Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Pendapat Shania dan Aleena tentang Son



Bab 163


"Jadi gimana ceritanya?" Tom duduk di sofa di samping Aleena. Tom duduk berhadapan dengan Shania sedangkan Aleena duduk berhadapan dengan Son.


"Mau cerita apa, Om?" tanya Shania yang duduk di samping Son. Tiba-tiba saja Shania yang biasanya dingin dan cuek berubah menjadi hangat dan ceriwis saat berhadapan dengan Tom.


Mungkin, Shania nggak mau Aleena yang lebih banyak bicara pada Tom hingga menarik perhatian papanya Son itu. Jadi Shania dengan cepat menguasai percakapan dengan maju terlebih dahulu menjawab dan bertanya sebelum dijawab Aleena. Kesannya, seolah-olah Shania ingin menarik perhatian Tom dan mengundang simpatinya. Pastinya, ini berkaitan dengan Son yang ditaksir Shania.


"Ya, cerita apa saja yang bisa kalian ceritakan padaku," kata Tom. "Karena walaupun aku punya anak yang sudah remaja, namun dia tak pernah cerita padaku tentang apa-apa, tentang dirinya, atau tentang sekolahnya. Padahal sebagai orangtua aku ingin tahu banyak tentangnya."


"Oh... Wilson memang pendiam dan tak banyak bicara di sekolah, Om," Shania langsung menyerocos. "Walaupun baru kemarin aku brrkenalan dengannya, tapi aku sudah bisa tahu kalau anak Om ini orangnya pendiam."


"Oh, iyakah?" tanya Tom seolah-olah tertarik. Padahal sebenarnya Tom pun sudah tahu kalau anaknya itu memang dari dulu pendiam dan tertutup.


Tom tersenyum kecil untuk menyenangkan hati Shania. Bagaimana pun juga, dia menghargai perhatian Shania pada Son hingga bisa memberikan penilaian tentang Son.


Tom melirik ke samping kirinya untuk melihat Aleena yang dirasanya diam saja sedari tadi. Matanya bersirobok dengan mata Aleena yang kebetulan di saat yang bersamaan juga menoleh ke samping hingga bersitatap dengan Tom.


Tatapan Tom seolah meminta Aleena untuk ikut bicara. Tom agak heran karena tadi di taman, Aleena terkesan lincah dan bawel. Tapi kenapa sekarang berubah pasif dan diam. Hanya mendengarkan percakapan Tom dan Shania.


"Hah?" Aleena tercekat sesaat. Tapi saat berikutnya dia tersenyum lepas dan berkata, "Anak Om tidak pendiam, melainkan galak dan bawel!"


"Hah?" kali ini giliran Son yang terperanjat mendengar kata-kata Aleena. Dia langsung melotot ke arah gadis itu seolah-olah memprotes atau mengancam supaya Aleena tidak banyak bicara pada papanya atau membocorkan rahasianya pada papanya.


"Ohya?" Tom membeliakkan matanya. Dia merasa surprais mendengar kata-kata Aleena. Kenapa Aleena bisa memiliki pendapat lain tentang Son? Bilang Son galak dan bawel walaupun baru mengenalnya dua hari? Sementara Tom sendiri yang sudah bersama dengan dan membesarkan Son pun tahu kalau anaknya itu pendiam dan tertutup. Apakah Aleena bermimpi malam tadi? pikir Tom


Sebenarnya, Aleena ingin segera membuka mulut untuk bercerita pada Tom tentang kejadian malam tadi di depan toilet kafe "Sunflower Shine" saat Son berusaha melepaskan dekapan Aleena dan menepiskan tangannya dengan kasar. Lalu, saat Son membentaknya dengan kasar juga di bawah pohon di seberang pintu kafe.


Son sama sekali tidak pendiam dan adem seperti pendapat Shania dan papanya. Melainkan berani, bawel, dan galak. Buktinya, dia berani memarahi dan mengomeli Aleena yang dirasanya sangat reseh mengganggunya terus.


Melihat tatapan Son yang bernada mengancam kepadanya, Aleena pun tersentak dan menahan sederetan kata-katanya atau pendapatnya tentang Son yang sudah hendak meluncur keluar.


"Ohya, Aleena?" ulang Tom lagi. Dia seolah-olah menunggu kalimat berikutnya yang akan diucapkan Aleena. Namun Aleena malah diam alias tak berani bicara.


"Iya, Son pendiam dan adem, Om. Dia anak baik," Aleena berkata begitu sambil memaksakan seulas senyum. Dengan begitu, hati Tom pun tenang dan Son pun tak bakalan marah padanya.


* * *