Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Ide Cyntia



Bab 80


Winy menyikut lengan Joseph. Cowok berkacamata minus itu tersadar dari keterpakuannya yang sedari tadi terus memperhatikan Son yang berbicara dengan Aleena di ponsel.


"Scene 2 giliran kita," kata Winy sambil memberi isyarat pada Joseph. Matanya melirik Son seolah ingin memberi tahu Joseph kalau Son sedang menunggu jawaban mereka.


"Oh... iya...," Joseph pun menganggukkan kepalanya dan bersiap-siap melakonkan scene 2.


"Jadi gimana? Kita mulai sekarang?" tanya Cyntia.


"Iya...," jawab Winy. "Tapi scene 2 kan dimulai oleh Shania di mana Shania pulang ke rumah orangtuanya dengan raut wajah sedih seperti yang ditulis Wilson."


"Betul, di scene-2 Shania masih muncul karena dia tokoh utama. Tapi Wilson nggak muncul lagi padahal dia tokoh utama juga, iya kan?" tanya Joseph.


"Iya, seharusnya Wilson masih muncul di scene 2," kata Cyntia. "Ide yang ada di kepalaku, di scene 2 harus ditambahi Wilson juga datang ke rumah orangtua Shania. Dia tak sengaja bertemu Joseph di sana. Lalu terjadi pertengkaran antara Wilson dengan Joseph karena Wilson merasa Joseph merebut kekasihnya."


"Wah, seru juga jalan cerita yang ada di kepalamu, Cyntia!" seru Winy takjub. "Bakal lebih seru kalau Wilson dan Joseph beradu di scene 2."


"Iya, aku juga setuju pendapatmu, Winy. Ide Cyntia itu lumayan bagus juga," kata Joseph.


Winy, Cyntia, dan Joseph saling menyerocos mengutarakan ide untuk mengadukan Son dan Joseph di scene 2. Ketiganya tampak senang membicarakan ide Cyntia itu. Bahkan Joseph sampai tertawa gembira seolah-olah senang kalau itu benaran terjadi di kehidupan nyata.


"Menurutmu, siapa menang kalau Wilson dan Joseph adu jotos?" tanya Cyntia pada kedua kawannya yang berdiri di sampingnya.


"Iya... memang sudah jelas Wilson-lah. Aku nggak pintar berkelahi," kata Joseph.


"Emang Wilson pintar berkelahi?" tanya Cyntia entah pada siapa. Dia asal bicara dan asal tanya saja seolah tak peduli didengar Son atau seolah Son tak ada di situ. Pokoknya, Cyntia sangat ingin mengutarakan ide yang ada di kepalanya.


"Tapi Wilson menamatkan naskah drama yang akan kita bawakan ini sampai scene 2 saja," kata Joseph. "Seharusnya masih ada scene 3."


"Iya, menurutku juga begitu," kata Winy. "Aku lebih suka jika Shania dan Wilson bersama. Mereka bisa bersatu di scene 3. Shania dan Wilson adalah pasangan yang serasi. Mereka mencintai satu sama lain. Mereka juga saling memperhatikan. Shania selalu menghibur Wilson dan Wilson juga selalu melindungi Shania."


"Setuju! Kalau begitu kita minta Wilson menuliskan scene 3-nya di mana Wilson muncul lagi dan...," Joseph tak melanjutkan ucapannya karena Cyntia menyepak kakinya hingga Joseph tersentak dan mengaduh kesakitan, "Aduuuh...! Jangan kamu sepak-sepak terus kakiku, Cyntia!" protes Joseph.


Mereka bertiga asyik bicara sampai tak memperhatikan reaksi dan ekspresi wajah Son dan Shania yang perlahan-lahan berubah merah padam.


"Pssst... kurasa Wilson tak suka alur cerita yang seperti itu," Cyntia pura-pura berbisik pada Joseph.


"Iya juga sih... kurasa juga begitu," kata Joseph.


"Betul juga. Kurasa Wilson tak suka ide cerita di mana seorang laki-laki sampai harus menggunakan kekerasan atau berkelahi hanya untuk memperebutkan seorang wanita" Winy geleng-geleng kepala. "Kalau wanita itu benar-benar mencintainya, apapun halangannya dia pasti akan menerjang untuk bisa bersama dengan pria yang dicintainya. Jika wanita itu tidak berjuang, tidak memperjuangkan pria itu berarti dia tidak mencintainya. Jadi si pria pun tidak sampai harus menggunakan kekerasan untuk mendapatkannya. Jadi ya... lepaskan saja."


Joseph dan Cyntia manggut-manggut. Mereka setuju dengan kata-kata Winy.


* * *