
Bab 160
Kehadiran Shania yang tiba-tiba di ruang tamu rumah Son atau villa Tom Simon itu terasa cukup menyentakkan Son dan Aleena.
Mereka melihat seseorang yang datang dan berdiri di pintu masuk saat keduanya menoleh ke arah itu setelah mendengar ada suara deru mobil di pekarangan rumah atau di taman villa.
Tentu saja Son dan Aleena melihat Shania yang datang dengan raut wajah gelisah dan langkah tergesa-gesa. Dan saat Shania membalas tatapan mereka dengan sorot mata yang dalam dan bola mata yang membesar, Aleena dan Son pun terperanjat.
"Shan...," tak sadar Son mengucap nama itu perlahan dan bibirnya terkuak sedikit. Perasaanya heran melihat Shania tiba-tiba datang lagi atau balik kembali ke rumahnya. Padahal supir om-nya barusan mengantarnya pulang setengah jam lalu.
"Hah?! Lho, kok balik lagi?" sedangkan Aleena yang melihat kedatangan Shania langsung bereaksi dengan berseru kecil dan bertanya heran.
"Iya, Shan. Kamu... ada apa?" tanya Son yang melihat Shania seperti terpana di pintu masuk sampai lupa melangkah mendekati Son dan Aleena yang duduk berhadapan di ruang tamu.
"Iya, ada apa? Kok balik lagi, Shan?" tanya Aleena dengan menyebut nama Shania lembut. Aleena seolah-olah tidak kesal lagi pada Shania atau tidak ingin mengerjainya lagi seperti tadi saat mereka ada di mal atau saat mereka duduk di tempat duduk keramik di mal. Di mana Aleena sengaja menyeruput duluan pipet bekas Son dari botol plastik yang berisi minuman khas luar negeri.
Tindakan Aleena saat itu membuat Shania sangat kesal dan marah sampai beranjak pergi dari teman-temannya hingga Son terpaksa mencarinya dan Aleena pun membuntuti Son walau dicegah oleh Winy dan Cyntia.
Son dan Aleena masih menatap Shania dengan tatapan heran menunggu jawaban darinya.
Shania tersadar dan melangkah memasuki ruang tamu hingga langkahnya sampai di dekat sofa besar di samping Son dan Aleena.
Aleena memandang Shania yang sudah berdiri di samping sofa berhadapan dengan Son. Aleena tidak berdiri dari duduknya namun matanya lekat memandang Son dan Shania.
"Aku...," Shania berucap sebentar sebelum menatap Aleena yang kebetulan juga sedang menatapnya.
Shania segera membuang muka. Dia mengalihkan perhatiannya ke wajah Son yang juga sedang menatapnya. Shania diawasi oleh Son dan Aleena.
"Aku... ingin mengembalikan bukumu," kata Shania setelah terpaku dan terdiam sesaat.
"Bukuku?" Son segera melirik buku yang dipegang Shania yang ditunjukkan Shania di depan matanya.
"Iya, Wilson. Ini bukumu yang tak sengaja kubawa pulang tadi. Tersimpan olehku di dalam tas dan baru teringat kalau aku lupa mengembalikannya padamu," kata Shania. "Ini...," Shania segera menyodorkan buku itu ke hadapan Son sambil berdiri tegak.
"Oh, ini bukuku yang tadi kukira hilang yang berisi naskah drama yang kutulis," reaksi Son. "Kami mencarinya sedari tadi dan mengiranya sudah hilang tapi ternyata terbawa olehmu."
Son pun menerima buku yang disodorkan Shania dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih ya, Shan. Kamu sampai begitu cepat mengembalikannya padaku supaya aku tidak khawatir. Kalau tidak, aku pun sudah berencana menulisnya ulang di buku lain malam ini," kata Son.
* * *