My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
[Special Episode] Last



Siang itu di kediaman Charles. Rumah terlihat begitu ramai dengan beberapa anak perempuan, yah sesuai janji yang pernah di berikan oleh Sharon pada teman-teman di sekolah Erian serta Eliane, Sharon mengajak mereka untuk mengunjungi rumah untuk ikut makan siang bersama.


Ketika makan siang telah tiba, mereka duduk di tempatnya masing-masing, dan mulai menyantap makanan yang berada di hadapannya. Charles yang mengetahui rencana tersebut pun memilih untuk meliburkan diri agar dapat membantu istrinya serta melihat kepopuleran anak sulungnya.


Merasa kesal dengan mereka yang datang, Eliane yang baru saja kembali dari kamar pun kebingungan harus duduk di sebelah mana. Memang masih banyak tempat tersisa, namun biasanya dia akan duduk di sisi Erian, namun tempat tersebut sudah di kuasai oleh teman-teman sekolahnya.


Erian yang menyadari hal tersebut pun meminta teman perempuannya untuk berpindah tempat, dan memberikannya pada Eliane. Anak kecil itu tampak enggan meninggalkan tempat duduknya, karena dia tidak ingin duduk jauh dari Erian. Charles melihat itupun sedikit tertawa, dan ternyata benar jika putranya kurang memiliki sifat ramah pada seorang perempuan.


"Elia, bagaimana jika makan siang bersama ayah, dan ibu saja?" Tutur Sharon yang menghampiri putrinya. Eliane yang menganggukkan kepalanya pun langsung mengikuti langkah ibunya.


Saat yang lain tengah menikmati santapannya, Erian hanya mampu menghela napasnya. Dia merasa telah kehilangan nafsu makannya ketika mendapati teman kelasnya di undang ibunya untuk makan siang bersama, dan Erian sungguh tak menyukai ide ibunya tersebut.


"Erian, kau mau daging?" Salah satu temannya menyodorkannya.


"Tidak mau." Jawab Erian yang terdengar semakin dingin.


"Bagaimana jika ayam?" Satu temannya lagi menyahut.


"Tidak." Balas Erian lagi tanpa menatap mereka sedikit pun.


"Sejak tadi Erian terus mengunyah tanpa minum sedikit pun. Minumlah dulu agar..."


"... aku sudah kenyang." Erian menyela ucapan temannya seraya menyimpan peralatan makanannya ke meja hingga menimbulkan bunyi, dan ia bergegas untuk meninggalkan ruang makan.


Secara bersamaan, Charles tersedak dengan makanan yang tengah di lahapnya. Menurutnya, putranya benar-benar luar biasa, dan juga memiliki pesona serta daya tarik yang luar biasa. Setelah menyelesaikan makanannya, Charles segera menghampiri mereka seraya membawakan sedikit makanan penutup.


"Apa paman adalah ayahnya Erian?"


"Tentu, anak manis. Aku ayah Erian, dan juga Eliane." Charles tersenyum seraya mengusap puncak kepala salah satu anak tersebut.


"Tidak aneh jika Erian tampan, karena paman saja begitu tampan."


Hal tersebut sungguh membuat Charles sangatlah terkejut, dan Sharon yang mampu mendengar itu pun bergantian tersedak dengan makanan yang tengah di nikmatinya. Sedangkan Charles segera membawakan air untuk istrinya saat menyadari bahwa Sharon membutuhkannya.


Meminum air yang di bawakan oleh Charles, Sharon menenggaknya habis seraya memukul pelan dadanya, sedangkan Charles menepuk-nepuk punggungnya. Setelah itu, Charles mendapatkan sebuah tatapan yang begitu tajam dari wanita di hadapannya.


"Kau bahkan berani menebar pesonamu dengan anak kecil, hah?" Ucapan Sharon tersebut terdengar bak petir yang menyambar sampai ke dalam hati Charles.


