Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Joseph, Winy, Cyntia, Shania, Son, dan Aleena di Dalam Mal



Bab 114


Joseph, Winy, Cyntia, Shania, Son, dan Aleena pun berjalan keluar dari pelataran parkir Deli Park Mall menuju arah pintu masuk kaca.


Setelah sampai di depan pintu masuk, mereka mendorong pintu itu lalu melangkah ke dalam.


Keenamnya berjalan beriringan menuju eskalator berjalan untuk sampai di dalam ruangan mal.


Setelah sampai di dalam ruangan mal, keenamnya pun berjalan menyusuri mal yang sangat luas itu sambil menikmati embusan AC yang dingin dan bangunan arsitektur yang nyaman yang berupa kafe-kafe, toko-toko, dan supermarket.


Mereka berjalan beriiringan sambil berbicara sesekali. Joseph, Winy, dan Cyntia berjalan berdekatan di bagian depan, sementara Son, Shania, dan Aleena berjalan bedekatan di bagian belakang.


Joseph yang berjalan di bagian depan berada di sisi kiri dan di sampingnya adalah Cyntia dan Winy. Sementara Son yang berjalan di bagian belakang berada di tengah diapit oleh Shania di sebelah kanan dan Aleena di sebelah kiri.


Mereka terus melangkah menyusuri mal sambil sesekali melirik pada kafe-kate atau toko-toko yang berada di kiri dan kanan.


Saat dirasa ada toko yang menarik perhatian, yang satu pun mengajak yang lain untuk memasukinya dan melihat-lihat di dalam.


Misalnya saat Joseph melihat ada toko perlengkapan kantor di sebelah kirinya, dia pun mengajak Cyntia dan Winy masuk ke dalam.


Karena Joseph, Cyntia, dan Winy masuk ke toko perlengkapan kantor, maka otomatis Shania, Son, dan Aleena pun masuk ke dalam mengikuti langkah mereka.


Di dalam toko perlengkapan kantor, keenamnya melihat-lihat berbagai macam barang yang dipajang di rak-rak. Kadang-kadang, Joseph, Winy, atau Cyntia memegang sebuah barang yang mereka lihat di atas rak atau di dalam rak lalu mengamatinya dan menimangnya sambil tertawa.


"Wah, bagus sekali barang ini," kata Joseph sambil melihati sebuah perlengkapan kantor yang unik dan baru.


"Hmm... lumayan.bagus juga," timpuk Winy. "Yang punya ide membuat sekaligus mendesain barang ini pasti orang.yang cerdas dan pintar."


"Iya, aku juga merasa begitu," setuju Cyntia. "Bentuknya didesain dengan pas. Baik ukuran maupun ruangnya."


"Coba lihat berapa harganya?" tanya Cyntia.


Joseph pun membalik-balik barang itu untuk melihat harga yang tertulis di stiker yang tertempel di barang yang merupakan perlengkapan kantor itu.


"Wah, harganya lumayan mahal," kata Joseph. "Dua ratus ribu sekian."


"Hmm...,  ya pantaslah mahal barang kecil begini karena bentuknya pas, unik, dan cantik," kata Winy.


"Iya, memang pantas harga segitu," timpuk Cyntia.


Sementara Joseph, Cyntia, dan Winy berdiri di samping rak sambil berbincang-bincang dalam jarak dekat, Son, Shania, dan Aleena pun berdiri di rak yang di seberangnya dan ikut-ikutan melihat barang-barang yang dipajang di dalam rak.


Namun Son, Shania, dan Aleena tidak menyentuh barang-barang tersebut. Mereka hanya melihat-lihat saja tanpa bersuara. Ketiganya seperti sedang mendalami perasaan atau suasana berada di dekat rak bertiga tak jauh dari Joseph, Cyntia dan Winy.


Aleena yang biasanya suka berceloteh pun kali ini tak banyak bersuara. Dia hanya sesekali saja mengomentari barang-barang yang ada di dalam rak.


Setelah melihat-lihat barang yang dipegangnya, Joseph pun mengembalikannya ke dalam rak lalu melanjutkan langkah bersama kelima temannya.


* * *