Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Teman-teman Tom dan Feby Berdatangan ke Kafe



Bab 56


"Nggak apa-apa," jawab Feby sambil tersenyum.


"Ohya, Feb, kata pelayan kamu mem-booking kafe ini ya?" tanya Tom.


"Iya, betul!" jawab Feby cepat.


"Untuk apa?" tanya Tom heran.


"Untuk merayakan ulang tahunmu, Tom!" seru Feby sambil tersenyum senang.


"Hah? Ulang tahunku?" Tom agak kaget.


"Iya, betul , Tom. Untuk merayakan ulang tahunmu," jawab Feby dengan mata berbinar. "Ada teman-teman sekelas kita dulu yang kuundang juga malam ini. Teman-teman sekolah kita, Tom. Kamu pasti merindukan mereka juga seperti aku," kata Feby.


"Tunggu dulu," kata Tom agak bingung. "Aku tidak berulang tahun hari ini."


"Memang bukan hari ini, tapi seminggu lagi. Iya kan, Tom?" kata Feby.


Tom tepekur sesaat. Dia mengingat-ingat tanggal lahirnya. Hari ini tanggal berapa dan seminggu lagi tanggal berapa. Ops! Memang betul! Tebakan Feby ternyata benar. Seminggu lagi Tom berulang tahun. Kenapa Feby bisa mengingatnya?


"Iya, seminggu lagi, Feb," jawab Tom membenarkan. "Kenapa kamu bisa menebak? Dan kenapa dirayakan hari ini?" Tom masih tak mengerti.


"Aku bukan asal menebak saja, Tom. Tapi aku mengingat tanggal lahirmu," senyum Feby. "Kurayakan hari ini karena aku rindu padamu dan tak sabar menunggu seminggu lagi untuk bertemu denganmu."


Tom tercekat. Begitu juga Son. Bagi Tom dan Son, Feby sangat berani karena mengutarakan perasaan rindunya pada Tom secara blak-blakan.


Walaupun Tom tahu Feby menaksirnya sewaktu SMA, tapi ini juga tak biasa bagi seorang wanita berterus terang begini. Bagaimana jika Tom dalam keadaan memiliki pasangan? Pastinya akan timbul rasa curiga atau cemburu dari pasangannya.


Walau Tom tidak sedang memiliki pasangan, tapi ada Son di situ. Anak Tom itu pasti mendengarkan semua kata-kata Feby pada papanya.


"Bisa saja kamu, Feb," kata Tom yang tiba-tiba canggung. Dia tersenyum kikuk.


"Kenapa, Tom? Kamu tidak senangkah aku merayakan ulang tahunmu?" tanya Feby dengan tatapan mata dalam yang terkesan menyelidik.


Tom menggeleng. "Bukan tidak senang, Feb. Tapi untuk apa kamu melakukan ini untukku? Kamu bersusah payah merayakan ulang tahunku yang belum tiba padahal kita sudah lama tak berinteraksi lagi."


"Oh... siapa saja yang kamu undang?" tanya Tom ingin tahu.


"Taman-teman sekelas kita, Tom. Sebentar lagi mereka datang," jawab Feby.


Tak lama setelah Feby berkata begitu, pintu masuk kafe dibuka dari luar dan beberapa orang masuk. Mereka adalah pria dan wanita yang seumuran Tom dan Feby. Yang pria berpakaian rapi sementara yang wanita berpakaian modis.


Sekali datang dan masuk ke kafe sekitar 5-6 orang satu rombongan cowok-cewek. Kemudian 3-4 orang satu rombongan cewek. Disusul sepasang cowok-cewek. Dan seterusnya. Sampai ruangan kafe menjadi penuh karena ada 30 orang lebih yang hadir untuk merayakan ulang tahun Tom sekaligus untuk bersua kembali.


Wajah Feby pun berseri-seri menyambut kedatangan teman-teman SMA-nya itu.


Walaupun sudah 20 tahun lebih tak bertemu, tapi karena mereka berasal dari keluarga "the have" yang memiliki cukup modal untuk merawat wajah dan tubuh ditambah mengikuti mode dan tren, maka semuanya terlihat masih segar, muda, dan kinclong.


"Halo, halo," mereka yang baru masuk itu pun saling bertegur sapa dengan Feby dan Tom. Ada yang sewaktu di tempat parkiran mobil bertemu sudah saling menyapa, dan ada juga yang setelah berada di ruangan kafe baru bertemu dan saling menyapa.


Mereka datang berkelompok, berdua, atau sendirian ke pesta ulang tahun Tom di kafe "Sunflower Shine" karena diundang oleh Feby yang merayakannya untuk Tom.


"Hai, Feb! Hai, Tom! Apa kabar?" begitulah mereka menyapa Feby dan Tom diiringi senyum lebar dan senang.


Feby pun membalas sapaan mereka satu per satu dengan menyebutkan nama mereka yang kesemuanya masih diingat Feby. Tak lupa juga Feby melemparkan senyum ramah dan tawa senang menyambut kehadiran mereka yang membuat ramai suasana kafe.


Feby memang teman yang baik. Bahkan sudah tinggal dan bekerja di luar negeri pun masih ingat untuk pulang ke Tanah Air dan menjumpai teman-teman sekolahnya yang sudah 20 tahun lebih tak bertemu.


Sewaktu di sekolah dulu, Feby memang dikenal sebagai teman yang care terhadap teman-teman lain. Dia orang yang ramah, bukan cuek.


Lain dengan Tom. Teman-temannya mengenal Tom sebagai sosok yang bergaul seadanya saja dengan teman-teman sekelasnya. Tom tidak terlalu mempedulikan atau ambil pusing dengan mereka. Bahkan pada Feby yang begitu memperhatikan dan menyukainya pun Tom terkesan biasa saja.


Hati Tom hanya terpikat pada Kathy, mendiang istrinya yang merupakan putri dari rekan bisnis papanya. Waktu, pikiran, dan hati Tom lebih banyak tersita untuk Kathy. Sayangnya, Kathy pergi terlalu cepat, meninggalkan Tom dan Son yang jarang bisa akur.


"Happy Birthday ya, Tom!" ucap teman-teman Tom dan Feby pada Tom yang sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.


Feby pun sudah bangkit dan kursi dan menyalami mereka satu per satu. Yang cewek bahkan berpelukan dengan Feby sebagai tanda melepas rindu setelah takĀ  20 tahun tak bertemu.


* * *