
Bab 141
Aleena sudah berhasil mengejar Son yang berjalan di depannya. Dia segera mengambil tempat di samping kiri Son dan melangkah bersama.
Sementara Joseph, Winy, Cyntia, dan Shania sudah jauh meninggalkan Son Aleena. Mereka sudah berada di tempat parkir mobil dan berjalan mendekati mobil om-nya Shania.
Supir om-nya Shania yang melihat kedatangan remaja-remaja itu segera menghampiri mereka dan bertanya, "Sudah mau pulang ya?"
"Iya, Bang," jawab Winy. "Abang bisa antar kami pulang sampai ke rumah masig-masing?" tanya Winy.
Supir om-nya Shania melirik Shania. Seperti meminta pendapatnya.
Melihat supir om-nya meliriknya seperti meminta persetujuannya, Shania pun mengangguk. "Iya, Bang. Antar saja mereka pulang sampai ke rumah masing-masing karena hari sudah sore. Nanti orangtua mereka menunggu lama," kata Shania.
"Baik, Non," kata supir om-nya Shania. "Abang antar kalian pulang sampai ke rumah masing-masing ya. Ayo naik!" katanya pada Joseph, Winy, dan Cyntia. "Ohya, di mana lagi dua temanmu yang lain? Yang tadi duduk memangku di jok belakang?" tanyanya bagai teringat saat dia menoleh ke kiri dan ke kanan tapi tak melihat Son dan Aleena.
"Wah, mereka ketinggalan lagi," kata Joseph.
"Mungkinkah tercecer lagi seperti tadi?" tanya Winy was-was.
"Wah... jangan-jangan harus menunggu mereka berdua lagi seperti tadi," keluh Cyntia. "Sampai jam berapa kita baru bisa tiba di rumah masing-masing kalau begini terus?"
"Tunggulah sebentar," kata Shania. "Barangkali tadi agak lambat menyusul langkah kita."
Winy, Cyntia, dan Shania pun segera masuk ke dalam mobil. Mereka duduk di jok belakang seperti tadi. Sementara Joseph duduk di jok depan bersama supir. Abang supir pun ikut masuk ke dalam mobil dan bersiap-siap menghidupkan mesin mobil. Maksudnya hendak memundurkan mobil supaya bisa mengambil arah yang benar menuju pintu keluar.
Son dan Aleena yang berjalan berdampingan dan jauh tertinggal di belakang pun sudah sampai di tempat parkir mobil. Mereka berjalan menuju tempat parkir mobil om-nya Shania.Untunglah mereka ingat mobilnya tadi diparkir di blok mana karena banyak sekali blok di dalam area parkir tersebut yang berada di dalam gedung.
Tak lama kemudian langkah Son dan Aleena pun sampai di samping mobil om-nya Shania. Keduanya melihat Shania, Winy, Cyntia, dan Joseph sudah duduk di dalam mobil. Hanya menunggu mereka berdua saja.
Son segera membuka pintu mobil sebelah kiri jok belakang. Dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Shania seperti tadi.
Aleena pun menyusul masuk dan duduk di samping kiri Son di dekat pintu mobil. Dia terpaksa duduk dengan sebelah paha dipangku Son karena tempat duduknya yang kesempitan.
Melihat semuanya sudah berkumpul kembali dan duduk di dalam mobil, supir pun menjalankan mobil menuju pintu keluar.
"Kita akan diantar pulang ke rumah masing-masing," beri tahu Joseph sambil menoleh ke belakang pada Son dan Aleena.
"Oh, begitukah?" tanya Aleena. "Tapi tidak perlu antar aku sampai ke rumah," kata Aleena. "Cukup antar sampai ke rumah Son saja. Nanti tanteku yang akan menjemputku pulang."
"Lho, kok nggak mau sekalian diantar pulang?" tanya Joseph. "Biar tantemu tidah usah ribet lagi menjemputmu," katanya
"Aku masih mau main-main di rumah Son," jawab Aleena.
* * *