Substitute Mom

Substitute Mom
Kedatangan Jessica-Baby Sitter Son



Bab 8


"Kenapa tidak didatangkan lebih awal?" tanya Tom.


"Maksudmu, didatangkan sebelum kamu dan Kathy pulang dari rumah sakitkah?" tanya Elen.


Tom mengangguk, "Iya."


"Memang rencananya begitu, Tom. Tapi yayasannya bilang baby sitter yang akan datang menjaga Son ini adalah baby sitter yang berpengalaman. Umurnya baru 25 tahun tapi dia sudah pernah menjaga bayi selama 6 tahun di 2 tempat. Yayasan harus menunggu masa kontraknya di tempat yang ke-2 itu berakhir dulu baru bisa datang ke sini," jelas Elen.


"Oh, begitu ya," reaksi Tom. "Siapapun yang kamu pilih untuk menjaga Son nanti pastilah yang terbaik. Aku percaya padamu, Elen," kata Tom.


Elen menarik nafas lega. Sebelum memutuskan memilih baby sitter yang akan menjaga Son kecil, Elen memang menyeleksi satu per satu baby sitter yang ditawarkan yayasan.


Elen melihat dengan teliti wajah para baby sitter itu berikut usia dan pengalaman mereka. Dia juga bertanya tentang sifat dan karakternya sampai dirasa Elen yang paling cocok dan berkenan, itulah yang dipilihnya. Elen memilih baby sitter yang berwajah lembut dan ramah. Sedangkan yang berwajah judes dan galak dia singkirkan dari daftar pencariannya. Tentunya, dia juga memilih yang sabar dan penyayang.


"Kurasa aku harus ke atas sekarang," kata Tom sambil bangkit dari duduknya.


Elen pun ikut bangkit dari kursinya.


Tapi barusan Tom bersiap-siap hendak ke lantai atas menjumpai Kathy, terdengar bunyi mesin mobil di pekarangan rumah. Tom dan Elen pun bergegas ke sana.


"Tampaknya baby sitter-nya sudah datang," kata Elen sambil berjalan bersisian dengan Tom.


"Iya, coba kita lihat," kata Tom dengan rasa penasaran.


Mereka berjalan keluar dari ruang dapur menuju ruang tamu kemudian ke arah pintu utama. Benarlah, sebuah mobil tampak parkir di pekarangan rumah dekat pintu masuk utama sementara seorang wanita berumur 25-an yang bertubuh mungil dengan wajah manis dan rambut dikuncir berdiri di samping mobil itu sambil membawa tas travel besar.


Kemudian dia menenteng tas besarnya dan berjalan ke arah Tom dan Elen yang berdiri di dekat pintu utama. Matanya memandang ke arah Tom dan Elen yang juga sedang memandang ke arahnya.


Dia berjalan semakin mendekat dan akhirnya berhenti di depan Tom dan Elen. Jaraknya dengan Tom dan Elen hanya 2 anak tangga untuk melangkah memasuki villa.


Elen menunggu dia menyapa duluan. Benarlah, sejurus kemudian dia menyapa Elen dan Tom sambil tersenyum ramah. Senyumnya sangat manis. Tom melihatinya dan dalam sekejap menyukainya. Sepertinya, Elen tidak salah pilih, kata hati Tom.


"Selamat sore, Pak, Bu," sapanya. "Aku baby sitter yang akan menjaga bayi yang baru lahir di rumah ini," katanya sambil mengangguk sopan memandang pada Tom dan Elen.


"Oh, namamu?" tanya Elen untuk memperjelas kalau memang ini baby sitter yang dipilihnya untuk Son lewat chattingan dengan pengurus yayasan. Walaupun wajahnya memang iya, tapi Elen ingin memastikan juga kalau benar ini orangnya. Ini yang dia pilih.


"Jessica. Umur 25 tahun, Bu," jawabnya.


Baby sitter yang bernama Jessica itu menggangguk dan berjalan menaiki 2 anak tangga untuk masuk ke villa Tom. Dia melihat laki-laki muda berumur 25-an yang berdiri di samping Elen ini sangat tampan dan berkharisma. Ini pasti ayah sang bayi, pikirnya.


