My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 110



"Kenapa kau tidak menghubungiku ketika kau sadar?"


"Kau pergi, dan meminta mereka untuk menjagaku selama kau tidak ada. Bukankah itu artinya kau begitu sibuk?"


"Sesibuk apa pun aku, jika menyangkut dirimu, maka aku siap meninggalkan semuanya, dan datang padamu Sharon Hwang. Kau adalah segalanya bagiku." Tutur Charles yang mengusap lembut wajah wanita di hadapannya.


"Baiklah. Hari sudah larut, tidakkah kau berniat untuk pulang? Lalu, datanglah lagi bersama dengan ayahmu."


"Pulang? Sejak kau koma, dan memutuskan membawamu kemari, sejak itulah villa ini juga merupakan tempat tinggalku, dan kamar ini juga merupakan milikku."


"Jangan memutuskan semuanya sendiri. Jika kau tidak pulang, aku akan menelfon kak Nick. Kamar? Kau tidak boleh menjajah kamarku juga."


"Kau ingin menelfon Nick? Telfon saja! Dia bahkan sudah menyetujui hal tersebut, dan aku bukan hanya menjajah kamar ini, namun aku juga akan menjajah pemilik kamar ini." Ejeknya seraya menyeringai ke arah Sharon.


"A-apa maksudmu? A-aku ingin istirahat, sebaiknya kau keluar." Tutur Sharon yang memiringkan tubuhnya seraya menarik selimutnya agar menutupi tubuhnya.


"Aaah kebetulan aku juga lelah. Baiklah, mari kita tidur, selamat malam." Charles langsung membanting tubuhnya di atas ranjang, dan hal itu membuat Sharon terkejut.


Apa yang sudah di lakukan pria itu? Kenapa dia tertidur di sisinya? Lebih terkejut lagi, ketika tangan Charles memeluknya dari belakang, hal itu semakin membuatnya kebingungan. Tidak biasanya pria ini berlaku seperti ini, dan menurutnya, ini sudah di luar batas.


Sharon mencoba untuk bangun meski tubuhnya masih terasa begitu lemas, ketika ia hendak membuka suara, Charles justru menariknya ke dalam pelukannya. Ia memeluknya begitu erat, sulit untuknya berontak, karena pelukannya terasa begitu erat.


"Bisakah kau melepaskanku?" Gumam Sharon.


"Aku tidak akan melepaskanmu, untuk sekarang maupun nanti."


"Tapi, ini sungguh tidak benar. Tidak seharusnya seperti ini."


"Apanya yang tidak benar? Apa salahnya jika aku tidur dengan memeluk istriku sendiri? Katakan padaku dimana letak kesalahannya!"


"I-istri? Apa maksud ucapanmu itu, Charles?" Sharon mencoba mendongakkan kepalanya agar mampu menatap wajahnya.


Terlihat jelas jika wajahnya terlihat begitu tenang ketika mengatakannya. Tidak terlihat candaan disana, namun ucapannya benar-benar tidak di mengerti oleh dirinya. Meski ia sangat menginginkan hal tersebut, namun bagaimana mungkin itu semua terjadi?


"Kau adalah istriku, Sharon. Aku tidak berkata bohong. Beberapa hari setelah aku sadar, dan mengetahui dirimu lah yang menjadi pendonorku, saat itu juga aku memutuskan untuk menikahimu."


"Ketika aku tengah koma? Benarkah begitu?"


"Benar. Aku memiliki buktinya." Charles melepaskan pelukannya, dan menyambar ponselnya yang berada di atas nakas. "Lihatlah!" Lanjutnya lagi seraya menunjukkan beberapa foto yang di ambil menggunakan ponsel miliknya.


Melihat foto-foto itu membuat Sharon duduk menyandar, satu per satu ia lihat, dan sesekali ia menatapi Charles secara bergantian. Kemudian, ia meletakkan ponsel itu, tanpa di sangka air matanya menetes, lalu ia segera berhambur memeluk pria di sisinya.


"Apa yang terjadi? Berbaliklah sekarang!" Pintanya.


"Tidak apa-apa. Bukankah tadi kau bilang ingin beristirahat? Besok pagi, kita akan pergi ke rumah ayah, dan juga ke rumah keluargamu."


"Aku bilang berbalik!" Charles yang masih tak mendengar ucapannya itu pun terpaksa membuat Sharon kembali memeluknya, agar mampu membuka bagian belakang pakaian yang tengah di kenakan oleh Charles, dengan begitu, ia akan mengetahui apa yang terjadi padanya.


"Itu hanya luka kecil." Sahut Charles yang mendorong pelan tubuh wanita di hadapannya.


"Punggungmu terdapat banyak lebam, apa yang terjadi sebenarnya? Kapan luka itu kau dapatkan?" Kini, tatapan Sharon menjadi tajam dalam sekejap, dan hal itu membuat Charles menelan air liurnya sendiri.


Tidak ingin bertengkar dengannya, Charles pun menceritakan segalanya, ia menceritakannya mulai dari awal hingga ia mendapatkan luka itu. Tidak sedikit pun ia mengurangi atau melebihkannya, semua ia ceritakan apa adanya di hadapan wanitanya.


Hingga ketika Charles telah menyelesaikan ceritanya, tanpa berkata apa-apa, Sharon turun dari ranjangnya secara perlahan untuk mengambil sesuatu. Charles hendak melarangnya, namun Sharon mengabaikan ucapannya, dan tetap pergi.


Tidak lama kemudian, Sharon kembali dengan membawa semangkuk air hangat serta handuk di dalamnya. Lalu, ia lekas meminta Charles untuk segera berbaring agar dirinya bisa mengobatinya.


"Cepat buka pakaianmu, dan aku akan mengompresnya!"


"Yakin ingin aku membuka pakaianku? Mengingat beberapa menit yang lalu, bukankah kau enggan melihatku hanya..."


"... cepat lepaskan agar aku bisa mengobatinya!" Tekannya lagi.


"Astaga, aku baru tahu ternyata kau memiliki sisi yang sangat menyeramkan. Namun, entah kenapa aku tetap menyukainya." Ujar Charles, dan tatapan Sharon semakin tajam sehingga membuat Charles menghela nafasnya. "Baik-baik aku mengerti." Sambungnya yang langsung mengikuti perintah Sharon.


Charles berbaring dengan melepaskan pakaiannya. Lalu, Sharon segera mengompresnya secara perlahan, namun tetap saja terdengar sedikit rintihan yang keluar dari bibir pria itu.


"Besok, aku ingin kau mengembalikan S.Every pada mereka." Ungkap Sharon, dan ucapannya itu membuat Charles membalikkan tubuhnya agar mampu menatapnya.


"Kenapa kau memintaku untuk melakukan itu? Mereka bahkan sudah menjebakku, mereka pantas mendapatkannya. Bahkan James sudah berani menghinamu, dan aku tidak akan rela jika..."


"... bagaimana pun, putrinya tidak mengetahui soal ini. Jika kau tidak rela mengembalikan itu pada ayahnya, kembalikan itu menjadi atas nama putrinya. Charles, menyimpan dendam pada orang lain itu tidaklah baik, hal itu hanya akan membuat masalah semakin panjang, dan akan menimbulkan permusuhan yang berkepanjangan. Maafkan, dan lupakan! Kemudian, kembalikan hak mereka! Kau mengerti maksudku 'kan?"


Bersambung ...


Tak kenal maka tak sayang,


Go Follow👉🏻IG: @kyu_shine