Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Latihan Drama Selesai



Bab 83


Shania, Joseph, Winy, dan Cyntia pun mulai mengulang lagi scene 2 dari naskah drama yang ditulis Son. Ini untuk kesekian kalinya mereka mengulang dikarenakan Shania, Winy, dan Cyntia terus membuat kesalahan tadi.


Shania mulai bisa menguasai perasaannya yang bergejolak sedari tadi seusai mendengarkan percakapan antara Son dengan Aleena di ponsel. Dia berusaha berkonsentrasi mengucapkan kalimat-kalimat yang sudah dihafalnya di dalam kepala.


Untunglah kali ini Shania berhasil mempraktikkannya diikuti oleh keberhasilan ketiga temannya yang lain, Winy, Cyntia, dan Joseph.


"Hhh... akhirnya selesai juga latihan drama kita," kata Shania dengan lega setelah dia berhasil membuat teman-temannya mengikuti dia membawakan peran dengan baik.


Adegan di scene-2 yang melibatkan Shania, Winy, Cyntia, dan Joseph itu telah berhasil dilakonkan keempatnya dengan memuaskan.


"Horeee...! Tepuk tangan untuk kita berempat dong!" seru Winy saking senangnya. Dia juga merasa lega.


"Hufff... iyalah, karena tadi kita salah-salah terus gara-gara Shania terpecah pikirannya," sindir Cyntia.


"Iya, Shania sampai nggak bisa konsentrasi gara-gara itu," Winy menimpuk kata-kata Cyntia sambil melirik Shania.


Walaupun Winy dan Cyntia tak menyebut nama Son, namun kalimat itu sudah jelas menyindir Son juga yang membuat Shania terpecah pikirannya sampai nggak bisa berkonsentrasi membawakan perannya. Dan hal itu pun ternyata telah membuat Winy dan Cyntia ikut-ikutan salah mengucapkan dialog.


"Iyalah, kita sudah berhasil membawakan adegan di scene-2. Senang dan lega rasanya," kata Joseph.


"Jadi, selesai latihan drama kita ya?" tanya Cyntia. "Tidak ada lagi kan scene-3-nya?"


"Iya, sudah selesai," jawab Winy. "Nggak ada lagi scene-3-nya karena Wilson sudah mengikhlaskan Shania bersanding dengan Joseph jadi cerita pun selesai."


"Oh... jadi scene-3-nya lanjut kalau Wilson tidak mengiklaskan Shania? Begitu ya?" tanya Joseph.


"Iya, betul...!" jawab Winy pasti. "Betul kan, Shan?" Winy melirik Shania lagi.


"Hah? Apa?" Shania menjawab bingung.


"Shania sedang memikirkan Wilson, bukan?" tanya Joseph.


"Bukan. Bukan memikirkan Wilson. Tapi memikirkan Aleena. Yang tadi bicara dengan Wilson di ponsel," jawab Cyntia.


"Oh... kenapa Shania harus memikirkan Aleena? Siapa Aleena itu?" tanya Joseph.


"Teman Wilson," jawab Winy.


"Iya... teman yang bagaimana maksudku?" tanya Joseph memperjelas.


"Ya temanlah," jawab Winy. "Mana kutahu teman yang bagaimana? Tanya sendirilah sama orangnya."


Ketiga teman Shania dan Son itu bicara tanpa melihat Son. Walaupun yang mereka maksud adalah Son dan Shania tapi mereka hanya berani bicara, menyindir, dan menggosip tanpa berani menatap Son. Tak tahu bagaimana ekspresi wajah Son.


Yang jelas Son hanya diam saja seperti biasanya jadi mereka tak bisa menebak bagaimana perasaan Son karena Son tak bicara dan mereka juga tak berani menatapnya.


"Latihan drama kita sudah selesai kan, Shan?" tanya Joseph. "Kita sudah boleh pulang ke rumah sekarang?"


"Iya, sudah selesai karena Wilson sudah menamatkan ceritanya di scene-2 jadi tak ada lagi lanjutannya," jawab Shania.


"Berarti Wilson sudah merelakan kamu bersanding denganku dong?" tanya Joseph sambil tertawa senang.


"Iya... itu kehendak Wilson," jawab Shania dengan suara lembut dan perlahan. "Wilson tidak suka ribut-ribut. Dia lebih suka tenang. Kalau tak merelakan itu akan ribut nanti."


"Iya, betul," jawab ketiga teman Shania sambil mengembuskan nafas lega.


* * *