"Namaku Elen, kepala pelayan di rumah ini," kata Elen memperkenalkan diri saat Jessica sudah ada di dalam villa. "Dan ini Tom Simon, pemilik rumah ini," sambungnya.


Jessica menyapa Tom dengan sopan. Tom membalas sapaannya dengan sebuah anggukan yang sopan juga.


"Mana bayinya, Bu Elen?" tanya Jessica.


"Ada di lantai 2. Di kamar bayi bersama mamanya," jawab Elen.


"Oh, kalau begitu aku akan melihatnya sekarang," kata Jessica. "Bolehkah aku naik ke atas?" tanyanya saat langkah mereka sampai di dekat tangga yang lebar dan melingkar.


"Iya, tentu saja boleh," jawab Elen. "Tapi sebelum kamu melihat bayi yang harus kamu jaga, kutunjukkan dulu kamarmu sendiri untuk menaruh tasmu dan tentu saja ada kamar mandi di dalamnya juga. Sebaiknya kamu membersihkan diri dulu sebelum bertemu Son kecil."


"Son? Nama bayinya Son?" tanya Jessica di dekat anak tangga yang bersiap-siap mereka naiki.


"Iya. Son. Wilson Simon nama lengkapnya. Tapi kamu boleh memanggilnya Son saja. Begitu juga kami," beri tahu Elen.


"Oh, baiklah," kata Jessica. "Aku akan menaruh tasku di kamarku dulu lalu membersihkan diri sebelum bertemu Son dan menjaganya."


"Iya, ayolah," Elen pun menaiki tangga diikuti Jessica yang menenteng tas besarnya. Sementara Tom yang mendengar percakapan antara Elen dengan baby sitter yang baru datang itu pun mengikut di samping mereka.


Sesampainya di lantai 2, Elen menuntun Jessica menuju kamarnya sendiri yang letaknya berseberangan dengan kamar bayi atau kamar Son kecil. Sedangkan kamar Elen ada di samping kamar bayi. Kamar Elen dan kamar Jessica tidaklah sebesar kamar Son. Namun kamar Tom dan Kathy lebih besar daripada kamar Son. Maklum saja karena kamar Tom dan Kathy adalah kamar utama yang letaknya di depan sedangkan kamar Son, Elen, dan Jeasica letaknya di bagian belakang lantai 2.


Pelayan-pelayan yang lain yang tugasnya memasak, mencuci, dan membersihkan rumah tidak tinggal menetap di villa Tom. Mereka datang pukul 6 pagi dan pulang pukul 5 sore. Elen yang membukakan pintu untuk mereka tiap pagi.


Pelayan yang bertugas memasak akan belanja ke pajak pagi-pagi dan memasak untuk para penghuni rumah Tom. Terutama untuk Tom, Kathy, dan Elen. Setelah mereka sarapan atau makan siang, pelayan tersebut membereskan meja dan mencuci piring. Lalu sorenya dia akan memasak lagi lauk untuk makan malam penghuni rumah. Karena pelayan yang bertugas memasak itu pulang pukul 5 sore maka Elen yang akan mencuci piring kotor sehabis Tom dan Kathy makan malam.


Pelayan yang bertugas mencuci pakaian dan lain-lain juga datang pukul 6 pagi. Sehabis mencuci pakaian dan lain-lain, dia akan menjemurnya di tempat jemuran baju di lantai 3 lalu menggosok baju-baju yang diangkat dari jemuran.


Sedangkan pelayan yang bertugas membersihkan villa yang besar dan luas milik Tom akan menyapu dan mengepel lantai ditambah mengelap semua perabotan rumah.


Selain itu, masih ada tukang kebun di pekarangan rumah Tom yang mengurus tanaman di pot-pot dan membukakan pintu pagar untuk pemilik rumah yang pulang atau pergi. Tentunya jika ada tamu yang datang dia juga yang akan membukakan pintu pagar.


Begitulah gambaran sekilas rumah villa milik Tom dengan para pelayan yang bertugas di dalamnya. Sekarang, bertambah lagi satu pelayan di rumah itu yaitu Jessica, baby sitter yang akan menjaga Son kecil yang bakal berada di bawah pengawasan Elen juga.


* * *