"Untuk apa aku melakukan itu? Mungkin mereka memang pandai melihat ketampanan seseorang. Ah benar, dengan begitu aku jadi tahu bagaimana putraku mendapat kepopuleran itu. Ternyata itu semua mengalir dariku." Charles menyilangkan kedua tangannya seraya tersenyum, dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Begitukah?" Kini tatapan Sharon semakin terlihat tajam, sehingga membuat Charles yang menyadari itupun sedikit terkekeh.


"Ha Ha Ha. Kau tenang saja, walau begitu banyak wanita yang kelak menghampiriku, aku akan tetap memilihmu, istriku." Charles memeluknya seraya menciumi pipi Sharon berulang kali.


- Special Eps END -


~ Teaser Season 2 ~


Ketika kau merasa kehilangan harapan. Ingatlah kembali apa alasanmu ingin melakukan hal tersebut. Dengan begitu, kau akan mendapat sebuah harapan baru.


"Kutipan yang menarik. Aku akan membeli satu." Seorang gadis cantik tampak memegang minuman di tangannya, kemudian ia membawa buku yang baru saja di bacanya menuju meja kasir.


Setelah membayar barang yang di bawanya, gadis itu segera membeli sesuatu untuk makan siang seseorang yang di sayanginya. Ia tampak bingung ketika melihat menu yang ada, meski bingung, ia tak lama dalam memutuskan, karena itu akan membuang-buang waktunya.


"Terima kasih, nona. Selamat datang kembali." Sahut salah seorang pelayan setelah memberikan bingkisan pada pelanggannya, dan gadis itu tersenyum hangat menanggapinya.


Kini, ia telah berada di suatu tempat, dia telah berada di tempat yang ingin ia tuju. Karyawan disana menyapanya saat melihat kedatangannya, dan hal tersebut hanya mampu di balas dengan senyuman olehnya.


"Kakak, aku dat..." Ucapannya terhenti ketika melihat seseorang yang tengah duduk bersama dengan saudaranya itu. "Kak Vero? Kau ada disini juga? Sejak kapan?" Sambungnya yang langsung duduk.


"Hmmm, aku baru saja tiba. Kau membeli sesuatu?" Balasnya.


"Elia, lain kali ketuk pintu lebih dulu sebelum memasuki ruanganku!" Celetuk salah seorang disana.


"Aku membeli makan siang untuk kak Erian. Apa kau mau memakannya bersama kami?"


Dia selalu mengabaikanku jika Vero ada disini.


Erian tampak menghela napasnya melihat kelakuan adiknya yang tak berubah sedikit pun jika tengah bersama dengan Vero, dan Vero pun tampak tak keberatan jika harus berada di dekat dengannya. Lagi pula keduanya tumbuh besar bersama, dan sudah saling mengenal baik bagaimana sifat mereka masing-masing.


"Bagaimana jika lain waktu? Hari ini aku ada janji dengan seseorang, lagi pula aku datang hanya untuk mengantar dokumen perjanjian pada Erian."


"Aaahh sayang sekali. Padahal aku membeli zurcher geschnetzeltes kesukaanmu." Tutur Eliane seraya mengeluarkan makanan dari dalam paper bag.


"Maafkan aku." Vero memelas di hadapan Eliane, hingga gadis itu tersenyum kecil menanggapinya. "Baiklah, aku harus pergi sekarang, sampai jumpa Elia." Sambungnya seraya mengusap puncak kepala gadis itu.


Dia pasti hendak menemuinya 'kan?


~ Teaser END ~


____________________________


Season 2 akan segera di terbitkan. Menurut kalian, di lanjutkan di sini atau membuat judul baru? Jika ingin membuat judul baru, maka akan di buatkan pengumaman di bab selanjutnya mengenai judulnya.


Dan season 2 akan berfokus pada cerita generasi baru, yaitu kehidupan dari anak-anak mereka. Jadi, silahkan melakukan voting di bawah ya, dan terima kasih yang sudah melakukan voting di IG @kyu_shine beberapa hari yang lalu😍


Lanjut di Cerita Ini atau Buat Judul Baru