Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Shania Menyuruh Abang Supir Balik ke Rumah Son



Bab 158


Sementara itu, mobil yang membawa Shania pulang ke rumah om-nya sudah menempuh lebih dari setengah perjalanan dari rumah Son dan hampir sampai di rumah om-nya Shania saat Shania tiba-tiba berseru, "Bang, Bang, bisa balik sebentar ke villa yang tadi?"


"Maksudnya, Non?" tanya abang supir tak mengerti sambil melirik Shania yang duduk di jok belakang.


"Balik sebentar ke villa temanku yang tadi,  Bang," kata Shania.


"Kenapa harus balik ke sana?" tanya abang supir heran.


"Karena ini...," jawab Shania sambil memperlihatkan buku tulis Son yang ternyata ikut terbawa pulang olehnya. Shania asyik memegang buku itu sampai tak sadar kalau buku itu dia ambil juga dan taruh di dalam tasnya saat masuk ke dalam mobil ketika mereka hendak ke mal.


Setelah pulang dari mal dan duduk di dalam mobil, Shania baru sadar kalau buku Son yang berisi naskah drama yang ditulis Son itu ikut terbawa olehnya. Karena itulah dia menyuruh abang supir membalikkan mobil kembali ke rumah Son untuk mengembalikan buku itu.


"Bukunya kenapa tuh?" tanya abang supir memperlambat laju kendaraannya.


"Ini buku temanku, Bang. Tak sengaja ikut terbawa olehku. Jadi mau kukembalikan,"  jawab Shania.


"Oh... bukunya sangat penting ya, Non? Mesti dikembalikan sekarang? Nggak bisa besok saja di sekolah? Soalnya kita sudah jauh dari villa itu, Non dan hampir sampai di rumah," kata abang supir.


"Mmmm..., nggak bisa, Bang. Harus dikembalikan sekarang," jawab Shania.


Shania bernafas lega. Untunglah abang supir mau balik lagi ke rumah Son walaupun mereka sudah jauh dari situ dan hampir sampai di di rumah om-nya Shania.


Sebenarnya, buku itu bisa dikembalikan Shania pada Son besok pagi di sekolah karena tugas pelajaran Bahasa Indonesia itu bukan dikumpulkan besok. Tapi entah kenapa, Shania merasa hatinya tak tenang dan ingin kembali ke rumah Son.


Bukan buku itu yang membuat hati Shania tak tenang, melainkan Son dan Aleena yang ditinggal berdua di rumah Son. Sedang ngapain mereka sekarang dan sedari tadi? pikir Shania.


Jangan-jangan, Aleena yang seenak hatinya itu sedang berada di kamar Son setelah menarik Son masuk ke kamar. Ya, siapa yang tahu hal gila apa yang bisa dilakukan Aleena? Dia kan semau guenya dan sesuka hatinya saja.


Son pasti akan menurutinya karena menganggap Aleena anak kecil yang kekanak-kanakan. Dia pasti tidak berhati-hati kalau Aleena sebenarnya sudah gadis belia berusia 14 tahun yang berarti sudah akil baliq dan bukan anak-anak lagi yang bisa atau boleh sesukanya saja berada di dekat-dekat lawan jenis apalagi berdua saja dengan seorang cowok di dalam kamar.


Rumah Son tadi sangat sunyi. Hanya tampak oleh Shania dan teman-temannya tadi pengurus rumah tangga bernama Elen dan tukang kebun. Elen berada di lantai bawah sementara tukang kebun berada di taman. Jadi bisa saja tinggal Son dan Aleena berdua di lantai atas, pikir Shania dengan hati berdebar keras dan jantung berdegup kencang.


Tidak, aku harus kembali ke sana sekarang untuk melihat mereka sedang ngapain, kata hati Shania. Jangan sampai Son yang disukainya dipikat atau terpikat oleh Aleena.


Iya, sejak semula, Shania sudah yakin Son menyukainya dan akan menjadi miliknya  seperti keinginannya. Tapi... semenjak Shania tahu soal Aleena dan bagaimana dia begitu agresif serta lincah dalam menarik hati Son, Shania mulai ragu akan pesonanya sendiri yang cantik dan lembut.


Jangan sampai hati Son tergoyahkan oleh gadis nakal bernama Aleena itu. Shania tak akan sudi menerima hal itu. Dia pasti akan sangat geram dan membenci Aleena jika Son sampai melupakannya atau mengabaikannya hanya gara-gara gadis bernama Aleena itu


* * *