My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
[Special Episode] Bagian 03



Jam makan siang pun tiba, dan mereka memutuskan untuk pergi bersama menuju salah satu restaurant yang tak jauh dari Austin Industries. Dalam perjalanan, Erian tetap memegang bukunya, sedangkan Eliane duduk dengan tenang, namun sesekali matanya menatap keluar untuk melihat apakah mobil milik Kent masih mengikutinya atau tidak.


Menyadari sikap putrinya, Charles sedikit terkekeh hingga membuat Sharon yang mendengarnya pun merasa aneh. Ada apa dengan suaminya? Kenapa dia tertawa kecil tanpa sebab? Kemudian Sharon mendapati suaminya melirik ke arah kaca untuk melihat ke belakang, setelahnya Sharon pun mengerti maksud dari tawa itu.


"Apa kau pikir Elia tengah..."


"... dia masih cukup kecil, Charles! Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak." Dengan cepat Sharon memangkas ucapan suaminya, dan itu membuat Charles langsung membungkam bibirnya.


Mereka tiba, dan saat turun dari mobil, Eliane langsung berlari ke arah Kent, lalu Sharon hanya menghela napasnya melihat kelakuan putrinya. Sedangkan Erian, ia memilih untuk berjalan masuk ke dalam, dan di ikuti oleh yang lainnya.


Ketika berada di dalam pun, Eliane memilih untuk duduk di sisi Vero, dan Natasha tak mempermasalahkan hal tersebut. Pelayan tiba, mereka pun segera memesan beberapa makanan. Restaurant tersebut menyajikan makanan yang begitu enak bagi Charles, karena itulah dia memilihnya untuk mengajak mereka menuju tempat itu.


"Elia, cepat kembali kemari! Duduklah di sampingku! Kau tidak boleh berbuat seenakmu, hal itu mungkin mengganggu kenyamanan orang lain." Erian menyeru pada adiknya, dan Eliane tampak menggelengkan kepalanya seraya memegangi tangan Vero. Lalu Vero hanya tersenyum seraya mengusap kepala Eliane.


"Waaahh lihat sikap dinginnya itu, sungguh bukan Charles sekali. Mungkin sikap itulah yang membuat para gadis tertarik padanya." Celetuk Kent memandang takjub ke arah Erian yang duduk di sisi Sharon.


"Kakak memang seperti itu, paman. Entahlah kenapa mereka menyukainya sampai-sampai terus mengekori kemana pun dia pergi." Eliane mempoutkan bibirnya.


"Cepat kembali kemari, Elia!"


"Tidak mau! Lagi pula aku 'kan akan menjadi menantu paman Kent ketika sudah besar nanti." Gadis kecil itu menjulurkan lidahnya, dan hanya membuat Erian menepuk dahinya sendiri. Sedangkan, Charles serta Sharon sangatlah terkejut ketika mendengar Eliane bicara seperti itu.


"Hey gadis kecil, kau bicara soal 'menantu', apa kau tahu arti dari kata itu?" Charles pun membuka suara.


"Tentu saja Elia tahu." Jawabnya yang kemudian membuat Charles menatap Sharon penuh dengan tanya. Dari mana putrinya tahu hal semacam itu?


"Kau pasti melihat serial film itu lagi bukan? Sudah ku bilang untuk jangan menonton film seperti itu!" Erian kembali menyahut, dan Eliane tampak mengabaikan ucapan saudara kembarnya itu.


Makanan telah datang, akhirnya Erian mengalah pada saudaranya yang memilih untuk duduk berseberangan dengannya. Kini, mereka menyantapnya dengan nikmat, dan Erian tampak menghabiskan banyak cheese fondue, yah sepertinya ia menyukai makanan tersebut, tidak berbeda dengan Sharon yang sangat tergila-gila dengan makanan itu.


•••


Saat hari mulai berganti, seperti biasa, Charles sudah terlihat rapi dengan setelan kantornya, sedangkan Erian tengah sibuk dengan buku serta gadget di tangannya, dan Eliane bermain dengan mainannya sendiri.


Charles terlihat kesulitan saat menyimpulkan dasinya, lalu Sharon pun membantunya ketika selesai mencuci piring. Saat ia sedang melilitkan dasi tersebut, Charles menatapnya dengan senyuman hangatnya, meski belum selesai, Charles mencuri kesempatan untuk mencium keningnya, dan hal itu membuat Sharon tersipu.


