Substitute Mom

Substitute Mom
Son Pulang Sekolah



Bab 23


Son pun menaiki tangga menuju bagian atas seluncuran. Setelah itu dia duduk dan meluncur ke bawah. Karena seluncuran itu terbuat dari bahan plastik yang licin maka dengan mulusnya orang yang duduk di sana meluncur.


Teman-temannya mengantre di belakang dan berbondong-bondong naik ke bagian atas seluncuran lalu duduk dan meluncur ke bawah.


Sementara ibu guru, Jessica, orangtua murid dan pengasuh mengawasi anak-anak, Kathy duduk kembali di bangkunya semula dan memperhatikan dari jarak beberapa meter.


Kathy memperhatikan jam tangannya. Sudah hampir pukul 10.00 pagi. Tadi lonceng masuk berbunyi pukul 07.30. Setelah anak-anak sarapan 1/2 jam dilanjutkan dengan ibu guru bercerita 1/2 jam. Lalu anak-anak menyanyi di depan kelas 1 jam. Dan sekarang lonceng istirahat 1/2 jam. Pukul 10.00 nanti anak-anak akan masuk kelas kembali untuk menyelesaikan 1/2 jam yang tersisa dari total 3 jam di sekolah.


Anak-anak bermain ayunan dan seluncuran dengan riang gembira. Bukan dari kelas Son saja tapi dari 9 kelas yang lain juga. Masing-masing kelas memiliki ayunan dan seluncuran di depan kelas tersebut yang berarti diperuntukkan bagi murid-murid di kelas yang bersangkutan.


Tak heran kalau suasana di taman sekolah khusus anak TK itu sangat ramai pada jam istirahat karena seluruh murid yang jumlahnya ratusan berbondong-bondong keluar dari kelas masing-masing untuk bermain-main.


Tak terasa mereka sudah bermain-main di taman selama 1/2 jam. Sekarang saatnya mereka balik ke dalam kelas karena jam sudah menunjukkan pukul 10.00.


Murid-murid dari kelas Son masuk kembali ke kelas dengan didampingi orangtua atau pengasuh mereka. Begitu juga Son didampingi Jessica.


Setelah mereka duduk di bangku masing-masing, ibu guru membiarkan mereka tenang.


"Baiklah, Anak-anak. Apakah kalian merasa senang bermain-main di taman tadi?" tanya ibu guru setelah melihat mereka duduk dengan tertib.


"Senang, Buuu...!" jawab mereka serempak.


Ibu guru tersenyum. "Jadi kalian suka ke sekolah atau tidak?" tanyanya lagi.


"Sukaaa... Bu!" jawab mereka lagi.


"Jadi besok kalian mau datang ke sekolah lagi nggak?" tanya ibu guru selanjutnya.


"Mau, Buuu...!" jawab mereka ramai-ramai.


Ibu guru pun tersenyum puas.


Setelah itu ibu guru menyuruh anak-anak untuk menyanyi beramai-ramai dari bangku masing-masing hingga terdengar suara nyanyi mereka yang membahanakan seisi kelas. Beberapa lagu anak-anak mereka nyanyikan hingga lonceng pulang berbunyi.


"Baiklah. Pelajaran kita hari ini sudah selesai. Kalian boleh pulang, Anak-anak," kata ibu guru.


Murid-murid di kelas Son pun bangkit dari bangkunya masing-masing dan digandeng orangtua atau pengasuh mereka menuju pintu. Pada akhirnya ruang kelas pun sunyi karena murid-murid bergegas pulang ke rumah masing-masing.


Kathy segera menyambut Jessica dan Son yang berjalan keluar dari ruang kelas.


"Sudah lonceng pulang ya?" tanya Kathy.


Jessica mengangguk. "Iya, Bu."


"Ayo, kita ke mobil," ajak Kathy pada Jessica yang menggandeng tangan Son.


Mereka berjalan bertiga menuju tempat parkir mobil yang letaknya di bagian belakang bangunan sekolah.


"Ayo, Son, naiklah," kata Jessica saat langkah mereka sudah sampai di samping mobil. Kathy sudah membuka kunci pintu mobil dengan anak kunci otomatis.


