Substitute Mom

Substitute Mom
Cerita Dongeng Putri yang Disihir



Bab 21


Son yang melihat mamanya terharu dan menangis hanya diam dipeluk erat walau hatinya bahagia karena akhirnya apa yang ada di hatinya dimengerti mamanya.


"Son sudah selesai makan," kata ibu guru. "Anak-anak juga sudah selesai makan. Kurasa sekarang kita harus membawa Son kembali ke kelas."


"Oh," Kathy pun melepaskan pelukannya di punggung Son mendengar kata-kata ibu guru. Dia membelai kepala Son sejenak sebelum melepaskan tangannya dan membiarkan ibu guru menggandeng kembali tangan Son masuk ke kelas.


Son duduk kembali di bangkunya semula sedangkan Jessica berdiri di sampingnya.


Murid-murid lain juga sudah siap-siap menunggu pelajaran selanjutnya dari ibu guru. Mangkuk mereka yang kosong sudah disingkirkan dari atas meja.


"Baiklah, Anak-anak, kalian sudah selesai makan. Selanjutnya Ibu akan bercerita tentang satu dongeng yang sangat menarik, yaitu kisah seorang putri yang disihir menjadi seekor kelinci oleh seorang tukang sihir. Mau dengar kisahnya nggak, Anak-anak?" tanya ibu guru.


"Mauuu...!" jawab mereka serempak.


Ibu guru tersenyum dan mulai bercerita. Apa yang dilakukannya adalah menghibur hati anak-anak supaya ke depannya mereka menyukai pergi ke sekolah atau bersekolah karena ada hal-hal yang menarik di sekolah.


Setelah anak-anak duduk dengan tertib sesuai arahan, ibu guru pun mulai menceritakan kisah dongeng putri yang disihir.


Pada zaman dahulu kala ada seorang putri kerajaan yang cantik jelita di negeri antah berantah. Putri ini adalah kesayangan raja karena selain cantik dia juga memiliki budi pekerti yang baik. Dia sangat berbakti pada orangtua dan selalu menolong rakyat jelata hingga dia pun menjadi putri yang sangat disayangi. Namun sayangnya, di usia 16 tahun ibunya alias ratu kerajaan meninggal dunia hingga dia pun menjadi piatu.


Ayahnya yang merupakan raja negeri antah berantah mencari ibu pengganti bagi putri kesayangannya. Tak lama kemudian raja tertarik pada seorang penari istana yang berhasil menghibur hati raja dengan tarian-tariannya yang indah. Raja lalu memperistrinya dan menjadikannya ratu baru di negeri yang dipimpinnya. Putri kerajaan yang cantik jelita pun mendapat seorang ibu tiri.


Setelah penari itu menjadi ibu putri, dia selalu berpura-pura menyayangi putri di depan raja. Namun saat raja tak melihatnya, ibu tiri berubah sikap menjadi galak dan kejam. Putri tak berani mengadukan hal ini pada ayahnya karena dia diancam.


Tanpa raja ketahui, ternyata ibu tiri adalah seorang tukang sihir yang sebenarnya adalah nenek sihir yang berubah wujud menjadi penari berkat ilmu sihir yang dipelajarinya.


Suatu hari saat raja sedang tak ada di istana, ibu tiri membawa putri ke hutan dan menyihirnya menjadi seekor kelinci. Putri yang malang itu ditinggalkan di hutan dalam wujud kelinci sedangkan ibu tiri balik kembali ke istana.


Raja kemudian menyuruh para pengawal untuk mencari putri di seluruh negeri namun tidak berhasil menemukannya karena putri sudah berubah wujud menjadi seekor kelinci yang ditinggal di hutan.


Raja pun sangat sedih hingga jatuh sakit. Raja lalu memikirkan satu cara yaitu mengadakan sayembara barang siapa yang bisa menemukan putri dan mengembalikannya ke istana, bila itu perempuan tua atau muda atau laki-laki tua maka akan diberi hadiah emas permata. Sedangkan bila itu laki-laki muda akan dijadikan menantu raja alias suami putri.


