
Merasa sendiri dirumah. Sharon memutuskan menginap di tempat Alice. Banyak hal yang ia ceritakan padanya, ia juga memberitahu sahabatnya mengenai permintaan Kent.
Mendengar Sharon menyetujui permintaan pria itu, tentu membuat Alice kesal dengan keputusannya. Tidak seharusnya dia menyetujuinya, Alice tidak ingin jika sesuatu terjadi lagi pada sahabatnya itu.
Bagaimana pun, orang seperti ibunya Kent itu selalu berani melakukan berbagai cara untuk mendapatkan semua keinginannya, dan hal itulah yang membuat Alice khawatir.
"Tapi aku sudah terlanjur mengiyakannya. Melihat ke putus asaan dari wajahnya, sungguh membuatku tidak bisa menolaknya."
"Apa kau sudah memberitahu Charles soal ini?"
"Aku akan mengatakan padanya besok. Aku yakin jika Charles akan mengerti soal keputusan yang ku ambil ini."
•••
Keesokannya Sharon tengah bermalas-malasan dirumah Alice. Sedangkan sang pemilik rumah sudah berangkat untuk melakukan rutinitasnya.
Berbeda dengan Charles, ia justru sibuk dengan rapatnya. Mereka tengah membicarakan soal tender yang akan berlangsung besok di London. Segala persiapan yang diminta olehnya, semua pemegang saham memberikannya pada Charles.
"Tuan Austin, maaf karena menerobos rapat kalian semua. Aku disini hanya ingin mengantarkan dokumen ini pada anda."
"Tuan Louis? Dimana Kent? Kenapa tidak dia saja yang mengantarnya?"
"Beliau tidak bisa datang karena ada halangan. Dia juga menyampaikan maafnya untuk anda."
"Baiklah tidak apa-apa." Sahut Charles yang menerima dokumen tersebut. "Semua pekerjaan kalian sudah ku terima, besok pagi aku akan berangkat kesana, aku harap kemenangan berpihak pada kita." Sambungnya lagi.
Rapat selesai. Charles kembali ke ruangannya, dan mengecek beberapa dokumen yang sudah ia terima. Ia mempelajarinya satu per satu dengan seksama. Sebagai perwakilan, Charles tidak ingin mengecewakan rekan kerjanya. Namun, saingannya tahun ini adalah saudaranya sendiri, yang mana dia juga begitu handal dalam hal seperti itu.
Beres mempelajari semua dokumennya, Charles segera meninggalkan kantornya, dan menyerahkan sisanya pada Key. Mendapat pekerjaan tambahan, sungguh membuat Key menganga.
"Aku rasa, aku berhak meminta kenaikkan jabatan pada tuan Charles." Gerutu Key seraya menyusun beberapa dokumen yang berserakan di meja direkturnya tersebut.
Setibanya disana, ia mengetuk pintu rumah tersebut, namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam. Hingga seseorang memberitahunya jika pemilik rumah belum kembali sejak semalam.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Charles begitu khawatir, dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi gadis tersebut.
"YAAK, kau dimana?" Sahut Charles dengan segala kekhawatirannya.
"Kenapa kau berteriak padaku? Aku di rumah Alice."
"Tunggu disana sampai aku tiba." Serunya lagi, dan langsung menutup panggilan tersebut secara sepihak.
Setelah mendapatkan lokasi kekasihnya, Charles langsung menuju kesana, dan setibanya ia dirumah Alice, Sharon menyambutnya. Melihat style Charles kali ini membuat Sharon terpana, dan membuatnya mengingat kejadian yang pernah ia lakukan bersama dengan pria itu dulu.
Bagaimana tidak? Style Charles kali ini, style yang selalu ia gunakan dulu untuk bersama Sharon, dan ia kembali menggunakannya setelah sekian lama.
"Ikut aku! Kita berjalan-jalan keluar." Sahut pria itu yang langsung menggendong Sharon tanpa persetujuannya.
"Hey, ponselku di dalam. Aku harus menghubungi Alice dulu sebelum pergi."
"Aku yang akan menghubunginya, kau duduk diam disana." Ucap Charles yang langsung menginjak pedal gasnya, dan membawa mereka menuju suatu tempat.
Swiss Vapeur Parc. Tiba disana tentu membuat Sharon bertanya-tanya pada pria di sisinya. Kenapa juga ia harus pergi kesana? Tempat itu memang bagus, namun tempat itu lebih banyak di kunjungi oleh anak-anak.
"Banyak macam-macam kereta disini, dan disini ada beberapa bunga tulip yang indah. Sebelum aku pergi, bukankah kita harus bersenang-senang lebih dulu?"
"Kau pergi hanya sebentar. Kenapa seolah-olah kau akan pergi untuk selamanya?"
"Ha Ha Ha. Kau terlalu banyak berfikir. Saat didalam nanti, kita akan mengelilingi tempat ini menggunakan kereta yang ada disini. Sudahlah, ayo." Charles menariknya masuk seraya tersenyum. Sedangkan Sharon merasakan sedikit gusar dengan hal tersebut.
Bersambung ...