My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 160



"Tapi menurutmu, apa aku pernah sungguhan memangkas gaji atau bonusmu?" Sahut Charles yang menyilangkan kedua tangannya seraya menatap asistennya dengan begitu intens.


"Tidak. Aku 'kan sudah katakan, jika aku hanya bergurau." Pungkasnya membela diri, dan melihat raut wajah Key, membuat mereka yang melihatnya pun tertawa bersama, begitu pun halnya dengan Charles.


Sharon menatapi mereka dengan sebuah senyuman, sehingga ia mencoba berjalan mundur, namun langkah kakinya dapat di rasakan oleh Charles, dan hal itu membuatnya menoleh seraya mengangkat salah satu alisnya.


"Aku haus, aku akan kembali setelah mengambil air." Sharon tersenyum simpul ke arahnya yang kemudian di balas anggukkan oleh suaminya.


Seperti apa yang di katakannya. Ia berjalan menghampiri meja untuk mengambil air, ketika hendak meminumnya ia merasakan sesuatu pada perutnya hingga gelas yang di genggamnya pun pecah tanpa di sengaja.


Peka dengan suara pecahan itu lantas tak membuat Charles diam saja. Ia segera menoleh, dan ia melihat istrinya tengah memegangi perut besarnya dengan salah satu tangannya lagi memegang meja. Kakinya sudah tidak sanggup menopang tubuhnya, ketika hampir terjatuh, dengan tepat waktu Charles menahannya, dan segera menggendongnya.


"Aku rasa Sharon akan segera melahirkan, bawa dia ke rumah sakit sekarang!" Bill menyahut seraya mengusap puncak kepala Sharon.


"Maaf Charlie. Aku harus pergi." Sahut Charles yang langsung membawa Sharon pergi dari sana.


Saat berada di dalam mobil, Charles melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Keringat mulai bercucuran, dan itu merupakan perasaan yang luar biasa bagi Sharon. Ia bahkan menggenggam erat sebelah tangan Charles untuk menahannya.


Ketika berada di rumah sakit, melihat kondisi Sharon membuat perawat membawanya menuju ruang bersalin, sedangkan yang lainnya lekas memanggil Yarry. Yarry yang sudah tiba pun mulai mengecek bukaan pada Sharon, namun tiba-tiba saja Charles menepisnya.


"Apa yang mau kau lakukan? Kau ingin mengambil kesempatan?" Sahut Charles dengan kesalnya.


"Kesempatan apa? Jika aku tidak melihatnya, bagaimana aku tahu sudah sampai tahap mana Sharon harus melahirkan?" Yarry membalas dengan tak kalah kesalnya.


"C-Charles." Sharon mencoba meraih tangan suaminya, merasa di panggil, Charles menoleh, dan saat Charles menatapnya dengan lirih, Sharon segera menggelengkan kepalanya. Pada akhirnya hal itu hanya membuat Charles menghela napasnya, lalu mencoba menggenggam kembali tangan istrinya.


"Air ketubanmu sudah pecah, Sharon! Dan bukaannya pun sudah hampir sempurna." Sahut Yarry dengan wajah bahagianya, karena ia sendiri pun sungguh tidak sabar melihat si kembar lahir. "Kita harus memasangkan fetal scalp clipnya sekarang!" Tambahnya lagi, dan perawat segera menyiapkan apa yang di minta olehnya.


"Apa dia akan baik-baik saja?" Charles menyeru dengan suara yang terdengar sedikit lirih. Raut wajahnya tampak khawatir, karena dia tahu melahirkan bayi kembar dengan normal lebih beresiko dari pada melahirkan satu bayi, ia membaca di internet soal itu.


"Kau tenang saja Charles! Ibu, dan bayinya tidak mengalami komplikasi apapun. Kehamilannya pun sangatlah sehat, jika sesuatu terjadi, maka aku tidak akan mengizinkannya untuk melahirkan secara normal. Sebaiknya fokus saja dengan persalinannya, dan teruslah bersamanya!" Yarry menerangkan, dan ketika semua telah siap, Yarry mulai mengenakan sarung tangan medisnya.


Sebelum itu, perawat memberikan bius epidural¹ pada punggung Sharon. Lalu, Yarry segera memberikan bimbingan Sharon untuk mengejan agar dapat melahirkan bayi pertamanya.


(¹ bius untuk membuat bagian tertentu mati rasa)


Mengikuti intruksi yang di berikan oleh Yarry, Sharon mencoba untuk mengejan, keringat terus bercucuran, dan genggamannya pada Charles pun tentu semakin erat. Sesekali Charles menyeka keringat tersebut, bahkan ia memberikan semangat pada istrinya, dan mencoba untuk menghalau semua pikiran negatifnya.


Berbeda dengan Sharon yang tengah berjuang di ruang bersalin. Bill, Charlie beserta yang lainnya pun kini dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk mengetahui kondisi Sharon. Selama perjalanan, Nick pun tampak terlihat khawatir, karena bagaimana pun, Sharon adalah sepupu kesayangannya.


