Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena Berhasil Melepaskan Diri dari Pegangan Winy dan Cyntia



Bab 123


"Duduk kamu di sini!" kata Cyntia sambil berusaha mendudukkan Aleena yang tengah memberontak karena kedua tangannya ditahan oleh Winy dan Cyntia.


"Iya, duduk kamu di sini!" Winy juga berusaha mendudukkan Aleena ke tempat duduk keramik yang mengkilap yang mereka duduki tadi.


"Untuk apa aku duduk?! Aku tidak mau!" kata Aleena sambil berusaha melawan Winy dan Cyntia yang menggenggam erat kedua tangannya dan memaksanya duduk.


"Pokoknya duduk!" kata Winy geram


"Iya, duduk! Duduk di sini kamu!" Cyntia turut membentak Aleena yang terus menolak untuk duduk.


"Aku tidak mau! Tidak mau!" jerit Aleena. "Lepaskan tanganku! Aku mau mengejar Son! Kalau kalian tidak melelaskan tanganku, aku akan berteriak keras-keras supaya satpam mal ini datang dan menangkap kalian berdua!" ancam Aleena.


"Teriak saja kalau berani!" tantang Winy.


"Kaupikir aku tak berani?" Aleena bersiap-siap membuka mulutnya untuk berteriak memanggil satpam yang ada di mal tapi Cyntia segera membekap mulutnya.


Karena kaget melihat Aleena yang bersiap-siap berteriak, Cyntia sampai lupa menahan tangan Aleena lagi. Dia secara refleks memindahkan tangannya dari tangan Aleena ke mulut Aleena yang hendak berteriak. Cyntia membekap mulut Aleena supaya dia tidak bisa bersuara.


"Eit... eit... eit... bmmm... bmmm... bmmm...!" Aleena mencoba berteriak tapi tak bisa karena tangan Cyntia menahan gerakan mulutnya hingga suara Aleena pun tak bisa terdengar ke luar melainkan terbenam di dalam.


Karena tangan Cyntia tidak lagi memegang tangannya, maka Aleena bisa menggerakkan tangannya untuk menghalau kedua tangan Cyntia yang sedang membekap mulutnya.


Dengan sebelah tangannya, karena tangannya yang satu lagi yaitu tangan kanannya masih dipegang erat oleh kedua tangan Winy, Aleena berusaha melepaskan kedua tangan Cyntia dari mulutnya.


Tak disangka, gadis seimut Aleena ternyata memiliki tenaga yang begitu kuat saat dia berusaha membalas balik orang lain yang sedang membully-nya.


Iya, apa yang dilakukan oleh Cyntia dengan memaksa Aleena menuruti kehendaknya adalah suatu tindakan pem-bully-an dan Aleena berhak melawan untuk itu.


Kebebasan bergerak, berekspresi, bertindak menurut kehendak sendiri adalah suatu tindakan yang tidak salah asalkan itu tidak merugikan orang lain.


Aleena berhak mengejar Son sesuai keinginannya dan itu tidak ada hubungannya dengan Winy, Cyntia maupun dengan Shania. Kecuali jika Son sendiri yang berkata atau meminta pada Aleena supaya jangan mengganggunya lagi atau jangan mengejarnya lagi maka Aleena akan menuruti kata-kata Son itu.


"Aduuuh...! Aduuuh...!" Cyntia yang kedua tangannya terkena cakaran, cubitan, dan pukulan Aleena pun menjerit kesakitan karena apa yang dilakukan Aleena itu telah melukai tangannya yang mulus.


Jejak merah dan goresan kuku Aleena yang tajam di pergelangan tangan Cyntia pasti akan membekas selama beberapa hari.


Karena Cyntia tidak mungkin lagi membiarkan Aleena terua menyakiti tangannya, maka Cyntia pun segera melepaskan kedua tangannya yang sedang membekap mulut Aleena.


Kalau Cyntia tidak melakukan hal itu, maka tangannya akan semakin terluka. Untunglah dia segera melepaskan kedua tangannya, kalau tidak pasti akan terluka atau bahkan berdarah dibuat Aleena.


Setelah tangan kirinya dilepaskan Cyntia dan mulutnya sudah tidak dibekap lagi, Aleena segera melayangkan tangan kirinya dengan cepat untuk menonjok wajah Winy yang kedua tangannya masih memegang erat tangan kanan Aleena.


Jika Aleena menggunakan satu tangan saja untuk melepaskan dua tangan Winy, maka Aleena pasti tidak bisa menang atau kalah. Karena itulah Aleena menggunakan tangan kirinya utntuk menonjok wajah Winy. Dengan begitu Winy pasti akan berusaha melindungi wajahnya dari serangan Aleena. Atau dengan terpaksa harus melepaskan kedua tangannya dari tangan Aleena supaya dia bisa menggunakan dua tangannya untuk melindungi wajahnya sendiri. Sayang kan kalau wajah Winy yang begitu mulus harus lecet gara-gara ditonjok Aleena? 😊


* * *