My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 159



Hari hingga bulan pun telah berganti, dan tibalah saatnya hari pernikahan antara Charlie serta Gwen. Di hari yang membahagiakan itu, Gwen tampak terlihat cantik dengan menggunakan gaun putih yang membalut tubuhnya. Di balik kecantikannya, kegugupan terlihat jelas di wajahnya, namun Sharon yang tengah berada di ruang pengantin wanita itu pun mencoba menenangkan Gwen.


Bukan hanya Sharon yang saat itu menemani Gwen, ada juga Alice di sana dengan kondisi perut yang sudah mulai terlihat sedikit besar. Jika Sharon, tidak perlu di tanya lagi, keadaan perutnya jauh lebih besar dari perut Alice, dapat di katakan 3x lipatnya, lebih lagi, bulan tersebut merupakan bulan dimana kandungannya berusia 9 bulan.


Tangan Gwen terus bergetar saat menggenggam sebukat hiasan bunga di tangannya, dan Sharon sedikit terkekeh melihat hal tersebut. Kegugupannya saat itu memang tidak sampai seperti Gwen, namun Sharon tetap mencoba memahami hal tersebut.


Sehingga tidak lama kemudian, seseorang membuka pintu secara perlahan, dan ternyata Natasha lah yang datang dengan membawa putra kecilnya. Melihat bayi yang berada dalam gendongan Natasha membuat mereka yang disana merasa sangat gemas, dan berkat itu kegugupan Gwen pun hilang seketika.


Sedangkan di ruang pengantin pria, Charlie sudah terlihat sangat siap dengan apa yang akan di laluinya nanti atau pun ke depannya, dan Charles yang berada di sana pun memijat-mijat bahu saudaranya. Selain dirinya, Kent serta Nick juga berada di ruangan itu.


"Setelah menikah, apa yang biasanya di lakukan?"


"Tentu saja malam pertama." Celetuk Charles dengan wajah polosnya.


"Bodoh! Jangan langsung melakukannya!" Sahut Kent, dan Charlie menatapnya lekat. "Kau harus membuatnya nyaman lebih dulu. Setelah acara selesai, wanita pasti akan merasa sangat gugup serta bingung. Maka dari itu kau harus mengambil kepercayaannya lebih dulu." Kent melanjutkan dengan senyumannya.


"Lalu setelah itu?"


"Setelah itu barulah kau melakukan malam pertamamu!" Lagi-lagi Charles menyeletuk.


"Dasar pria mesum!" Nick, Kent serta Charlie menyahut secara bersamaan. Sedangkan Charles hanya mempoutkan bibirnya ketika mendapat serangan tersebut.


"Jika begitu aku akan diam, dan mendengarkan kalian. Apalah dayaku yang saat itu menikahinya dalam keadaan koma, berbeda dengan kalian." Imbuh Charles dengan wajah memelasnya. Namun, mereka bukanlah Sharon yang akan mengasihaninya hanya karena memasang wajah seperti saat sekarang.


Dengan mengabaikan Charles, mereka pun memberi semua masukkan yang sudah mereka alami di saat setelah acara pernikahan selesai. Di sana, Charles hanya menjadi pendengar bagi mereka, karena dia tidak ingin di serang untuk ke sekian kalinya oleh pria-pria disana.


Merasa tidak di pedulikan, Charles hanya mendengus kesal, lebih lagi saat mendengar mereka tertawa bersama. Hingga akhirnya waktu upacara pun di mulai, dan Kent serta Nick memutuskan untuk keluar. Mereka akan menunggu Charlie di luar sana, namun berbeda dengan Charles, ia masih tetap tinggal di sana untuk beberapa waktu.


