Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Mobil Om-nya Shania Tiba di Villa



Bab 109


Son bingung harus menjawab apa. Betul juga apa yang ditanyakan Elen, pikir Son. Aleena yang masih berada di bawah pohon harus bagaimana dihadapi? Apakah dibawa ikut serta jalan-jalan ke mal, dibiarkan menunggu sendirian di taman, ataukah disuruh pulang saja?


"Dia ikut kalian, Son?" tanya Elen memecah lamunan Son.


Son menatap Elen. Dia masih belum menjawab. "Menurutmu bagaimana, Elen?" tanya Son meminta pendapat Elen.


"Mmm... menurutku ya dia dibawa saja sekalian jalan-jalan bersama kalian," jawab Elen. "Kan katamu tadi dia itu keponakan teman SMA papamu. Jadi ya tak ada salahnya ajak dia sekalian. Lagipula, papamu nanti pasti akan lebih senang jika dia tahu kamu pergi bersama keponakan teman SMA-nya. Malam tadi di kafe papamu sudah melihat dan mengenalnya bukan?" Elen memastikan.


Son mengangguk. "Iya, Elen. Tapi sebenarnya aku tidak bermaksud mengajaknya ikut serta," kata Son.


"Kenapa memangnya?" tanya Elen.


"Karena dia bukan bagian dari kami. Yang akan ke mal kan aku bersama teman-teman sekelasku. Sedangkan Aleena itu bukan teman sekelasku. Rasanya aneh dan canggung saja kalau dia ikut kami," jujur Son.


"Ya terserah kamu juga, Son " kata Elen.


"Hmm...," Son mendehem. "Aku kembali ke taman dulu, Elen," kata Son.


"Iya," Elen mengangguk.


Son pun berbalik dan beranjak dari ruang tamu menuju taman. Dia melewati pintu masuk villa dan berjalan hingga ke ayunan di mana teman-temannya sedang menunggunya.


"Gimana, Wilson?" Shania yang melihat kedatangan Son segera menanyainya. Dia tak sabar lagi ingin tahu apakah Son diizinkan atau tidak oleh Elen untuk jalan-jalan bersama mereka.


"Okey," Son menjawab pasti. Jawabannya terasa melegakan Shania. Ketiga teman-temannya yang lain juga ikut senang.


Tak berapa lama setelah Son sampai di ayunan dan mengatakan kesediaannya, mobil yang dikendarai supir om-nya Shania pun masuk ke taman. Mobil itu masuk setelah melewati pintu gerbang yang dibukakan tukang kebun. Kemudian mobil itu melaju hingga sampai ke area taman di mana terdapat ayunan. Mobil itu berhenti di dekat ayunan karena supirnya melihat Shania yang akan dijemputnya sedang duduk di sana.


"Ayo kita berangkat sekarang!" seru Shania semangat sambil bangkit dari duduknya.


Teman-temannya ikut bangkit lalu turun dari ayunan. Sedangkan Son berdiri di samping ayunan tadi sesampainya dia dari ruang tamu.


Setelah kaki Shania dan teman-temannya menginjak tanah, mereka segera melangkah menuju mobil om-nya Shania yang sedang parkir.


Begitu langkah Shania dan teman-temannya sampai di samping mobil, Shania segera berkata pada supir om-nya yang membuka kaca jendela mobil karena dia melihat Shania seperti ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Ya, Non?" tanyanya pada Shania sambil melongokkan wajah dari balik jendela mobil.


"Bang, kami mau jalan-jalan ke mal sebentar. Abang bisa antar kami ke sana? Setelah itu nanti Abang antar balik lagi temanku ini ke villa?" tanyanya sambil menunjuk Son dan menatap wajah supir.


"Oh... iya, boleh," jawab abang supir sambil tersenyum dan mengangguk.


Shania pun bersorak girang dalam hati lalu melihat kepada teman-temannya dan berkata, "Ayo kita masuk ke mobil."


Joseph, Winy, dan Cyntia bergegas masuk. Joseph duduk di jok depan di samping supir. Sementara Winy dan Cyntia duduk di jok belakang.


"Ayo, Wilson," panggil Shania pada Son setelah dia duduk di dalam mobil.


Son pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Shania. Tapi sebelum Son sempat menutup pintu mobil, terdengar suara seseorang yang memanggil mereka. Itu adalah suara Aleena.


"Heiii... tunggu dulu! Kalian mau ke mana?" seru Aleena cepat sambil berlari-lari kecil menuju mobil.


* * *


# Happy Birthday to: Wilson Simon 🌹🌹 Wish You All The Best # 🍰🎂