Mendengar sayembara yang sangat menggiurkan itu, rakyat pun berbondong-bondong mencari putri di seluruh penjuru negeri. Lukisan wajah putri telah disebarkan dan ditempel di setiap tembok rumah. Namun hingga sebulan belum ada juga yang berhasil menemukan putri.


Suatu hari seorang pangeran tampan dari negeri seberang berburu rusa ke hutan. Dia menunggang kuda dan anak panahnya melukai kaki seekor kelinci. Pangeran menghentikan kudanya dan turun untuk melihat kondisi kelinci putih yang tak sengaja dilukainya. Ternyata lukanya sangat parah hingga pangeran memutuskan untuk memberinya obat dan membalut lukanya. Kelinci itu dia bawa serta ke penginapan dan dia rawat setiap hari hingga sembuh.


Setelah seminggu lukanya sembuh dan pangeran berencana melepaskannya kembali ke hutan. Dengan menunggang kuda pangeran pergi ke hutan. Sebelum melepaskan kelinci itu di hutan, pangeran mengecupnya dulu sebagai tanda perpisahan. Tak disangka saat pangeran mencium kepala kelinci itu air matanya jatuh mengenai mata kelinci karena sedih harus berpisah dengan kelinci yang sudah dirawatnya selama srminggu dan telah menumbuhkan benih-benih sayang di hatinya. Dalam sekejap kelinci pun meneteskan air mata hingga air mata mereka menyatu.


Di waktu yang bersamaan kelinci berubah wujud kembali menjadi manusia. Spontan saja pangeran sangat terkejut melihat perubahan wujud di depannya dari seekor kelinci menjadi seorang putri kerajaan yang cantik jelita.


Putri yang telah berubah wujud kembali menjadi manusia menceritakan tentang dirinya yang disihir menjadi seekor kelinci dan dibuang ke hutan oleh ibu tiri kerajaan yang ternyata seorang tukang sihir. Pangeran pun berkata akan membawa putri kembali ke kerajaan menemui ayahnya dan menceritakan pada raja akan kejahatan ibu tiri yang ternyata tukang sihir. Putri sangat bersyukur telah bertemu dan diselamatkan oleh pangeran tampan yang baik hati.


Pangeran membawanya kembali ke kerajaan dengan menunggang kuda. Sesampainya di istana raja sangat gembira dan seketika sakitnya sembuh. Pangeran menceritakan pada raja kronologi dia menemukan putri di hutan dalam wujud kelinci. Pangeran pun memberi tahu raja kalau ibu tiri adalah seorang tukang sihir yang telah menyihir putri menjadi seekor kelinci dan membuangnya ke hutan.


Raja sangat marah lalu menyuruh para pengawalnya untuk memenjarakan ibu tiri. Setelah itu raja berkumpul kembali dengan putri dalam suasana yang riang gembira. Raja berkata bahwa dia akan menikahkan putri dengan pangeran sesuai dengan sayembara kerajaan yang diadakannya. Pangeran tentu saja sangat gembira dan setuju karena dia sudah jatuh cinta pada putri di hutan saat melihat wujudnya yang cantik jelita. Sebaliknya putri juga jatuh cinta pada pangeran yang telah menyelamatkannya.


Akhirnya pesta pernikahan yang meriah pun diadakan di istana selama 3 hari 3 malam sebelum pangeran membawa putri ke kerajaan pangeran yang berada di negeri seberang.


Setelah pangeran dan putri tiba di negeri seberang, mereka menjadi sepasang suami isteri yang hidup bahagia hingga akhir hayat. Putri menjadi ratu di negeri pangeran saat pangeran naik takhta menjadi raja di negeri seberang.


Begitulah kisah dongeng yang diceritakan ibu guru di kelas Son yang diceritakan dengan penuh perasaan hingga anak-anak pun memperhatikan ibu guru dengan takjub dan mendengarkan dengan terpana.


* * *