Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Son Menarik Tangan Aleena



Bab 92


Son mulai merasa tak nyaman dengan keadaan yang sedang berlangsung di mana Shania dan ketiga temannya yang lain menatapnya dengan penuh tanda tanya lalu Aleena juga saling menatap dengan Shania seolah-olah sama-sama ingin tahu.


Karena itu, Son pun bangkit dari duduknya di atas ayunan dan keluar dari situ lalu setelah kakinya menapak di atas tanah, dia segera menarik tangan Aleena untuk pergi dari situ meninggalkan teman-temannya yang sedang duduk di atas ayunan itu.


Son terus menarik pergelangan tangan Aleena hingga langkah mereka sampai di bawah sebatang pohon yang batang dan daunnya menghalangi pandangan teman-teman Son dari arah ayunan. Dengan begitu, Son bisa bicara dengan tenang pada Aleena tanpa tatapan mata curiga dan pengawasan keempat temannya.


"Mmm... mmm... mmm... kenapa kamu tarik tanganku?" tanya Aleena setelah langkah dia dan Son sampai di bawah pohon itu yang juga berada di dalam taman.


Sewaktu Son menarik tangannya tadi mulai dari tepi ayunan sampai ke bawah pohon, Aleena tidak berkata apa-apa. Bukan karena menurut, melainkan karena saking tercengangnya dia pada Son yang tiba-tiba bisa meraih, memegang, dan menarik tangannya. Apalagi itu dilakukannya di depan teman-temannya. Dan terutama di depan Shania yang tentu saja kaget bukan kepalang melihat Son yang disukainya bisa dengan spontan menyentuh tangan cewek lain.


Bagi Shania, itu adalah hal yang sangat sulit dipercayainya karena dia melihat Son adalah seorang cowok yang sangat dingin pada teman-temannya. Yang artinya dia juga akan dingin atau tak bakalan mau menggandeng tangan cewek sembarangan. Bila Son sampai bisa menggandeng tangan Aleena tanpa segan dan tanpa pikir panjang, maka Shania merasa tak bisa lagi mempercayainya.


Perasaannya kemarin sudah mengatakan padanya kalau Son menyukainya. Cowok dingin dan tampan itu terus menerus menatapnya dengan sorot mata dalam dan penuh cinta. Shania bisa merasakannya. Tatapan Son itu sangat mengaguminya. Shania tahu Son pasti terpana dan terpesona oleh kecantikan dan kelembutan wajahnya. Shania tidak ragu akan hal itu kemarin. Tapi hari ini, saat dia melihat Son bicara akrab dengan Aleena di ponsel, dia mulai curiga. Dan sekarang, kecurigaan itu berubah menjadi keraguan. Apakah memang tidak ada laki-laki di dunia ini.yang tidak bisa dipercayai? Dia merasa kecewa dan menyesal karena telah menaruh kepercayaan yang begitu besar pada Son.


"Ya sudah pastilah kutarik tanganmu karena kalau kusuruh kamu pergi baik-baik pasti kamu tak mau!" jawab Son keras sambil balas menatap mata Aleena yang membesar menatapinya.


Aleena melirik tangan Son yang masih belum lepas dari pergelangan tangannya. Dia merasa senang dan nyaman padahal pegangan Son di tangannya itu sangat erat sampai menyakiti kulitnya namun Aleena malah senyum-senyum sendiri menikmati hal itu.


Dia merasa Son sangat romantis bisa melakukan hal yang demikian spontan. Dan setelah langlah mereka sampai di bawah sebatang pohon berdiri berdua saling berhadapan, Son pun masih lupa melepaskan pegangannya. Karena itu Aleena pun senyum-senyum sendiri sambil berkali-kali melirik ke arah tangannya yang masih dipegang Son lalu kembali lagi ke wajah Son yang tampak terpana memandanginya.


* * *