Bukan hanya Nick, dan keluarga Sworth yang merasa cemas. Alice pun merasakan hal yang sama, dan ingin sekali cepat tiba di rumah sakit. Selain mereka, Kent juga merasa sedikit panik, dan itu terlihat jelas pada raut wajahnya. Meski begitu, hal tersebut tidak membuat Natasha merasa cemburu, karena dia tahu bagaimana dekatnya hubungan antar keduanya.


Setibanya mereka di rumah sakit, mereka segera menuju ruang bersalin yang di beritahu letaknya oleh salah satu perawat disana. Saat berada tepat di depan ruang bersalin, langkah mereka berhenti secara bersamaan ketika mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan tersebut.


"Mereka telah lahir, Charlie." Bill menyahut, dan tanpa sadar air matanya menetes. Kemudian, Charlie memeluk ayahnya dengan perasaan yang sama bahagianya.


30 menit kemudian, pintu terbuka, dan mereka memindahkan Sharon menuju ruang perawatan. Sedangkan kedua bayi mereka masih dalam pengecekkan kondisi. Yarry benar-benar tidak menyangka jika si kembar akan terlahir dengan begitu sehat, dan mengeluarkan mereka pun terbilang cukup mudah.


Lalu, perawat membawanya menuju ruangan bayi untuk memasukkannya ke dalam inkubator terlebih dahulu, dan sebagian dari mereka mengikuti perawat yang tengah membawa baby twins. Sedangkan di ruang rawat, tampak tengah terjadi sedikit perselisihan.


"Aku tidak mau tahu, si sulung harus menggunakan marga ibuku, marga Hwang!" Seru Sharon.


"Menggunakan nama Hwang pun tidak ada salahnya, dan namamu akan di sematkan pada si bungsu! Jika namamu yang di gunakan si sulung, maka tidak akan ada lagi penerus nama ibuku." Gumam Sharon.


"Dengarkan aku, adik kesayanganku! Si sulung harus menggunakan nama ayahnya, karena dialah yang akan memimpin nanti, dan anak sulung memang sudah seharusnya mengikuti nama ayahnya, baik dia laki-laki maupun perempuan." Nick mencoba menengahi mereka, dan Sharon pun hanya menghela napasnya mendengar penuturan kakaknya. Sedangkan Charles mengangkat jempolnya seraya mengedipkan salah satu matanya ke arah Nick.


"Baiklah, aku mengalah." Sharon mendengus seraya mempoutkan bibirnya, dan Charles memeluknya senang, ia bahkan mencium dahi Sharon berulang kali.


1 jam kemudian, Bill serta Charlie mendorong ranjang bayi ke dalam ruang rawat Sharon. Mereka yang disana pun menghampiri si kembar, dan memandangnya dengan begitu gemas. Sedangkan Charles tetap duduk di sisi Sharon, menyandar pada ranjang seraya merangkulnya. Ketika Nick, dan Kent hendak menggendongnya, dengan cepat Charles menghadang mereka.


"Kalian tidak boleh menyentuhnya sebelum aku, dan Sharon menyentuhnya!" Tatapan itu terlihat tajam, namun mereka semua tertawa melihat hal tersebut, dan Sharon hanya menepuk dahinya.


Tidak mengerti, dan takut untuk mengangkatnya, Charles pun terkekeh seraya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Pada akhirnya ia meminta bantuan untuk mengangkat kedua buah hatinya. Lalu, Iriana serta Bella Sworth pun mengangkat mereka dari ranjangnya, dan memberikannya pada Sharon serta Charles.


"Mereka yang ku nantikan telah lahir, mereka yang selama ini membuat kami gelisah pun telah lahir, dan mereka yang selama ini merampas bantalku setiap malam pun telah lahir. Aku akan sangat menyayangi kalian." Charles mencium bayi yang berada dalam gendongannya, dan juga yang berada dalam gendongan Sharon.


"Lalu, siapa nama keduanya?" Key yang berada di sana pun menyahut.


"Erian Austin, dan..."


"... Eliane Hwang." Sharon menyela ucapan Charles seraya menatap wajah mungil putrinya.


Kehidupan baru telah lahir. Sepasang anak kembar pun telah memiliki kehidupannya. Kebahagiaan telah di dapat oleh semuanya, dan tidak satu pun dari mereka yang merasa kekurangan. Karena semua keinginan mereka telah tercapai, dan semoga kebahagiaan berlangsung seterusnya pada kehidupan orang-orang yang berada di sana, juga pada semuanya.


~ TAMAT ~


____________________________


Tidak ku sangka cerita ini telah berakhir, dan disini aku hadir untuk berterima kasih pada kalian para pembaca setiaku yang mana selalu sabar menunggu updatean yang begitu lama ini.


• Terima kasih sudah memberikan dukungan untuk MbMc💙


• Terima kasih sudah memberikan like, kritikkan serta saran yang bisa membangun cerita ini💙


• Terima kasih sudah bersamaku selama beberapa bulan bulan ini💙


Karena tanpa kalian, MbMc bukanlah apa-apa😍


Jangan khawatir, setelah ini akan di buat beberapa special episode mengenai si kembar. Di tunggu ya😍


Selagi menunggu jangan lupa untuk cek karyaku lainnya, dengan judul di bawah ini :


- Time With You


- Don't Give Me Hope!


- Storm


Sampai bertemu lagi di 'special episode'🙏🏻😘