
Bab 164
"Tapi tadi katamu anak Om ini galak dan bawel?" Tom menatap Aleena penasaran, seolah tidak puas dengan jawabannya yang sama dengan Shania kalau Son orangnya pendiam dan adem. Padahal barusan Tom mendengar Aleena bilang Son galak dan bawel. Kok tiba-tiba pendapatnya berubah?
Tom kurang jeli memperhatikan gerak-gerik dan ekspresi wajah Son yang duduk di sampingnya jadi tidak tahu kalau barusan Son mendelik ke arah Aleena dengan tatapan mengancam supaya Aleena tidak bicara macam-macam di depan papanya atau membocorkan rahasianya.
"Hah? Apa iya, Om, tadi aku bilang begitu? He-eh," Aleena menyengir kuda pura-pura tak sadar dengan apa yang dikatakannya barusan.
"Iya dong, Aleena. Tadi kamu sempat bilang Son galak dan bawel jadi Om terkejut dong. Masa anak Om yang begini pendiam dan baik dibilang galak dan bawel? Hmm?" Tom pura-pura menatap Aleena dengan tatapan protes. Padahal sebenarnya Tom hanya ingin memancing Aleena berkata jujur.
"He-eh! Ya kadang orang bisa galak dan bawel juga siih, Om, kalau diganggu atau merasa terganggu," ucap Aleea cepat sambil melirik ke arah Son sekilas. Setelah itu dia cepat-cepat memalingkan wajah karena tak berani melihat ekspresi wajah Son.
Aleena ingin berkata jujur pada papanya Son tapi juga merasa segan pada Son. Dia tak mau membohongi Tom tapi juga tak berani membuat Son marah.
Aleena kapok dengan reaksi Son yang marah malam tadi sampai menepiskan tangannya dengan kasar dan membentaknya saat Aleena menarik-narik tangannya di depan toilet kafe dan merogoh saku celana ponggolnya. Yang pertama untuk mengajak Son melihat hantu yang kata Aleena ada di dalam toilet. Sedangkan yang kedua untuk mengambil hp andorid Son yang ada.di dalam saku celana ponggolnya. Aleena ingin melihat nomor WA Son: 0895-6114-5775? 😁
"Oh... begitu ya? Apa anak Om ini pernah merasa terganggu atau kamu pernah mengganggunya ya, Aleena?" tanya Tom penasaran.
Setelah meluncurkan segenap kata-kata yang terpendam di hatinya, Aleena pun segera membuang muka jauh-jauh dari Son supaya tidak bisa melihat ekspresi wajah Son yang mungkin sudah berubah merah padam karena Aleena akhirnya berani membocorkan juga rahasianya pada papanya padahal Son sudah melarangnya dengan tatapan mengancam. Aleena benar-benar tidak takut akan ancamannya.
Son yang hatinya kesal dan jengkel seketika bertekad untuk membalas dendam pada Aleena.
"Rasakan pembalasanku nanti, Aleena!" pekik hati Son saking geramnya.
"Ohya?.Benarkah itu, Aleena? Kenapa Om yang sudah bersama dengan anak Om ini selama 15 tahun tidak tahu kalau anak Om ini ternyata bisa galak dan bawel juga seperti katamu, Aleena? Kok kamu yang barusan mengenalnya semalam bisa langsung tahu? Aneh sekali!"
"He-eh, itulah hebatnya Aleena, Om," cengir Aleena. "Sanggup memancing anak Om yang tampaknya pendiam dan adem menjadi bawel dan galak ini. Wkwkwk..."
"Hahaha...!" Tom pun tertawa mendengar kata-kata Aleena dan melihat ekspresi wajahnya yang lucu. Akhirnya Tom berhasil memancing keluar sifat asli Aleena yang lincah dan ceplas-ceplos yang tadi sempat terpenjara sekejap saat Tom berbicara dengan Shania.
Untuk ke-sekian kalinya Son melihat papanya ketawa dibuat Aleena. Papanya bisa dengan begitu spontan tertawa lepas dan tanpa beban mendengar kata-kata Aleena. Padahal selama ini bagi Son papanya sangat kaku dan dingin. Tapi kenapa terhadap Aleena Tom bisa berubah rileks dan hangat?
* * *