"Dengar, Charlie! Aku memang tidak begitu paham dengan apa yang di lakukan ketika baru saja menikah. Namun, ada satu hal yang bisa kau lakukan padanya. Jaga dia, dan jangan sampai membuat kepercayaannya hilang serta bersikap baiklah padanya. Karena kau menikahinya untuk memberikannya kebahagiaan, bukan kesedihan!" Charles menepuk bahu saudaranya yang kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


Keluar dari ruangan itu, lantas membuat Charles menuju ruang pengantin wanita. Belum benar-benar tiba disana, ia melihat Sharon keluar dari ruangan tersebut. Kemudian, bibirnya menyunggingkan sebuah senyum hangat ke arah wanita itu, terlihat jelas jika istrinya semakin kesulitan berjalan dengan membawa perut besarnya.


Semua kenangannya bersama Sharon seakan berputar di otaknya, dan hal itu membuatnya merasa begitu beruntung karena telah memilikinya. Tanpa pikir panjang lagi, Charles langsung berlari menghampirinya, lalu ia memeluknya serta mencium kening Sharon tanpa permisi.


"Charles? Ada apa?" Ungkap Sharon kebingungan mendapati sikap suaminya yang tidak biasanya.


"Acara akan di mulai, alangkah baiknya kita harus cepat menyusul lainnya. Aku rasa, Charlie pun sudah berada di altar." Sharon menyahut, dan Charles menganggukkan kepalanya. Lalu, mereka berjalan bersama dengan Charles menggenggam erat tangan wanita di sisinya.


Saat tiba di kursi tamu, Bill sudah duduk disana, dan benar saja jika Charlie sudah stay di penghujung altar. Tidak lama kemudian, sorotan lampu menuju ke arah sebuah pintu yang mana terlihat jelas adanya Gwen disana bersama dengan ayahnya, James.


Gwen merangkul tangan ayahnya, dan mereka berjalan di sepanjang altar. Ketika tiba di penghujung, James menyerahkan putrinya pada pria yang telah menantinya itu, dan sebuah senyuman terukir di bibir Gwen maupun Charlie.


Melihat keduanya mengucapkan janji, membuat Sharon merangkulkan tangannya di lengan Charles, ia juga menyandar manja pada bahu suaminya saat itu, dan hal itu membuat Charles kembali mencium puncak kepala istrinya.


Pesta pernikahan di langsungkan pada hari yang sama, karena tidak bisa berdiri terlalu lama, Sharon memilih untuk duduk bersama dengan Natasha. Meski tengah bicara dengan teman serta rekan bisnisnya yang ikut hadir di acara tersebut, sesekali Charles melihat ke arah istrinya, memastikan bahwa dia baik-baik saja.


"Siapa nama putra kecilmu ini, Natasha?" Sahut Sharon seraya memainkan pipi mungilnya.


"Vero Edbert." Natasha tersenyum. "Ketika kedua bayimu lahir, kau harus memberitahu namanya juga padaku." Ucapnya lagi, dan Sharon menganggukkan kepalanya. Kemudian, mereka pun berjalan menghampiri suaminya masing-masing.


"Astaga." Sahut Charles yang kemudian membuat Sharon menoleh menuju arah pandang suaminya. "Bukankah itu Key?" Celetuknya lagi tak menyangka.


"Dengan sekretarismu, Naomi 'kan? Aku rasa rencana kalian berhasil." Tutur Sharon.


Melihat keberadaan atasannya, Key menghampirinya seraya tertawa kecil. Ia sungguh malu mengakui hubungan barunya dengan Naomi, dan Charles justru sangat puas mengetahui hubungan keduanya.


"Karena aku sudah memiliki seorang kekasih. Aku harap tuan Charles tidak akan memotong gajiku lagi." Key menyeletuk, dan di waktu yang bersamaan Charles memberikan tatapan tajamnya. "Ha Ha Ha. Aku hanya bergurau." Lanjutnya lagi yang kemudian di sambut tawa oleh mereka semua.


Bersambung ...


Jangan lupa guys untuk mampir juga di novelku yang berjudul 'Storm' , dan juga 'Dont Give Me Hope!'


Beri juga dukungan untuk kedua novelku tersebut ya😍


Dukung juga satu novel baruku yang tidak kalah seru dari MbMc, yaitu 'Time With You'


Terima kasih🤗


IG: @kyu_shine