat ke depan atau ke jalanan.


Spontan Son menjawab dengan suara kecil tapi kaget, "Ha mik?! (Apa)?!" Dia menoleh ke samping kiri pada Aleena yang menatapnya.


"Kenalkan dulu aku pada cewek yang duduk di sampingmu!" kata Aleena dengan suara keras. Dagunya diangkat sedikit menunjuk Shania.


"Maksudmu?" tanya Son tak mengerti.


"Kenalkan dulu aku dengan cewekmu itu!" kata Aleena sambil melirik Shania.


Spontan Shania melirik ke arah Aleena dengan mata mendelik karena Aeleena menyinggung namanya dan mengatakan dia adalah cewek Son.


Son.yang tahu tabiat Aleena hanya diam saja dipukul lengannya berkali-kali. Dia menahan rasa sakit itu yang bagi Son tak seberapa karena tangan Aleena yang kecil dan imut tidak cukup kuat untuk menyakiti lengan Son yang kekar.


Shania yang melihat apa yang dilakukan Aleena terhadap Son hanya diam saja walau ekspresi wajahnya terlihat kaget. Hatinya berdesir. Dia sama sekali tak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh gadis belia yang hanya lebih muda satu tahun darinya atau 14 tahun tapi tingkah lakunya seperti anak-anak berusia 10 tahun ini?


Setelah puas meninju lengan Son, Aleena segera mendorong bahu Son menjauh darinya. Dia mendorongnya dengan keras dan jengkel seperti tadi saat dia menyepak dedaunan yang jatuh di bawah pohon yang ada di taman villa milik Tom Simon.


Karena Son yang tidak siaga, maka tubuhnya pun ikut terdorong hingga menimpa dada Shania yang kebetulan sedang menghadap ke arah Son dan Aleena.


"Aduuuh...!" spontan Shania menjerit dan menjewer kuping Son karena kesal tubuh Son menimpa dadanya.


"Kurang ajar kamu...!" Shania.mencubit lengan Son dengan sekuat tenaga. Wajahnya tampak memerah karena malu.


Son yang mendapat serangan dari kiri kanan oleh Aleena dan Shania hanya bisa diam saja menerima hukuman dari keduanya. Dia seolah-olah pasrah menjadi bulan-bulanan dan sasaran kemarahan kedua gadis itu. Padahal entah di mana salahnya Son sendiri nggak tahu. Dia sampai tak bisa berpikir dengan jernih gara-gara Shania dan Aleena yang terus menyudutkannya.


* * *