Erian yang peka pun melihat jelas kejadian itu, dan ia sedikit menyimpulkan senyumannya saat melihat kedua orang tuanya. Lalu, Eliana yang penasaran dengan apa yang di lihat kakaknya itupun berhasil melihat kejadian yang di lihat oleh Erian, dan gadis kecil itu tampak mengerjapkan matanya berulang kali.


"Kak, apa yang di lakukan ayah, dan ibu?" Eliane bertanya dengan nada polosnya, dan masih menatap pada orang tuanya.


"Sebaiknya abaikan mereka. Apa kau mau di temani main di teras belakang?" Sahut Erian yang menyentuh wajah saudaranya untuk menatap dirinya.


"Aku ingin bermain disini saja."


Hubungan keduanya masih begitu hangat meski mereka telah memiliki dua orang anak, dan dapat terlihat jelas jika perasaan Charles terasa semakin kuat pada istrinya, begitupun sebaliknya. Ketika pelukan di lepaskan, Charles mencium Sharon dengan begitu lembut, hingga di balas dengusan oleh Erian.


"Apa kalian sadar jika disini ada Elia? Dia masih kecil untuk melihat hal seperti barusan." Erian melakukan komplain dengan bertolak pinggang di hadapan orang tuanya, dan Charles yang merasa gemas pun langsung menggendongnya.


"Siapa yang kau bilang masih kecil?" Ucap Charles dengan menatap putranya.


"Tentu saja Elia."


"Usiamu, dan Elia itu sama. Kalian lahir di hari yang sama, dan hanya berbeda beberapa menit saja. Itu artinya kau juga masih kecil."


"Kami memang kembar, tapi pemikiran kami sangat berbeda. Sebaiknya ayah turunkan aku sekarang! Posisi seperti ini sangatlah memalukan bagiku, ayah." Erian memalingkan wajahnya, sedangkan Eliane yang melihat itupun langsung berlari menuju arah Charles.


"Ayah, aku juga ingin di gendong olehmu." Rengek Eliane seraya menarik-narik kaki Charles. Melihat putri kecilnya merengek membuatnya merasa gemas, dan ia pun segera menggendongnya tanpa menurunkan Erian.


"Ayah." Ucap Erian seraya menatapnya, dan Charles yang membalas tatapan itu pun hanya tersenyum.


"Sebaiknya berikan Erian padaku!" Sambar Sharon, dan tidak bisa menentang permintaannya, Charles mengikuti perkataannya dengan cara menurunkan putranya.


"Terima kasih. Hanya ibu yang mengerti aku." Tutur Erian yang kemudian hendak berjalan meninggalkan mereka, namun dengan cepat Sharon menahan lengan kecilnya, lalu ia pun berlutut agar mampu memeluknya. "Ternyata ibu pun sama dengan ayah." Timpalnya. Namun, pelukan itu terasa sangat hangat, dan membuat Erian terbawa dalam pelukan tersebut.


"Ketahuilah satu hal, Erian! Ayah, dan ibu sangat menyayangimu, begitupun pada Eliane. Meski kau masih kecil, ibu tahu jika pemikiranmu tidak jauh berbeda dengan pemikiran orang dewasa. Ibu berpesan padamu, ketika besar nanti, kau harus terus menjaga Elia apapun yang terjadi, jangan biarkan dia seorang diri, dan jangan biarkan orang lain menyakitinya. Kau mengerti maksud ibu 'kan?"


"Ibu tenang saja, aku pasti akan menjaganya."


Melihat Erian dengan Sharon berpelukan membuat perhatian Charles teralihkan, sehingga sebuah senyuman pun terlukis di bibirnya. Kemudian, Eliane di turunkan dari gendongannya, dan Charles menghampiri kedua anaknya serta Sharon.


"Aku menyayangi kalian. Kalian adalah duniaku, dan aku akan memberikan apapun yang kalian butuhkan selama hal itu bisa membuat kalian bahagia." Tutur Charles.


♠Akan ada satu special eps lagi untuk menuju musim kedua♠


Sembari menunggu baca novel di bawah ini ya👇🏻


• Time With You!


• Don't Give Me Hope!


• Storm


Terima kasih💙