"Kalian duduk di belakang saja," kata Kathy. "Depan akan sempit jika kamu duduk bareng Son. Biarkan dia beristirahat di jok belakang yang lebih luas, Jes."


Jessica menuruti kata-kata Kathy. Dia batal membuka pintu depan mobil dan beralih ke pintu belakang.


Son pun masuk ke mobil dan duduk di belakang Kathy. Sementara Jessica duduk di samping Son.


Kathy bersiap-siap menjalankan mobilnya. Dia memundurkan dan memajukan mobilnya supaya bisa keluar dari tempat parkir. Setelah itu dijalankamnya perlahan menuju pintu gerbang. Keluar dari sana, Kathy mengendarainya dengan mulus melewati jalan raya yang masih lumayan ramai walaupun tidak seramai jam masuk kantor, jam masuk sekolah, atau jam pulang kantor dan jam pulang sekolah.


"Kita langsung pulang ke rumah ya, Bu?" tanya Jessica.


"Iya, Jes. Emangnya kamu mau singgah ke mana?" tanya Kathy balik.


"Nggak ke mana, Bu," jawab Jessica.


"Ini sudah mau siang dan Son juga sudah capek di sekolah tadi. Kapan-kapan di hari Sabtu kita baru singgah ke tempat lain karena hari Sabtu biasanya anak-anak cepat pulang kan?" kata Kathy.


"Iya, Bu. Kapan-kapan di hari Sabtu kita bawa Son jalan-jalan ke mal sepulang sekolah," jawab Jessica.


Mobil yang dikendarai Kathy telah meraun di jalan raya selama setengah jam sebelum akhirnya sampai di kompleks pervillaan.


Kathy membawa mobilnya melewati pintu gerbang dan pos satpam. Setelah itu menuju villa Tom.


Sesampainya di pintu gerbang villa Tom, tukang kebun pun segera membukakan gerbang untuk Kathy.


Kathy meluncurkan mobilnya memasuki halaman villa yang luas sebelum memarkirkannya di tempat yang biasa.


Jessica segera menuntun Son turun dari mobil dengan menenteng tas sekolahnya. Lalu mereka melangkah menuju tangga pintu utama untuk masuk ke dalam villa.


Ternyata Elen sedang menunggu kepulangan Son di ruang tamu. Wajahnya tersenyum saat melihat Son berjalan masuk dan menuju ke arahnya.


"Akhirnya kamu pulang juga, Nak. Aku menunggumu sedari tadi," Elen segera memeluk Son yang berjalan mendekatinya.


Sepertinya Son tahu jelas kepada siapa dia harus mencari sepulang sekolah. Yaitu Elen, kepala pelayan di rumahnya yang juga adalah orang yang turut mengasuhnya sedari bayi. Walaupun Jessica yang paling banyak mengurus Son, namun Elen juga paling banyak berada di sisi Son mengawasi anak itu setiap saat. Tak terasa sudah 5 tahun hal itu dilakukannya, yaitu sejak Son bayi hingga sekarang dia berusia 5 tahun.


"Bagaimana di sekolah tadi, Son?" tanya Elen sambil membelai kepala Son yang sedang didekapnya.


"Baik, Elen," jawab Son.


Ternyata Son mau menjawab pertanyaan Elen. Dia mau bersuara juga setelah dari tadi diam saja. Bisa dibilang selama di sekolah tadi Son sama sekali tidak bicara pada siapa pun. Jangankan bicara pada teman-teman sekelasnya, bahkan saat ditanya ibu guru dan Kathy pun dia enggan bicara.


"Kamu ada makan di sekolah tadi?" tanya Elen.


"Ada. Bubur kacang hijau," jawab Son.


"Baguslah. Pelajaran apa saja di sekolah tadi? Apakah kamu menyukainya?" tanya Elen lagi.


"Bernyanyi. Ibu guru bercerita," jawab Son.


"Ohya? Cerita apakah itu, Son?" Elen tertarik.


"Dongeng tentang putri raja yang disihir menjadi kelinci," kali ini Kathy yang menjawab. "Ayolah, Son butuh istirahat sekarang, Elen."


Elen mengangguk. "Ayo, Son," ajaknya sambil menggandeng tangan Son menuju tangga ke lantai 2.


Jessica mengikut di belakang Elen dan Son dengan tas sekolah di tangannya.


* * *