
Bab 106
"Kalau begitu, kamu minta izin dulu pada Elen sekarang," kata Joseph.
"Iya, betul, Wilson," kata Winy. "Kamu minta izin dulu pada Elen. Katakan padanya kamu mau ikut kami jalan-jalan ke mal sebentar lagi saat supir om-nya Shania datang menjemput kita."
Son mengangguk lalu menjawab, "Iya, tunggu sebentar, aku ke dalam dulu bilang sama Elen."
Setelah berkata begitu, Son pun bangkit dari duduknya. Dia turun dari atas ayunan. Kakinya menapak di atas tanah. Dengan segera dia berjalan menyusuri taman menuju pintu masuk villa.
Setelah sampai dan melalui pintu itu, Son sampai di ruang tamu. Dia melihat Elen sedang duduk di sofa sambil membaca sebuah buku yang tebal.
Elen memang memiliki hobi membaca buku tebal yang berkualitas dan bermutu di saat senggangnya sambil menjaga rumah dan mengawasi pekerjaan para pelayan di villa Tom Simon.
Selain itu, Elen juga memiliki tugas utama untuk menjaga Son dan menyediakan segala keperluan Son beserta Tom sehari-harinya. Seperti: menyediakan baju seragam Son dan baju rumahnya, menyediakan baju kerja Tom dan baju rumahnya, menyendokkan nasi untuk Tom dan Son, merapikan meja kerja Tom Simon atau menyediakan tas kerjanya. Pokoknya, segala sesuatu yang bisa menghemat waktu dan tenaga Tom maupun Son saat mereka hendak melakukan pekerjaan-pekerjaan utama atau kegiatan-kegiatan lainnya.
Bila Tom hendak ke luar kota atau ke luar negeri, Elen juga menyiapkan segala keperluannya, seperti koper yang berisi baju-baju yang cukup dipakai selama berada di luar kota atau di luar negeri.
Demikian juga bila itu Son yang akan dibawa jalan-jalan ke luar kota oleh papanya, maka Elenlah yang bertugas menyiapkan tas travelnya yang berisi baju-baju yang bisa dipakai selama menginap di luar kota.
Saat Tom dan Son pulang dari luar kota, Elen menjamin semuanya dalam keadaan rapi, bersih, dan lancar. Tidak ada yang berantakan. Dengan demikian, tuan rumah dan putranya itu bisa tenang dan adem pulang ke rumah yang bersuana sejuk dan menyenangkan.
Karena itulah rumah harus selalu dirawat, dibersihkan, dan dirapikan supaya penghuninya betah tinggal di dalam rumah. Bahkan berada di rumah yang nyaman, bersih, dan rapi, penghuni rumah pun jadi malas ke luar rumah karena di dalam rumah pun sudah nyaman. Tak perlu lagi mencari kenyamanan di luar rumah.
Son yang sudah sampai di ruang tamu, berjalan mendekati Elen.
Elen yang mendengar suara orang masuk dari pintu utama segera mengangkat kepalanya. Dia melihat Son sudah berdiri di depannya
"Iya, Son? Ada apa?" tanya Elen sambil melepaskan kacamata bacanya dan menutup bukunya. Dia berdiri seketika. Karena jika Son berjalan mendekatinya atau mencarinya tiba-tiba, itu pasti karena ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikannya.
Son menarik nafas sekejap sebelum dia berkata pada Elen, "Elen, aku mau pergi jalan-jalan ke mal bersama teman-temanku sebentar lagi. Boleh nggak?" tanyanya.
"Oh, kamu mau pergi jalan-jalan ke mal, Son? Bersama teman-teman yang di luar itukah?" tanya Elen sambil kepalanya menoleh ke arah taman yang bisa telihat dari jendela kaca yang besar dan transparan.
Selain membaca tadi, Elen juga diam-diam mengawasi Son dan teman-temannya dari tempat duduknya di sofa ruang tamu. Karena dia harus memastikan putra pemilik villa dalam keadaan aman.
* * *