Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena Menyepak Kaki, Mencubit Lengan, dan Menjewer Telinga Son



Bab 139


"Ya sudahlah, jangan berdebat lagi. Kita pulang saja sekarang," kata Winy.


"Iyalah, ayo kita pulang sekarang," ajak Cyntia.


Winy dan Cyntia melirik Son dan Shania. Mereka kelihatan saling diam walaupun Son kedapatan sedang menatap Shania.


Aleena yang barusan berdebat dengan Joseph pun melihat ke arah yang dilirik oleh Winy dan Cyntia, yaitu ke arah Son dan Shania.


Aleena melihat Son sedang menatap Shania yang tengah duduk di tempat duduk keramik. Mata Son tampak bertanya-tanya kenapa Shania tidak juga berbicara apa-apa untuk menanggapi dirinya dan Aleena yang sudah balik. Sedangkan Joseph, Winy, dan Cyntia sibuk memberikan komentar.


Aleena segera menyikut lengan Son untuk menyadarkannya. Dia gerah melihat Son menatap Shania terus.


"Apaan sih?" Son menoleh sekejap pada Aleena yang berdiri di sampingnya. Dia mengerutkan alis karena merasa terganggu.


Aleena mengerucutkan bibir, menahan geram karena Son tidak mengerti maksudnya.


"Kenapa pula dengan wajahmu?" tanya Son heran sambil membesarkan mata untuk memperhatikan mimik wajah Aleena yang lucu dengan bibir yang dikerucutkan seperti anak kecil.


"M-m...," jawab Aleena.


"M-m apa?" tanya Son bingung.


"M-m...," ulang Aleena.


"M-m apa?" tanya Son ulang.


"Hhh...!" Aleena pun mengembalikan bibirnya ke bentuk semula lalu menarik dan membuang nafas kesal. Dia mengetuk kepala Son dua kali.


"Matamu itu...!" kata Aleena dengan suara keras yang tertahan.


Son memegang matanya. "Kenapa dengan mataku?" tanyanya bingung. "Apa ada sesuatu di sini?" Son segera mengucek-ucek matanya untuk memeriksa apakah ada tahi mata di situ ataukah mungkin ada sesuatu yang lain. Tapi dia tidak menemukan apa-apa. Tangannya bersih.


Aleena yang kesal segera menyepak kaki Son lalu mencubit lengannya.


"Aduh...! Kenapa kausepak kakiku, Aleena?!" tanya Son. Kali ini dia mulai jengkel karena merasa Aleena sengaja mulai mencari masalah lagi dengannya. Gadis nakal ini sepertinya suka memancing emosinya alias mengajaknya ribut. Seperti anak kecil yang senang beradu dengan temannya.


Bukannya menjawab pertanyaan Son yang sedang jengkel dan merasa terganggu, Aleena malah menaikkan tangannya untuk menjewer kuping Son.


"Dasar...! Mata keranjang! Kanapa kau tatap-tatap Shania terus hah?!" tanya Aleena dengan suara keras. Dia menatap Son dengan mata berapi-api.


"Maksudmu apa?" tanya Son. "Menatap apa?" ternganga Son dibuat Aleena.


"Tadi! Barusan ini! Kenapa kau memandang Shania terus? Karena dia cantik ya? Jadi kamu menatapnya terus?" geram Aleena.


Hati Son berdesir. Umpatan Aleena itu diucapkannya dengan suara keras dan mangkel yang bisa terdengar dan terasa oleh Shania, Winy, Cyntia, dan Joseph.


Tentu saja Son merasa malu karena kata-kata Aleena itu terdengar oleh teman-temannya. Terutama oleh Shania.


Son hampir tak berani lagi menoleh ke arah Shania. Dia takut melihat ekspresi wajah Shania yang tadi sudah dingin dan cuek. Dan sekarang Aleena menyinggung namanya lagi. Jangan-jangan bakal timbul perselisihan lagi antara Shania dengan Aleena.


"Pssst...!" Son segera memberi isyarat pada Aleena untuk menghentikan ocehannya. Dia tak mau ada ribut-ribut lagi. Seperti tadi, sampai Shania marah dan beranjak pergi meninggalkan Son dan Aleena. Lalu saat Son mengejarnya dan Aleena berusaha mengejar Son, Winy dan Cyntia menahan langkahnya sampai keduanya bersitegang dengan Aleena bahkan tangan Aleena pun sudah mencakar, mencubit, dan memukul pergelangan tangan Cyntia.


Suasana barusan adem sejenak setelah Son bersusah payah mencari Shania dan Aleena dan membawa mereka balik. Semuanya sudah berkumpul dengan tenang dan bersiap-siap untuk pulang tapi Aleena mulai memancing keributan lagi.


* * *