
Bab 112
Setelah Aleena masuk ke dalam mobil, supir om-nya Shania pun menjalankan mobil itu menuju mal di pusat kota. Mal yang terbaru dan terkeren di kota Medan, yaitu Deli Park Mall yang berada di dalam bangunan tinggi Podomoro.
Di sana terdapat banyak tower/menara atau gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dan sangat luas. Ada banyak sekali apartemen di dalam tower-tower tersebut. Dan Deli Park Mall berada di antara tower-tower itu juga di dalam gedung tinggi pencakar langit.
Mobil sedan yang dikendarai oleh supir om-nya Shania memuat 7 orang, yaitu: supir, Joseph yang duduk di samping supir. Lalu di jok belakang mulai dari kiri ke kanan adalah: Aleena, Son, Shania, Cyntia, dan Winy.
Jadi jok belakang mobil sedan yang seharusnya berkapasitas 3 orang atau maksimal 4 orang itu menjadi kelebihan muatan gara-gara Aleena memaksa duduk di dalam. Mau tak mau duduk mereka berlima pun terhimpit karena satu sama lain saling berdesak-desakan untuk mendapatkan tempat yang lebih lapang.
Namun tidak tersisa sedikit pun tempat lapang di jok belakang. Bahkan Aleena yang duduk di dekat pintu mobil sebelah kiri hanya kebagian setengah tempat saja. Sedangkan setengah lagi badannya terpaksa menumpang di kaki Son.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Son yang harus memangku Aleena dengan sebelah paha Aleena yang menempel pada pahanya. Sementara pundak kanannya bersentuhan erat dengan pundak kiri Shania yang duduk di sebelah kanannya.
Son berusaha keras mencari kelegaan di sela-sela kesempitan sialan yang amat menyiksanya itu. Oh, dosa apa yang aku perbuat di masa lalu sehingga sekarang aku harus terhimpit oleh Aleena dan Shania yang dua-duanya membuat hatiku begitu kacau? Son memekik dalam hati saking geramnya dan dia benar-benar ingin mengamuk.
Son ingin mengamuk dan menghantam sesuatu untuk melampiaskan kekesalan hatinya wkwk... Tapi dia tak tahu mau menghantam apa. Mudah-mudahan nanti sekeluarnya dari dalam mobil bisa segera menemukan benda empuk yang bisa dihantamnya dengan tinju keras ala Mike Tyson alias Mike si leher beton. Hook kanan ataukah hook kiri? 😛 Tinggal pilih saja 🤣
Sementara Aleena yang menciptakan ketidaknyamanan di dalam mobil itu malah merasa senang. Wajahnya berseri-seri saking senangnya. Hatinya bernyanyi riang. Dia merasa sangat nyaman berada di pangkuan Son walaupun hanya setengah saja tubuhnya yang dipangku Son dan itu pun didapatkannya dengan bersusah payah.
Adapun Shania yang ikut terhimpit di dalam mobil tidak berani banyak bergerak. Dia berusaha menenangkan debar-debar di hatinya yang tidak menentu gara-gara pundak Son menyentuh erat pundaknya dan paha Son juga mendempeti pahanya.
Shania juga ikut-ikutan galau gara-gara ulah Aleena. Namun dia tidak berkata apa-apa. Suasana hati yang diciptakan atau diakibatkan oleh Aleena tidak pernah dialaminya sebelumnya. Begitu juga dengan Son. Dia tidak pernah mengalami keadaan atau merasakan perasaan yang demikian lain dari perasaan-perasaan sebelumnya. Perasaan seperti ini sangat spesial. Walaupun rasanya menyiksa dan menyesak, namun timbul juga debar-debar bahagia, nyaman, dan lega yang menyeruak di antara rasa-rasa itu.
* * *