My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 97



"Kondisinya berkebalikan dengan Charles. Dia mengalami koma saat ini." Ungkap dokter Marvin, dan mereka yang mendengar hal itu pun begitu tersentak.


Setelah mengatakan semua itu, baik Charles maupun Sharon segera di pindahkan dari ruang operasi. Mereka di pindahkan menuju ruang perawatan, dan Charlie meminta pada pihak rumah sakit untuk membawa Sharon menuju ruang vip.


Alice, Nick, dan Kent mengikuti para perawat tersebut untuk mengantar Sharon ke ruangannya. Sedangkan Charlie, dan Bill mengikuti perawat yang membawa Charles.


Hari semakin larut, hanya Kent yang masih terjaga untuk menjaga Sharon disana, ia terus berharap jika gadis itu dapat segera sadar, dan berjanji akan memarahinya atas apa yang sudah dilakukannya.


Tak lama kemudian, ponsel Kent berdering, menandakan satu panggilan masuk. Melihat nama yang sangat tak asing di layar ponselnya, ia sedikit tersenyum, seolah rasa penat dalam dirinya hilang seketika.


Setelah menerimanya, suara orang di seberang sana membuat ia merasa tenang, namun juga merasa bersalah. Ingin rasanya ia memeluk orang itu, dan meminta maaf padanya.


"Bagaimana keadaan disana?" Sahutnya.


"Sharon mencakokkan hatinya untuk Charles, dan saat ini dia koma."


"Aku tidak mungkin mengatakan apa yang di inginkan oleh ibunya. Ini bukanlah waktu yang tepat." Orang itu terus menggerutu dalam batinnya.


"Natasha, maafkan aku karena belum bisa pulang untuk saat ini. Maukah kau menungguku?" Sahut Kent dengan nada suara yang terdengar lirih.


"Tidak bisa! Kau harus kembali besok lusa! Natasha gadis yang baik, dan ibu sudah menetapkan tanggal pernikahan kalian dalam waktu 2 bulan. Kalian harus menyiapkan segalanya!"


"Ibu? Kenapa kau selalu berbuat sesuka hatimu? Keadaannya..."


"... kembali atau ibu akan menyuruh Natasha meninggalkan tempat ini."


Kini, Kent menatap Sharon dengan penuh kebimbangan. Apa yang harus di lakukan olehnya? Dia tak bisa meninggalkan Sharon di saat seperti sekarang, karena gadis itu juga merupakan hal yang penting bagi dirinya. Namun, di sisi lain, ia tidak ingin menyakiti perasaan Natasha.


"Baiklah, aku akan kembali." Dengusnya, dan langsung mematikan panggilan tersebut. "Aku harus kembali besok lusa, aku tidak bisa membuat Natasha menunggu lagi, dan sebelum aku kembali, sebelum pernikahan itu di laksanakan. Kau harus sadar, Sharon!" Tutur Kent seraya mengusap dahi gadis itu.


Di tempat yang sama, dan di ruangan yang berbeda terlihat Charlie yang memejamkan matanya. Bill pun tampak masih berada di ruangan itu untuk menjaga kedua putranya. Hingga sesuatu pergerakan terlihat pada jemari Charles, dan tak lama kemudian secara perlahan kedua mata itu terbuka.


Melihat kembali kesadaran pada putranya membuat Bill langsung menghampirinya, setelah memastikan apa yang di lihatnya tidak salah, ia segera keluar untuk memanggil dokter Marvin.


Mendengar suara keributan, Charlie bangun dari tidurnya, dan ia terkejut ketika melihat saudaranya telah mendapatkan kesadarannya. Dengan cepat ia memeluknya, dan dokter Marvin pun datang bersama dengan Bill.


Saat di lakukan pemeriksaan, mereka pun mundur untuk memberi ruang pada dokter tersebut. Dokter Marvin tersenyum setelah mengetahui jika tubuh Charles sudah sangat stabil. Tubuhnya benar-benar tidak terlihat penolakkan atas pencangkokkan yang telah di lakukan.


Tak bisa di pungkiri, meski masih tersimpan rasa sedih, wajah Charlie tetap terlihat bahagia, bahagia karena dapat kembali melihat saudaranya. Saat Charles telah mendapatkan kesadarannya, Charlie meminta ayahnya untuk kembali ke rumah untuk beristirahat.


Meski hari sudah larut, karena merasa lelah, Bill pun kembali ke rumah bersama dengan supir pribadinya. Sedangkan Charles, entah kenapa wajahnya terlihat begitu cemas setelah bangun dari tidurnya.


"Siapa orang yang sudah mencangkokkan sedikit hatinya untukku?" Gumam Charles yang menatap saudaranya.


"Itu.. aku.. aku akan mengajakmu bertemu dengannya besok." Balas Charlie gelagapan.


"Orang itu pasti sangat baik, sehingga dia mau mendonorkan hatinya untukku. Aku akan memberikan apapun yang dia inginkan ketika aku bertemu dengannya nanti."


"Yah, kau harus melakukan itu padanya."


"Bagaimana dengan Sharon? Ketika aku tidak sadarkan diri, apa kau melakukan apa yang ku minta? Apa kau juga selalu mengawasinya?" Charles terus mencecar saudaranya.


"Aku mengikuti apa yang kau minta. Namun, dia memilih untuk mengundurkan diri dari Austin Industries, dan dia juga memberikanku sejumlah uang untuk membayar rumah sakit ibunya yang telah kau bayarkan sebelumnya."


"Kali ini, dia pasti sudah sangat membenciku 'kan?" Tutur Charles yang meremas sebuah amplop yang diberikan oleh saudaranya tadi.


"Tidak! Dia tidak membencimu sama sekali. Dia terus berharap jika semua itu hanyalah sebuah mimpi, dia masih sangat mencintaimu, dan kau harus kembali padanya. Aku akan membawamu untuk bertemu dengannya besok."


"Benarkah demikian? Tapi, bukankah besok kita akan menemui orang yang telah rela mencangkokkan hatinya untukku lebih dulu?"


"Kita akan menemuinya secara bersamaan. Sebaiknya sekarang kau beristirahat!"


"Bersamaan? Bagaimana mungkin?" Imbuh Charles yang kebingungan.


Bersambung ...


Sorry guys episode kali tidak bisa maksimal. Tapi, ku harap kalian tetap menikmatinya.


Jangan lupa untuk follow ig @kyu_shine


dan terus vote novel ini 😁


Thank you dear🤗