My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 113



"Tentu saja untuk bisnis! Memang apa lagi yang harus aku lakukan selain mengenai pekerjaan?" Gumam Charlie, namun tatapan Charles terus menatap mata adiknya. Hingga ia pun tersenyum setelahnya. "Baiklah, aku harus berangkat ke kantor sekarang, sampai jumpa ayah, Charles, dan kakak ipar." Sambungnya yang memeluk mereka satu per satu, namun tubuhnya tertahan ketika ia hendak memeluk Sharon.


"Apa yang mau kau lakukan?" Sahut Charles dengan tatapan tajamnya, dan Charlie langsung terkekeh menanggapi hal tersebut.


"Hanya sebentar saja." Tawa Charlie, dan tatapan yang ia dapatkan justru semakin tajam. "Baiklah, aku tidak akan memeluknya." Imbuhnya, namun dengan sekilas ia mampu mencium pipi Sharon, lalu ia segera berlari.


"CHARLIE! KAU AKAN MENYESALI PERBUATANMU ITU!!" Teriak Charles pada saudaranya.


"KAU TIDAK AKAN BERANI MACAM-MACAM PADAKU, KAK! SAMPAI JUMPA!" Charlie membalas teriakkan itu, dan segera keluar meninggalkan rumah.


Bill tidak pernah asing melihat kelakuan putranya. Selama mereka mampu hidup dengan rukun, dan bisa melihat mereka bahagia, maka ia tidak mempermasalahkan apapun. Bill selalu memberikan kebebasan untuk kedua putranya, selagi hal itu tidak di luar batas.


"Baiklah. Aku harus mengontrol beberapa cafe di luar, kalian bersantailah dulu!" Gumam Bill yang langsung beranjak dari sofanya.


"Kami tidak akan lama, ayah. Setelah ini, kami akan pergi ke rumah keluarga Sworth, karena aku belum memberitahu mereka mengenai kondisi Sharon saat ini."


"Baiklah jika begitu. Jaga putriku dengan baik!" Pinta Bill seraya mengusap puncak kepala Sharon.


"Bagaimana jika kita pergi sekarang, dan memberi kejutan pada mereka? Aku akan menghubungi Alice juga agar datang." Sahut Charles, dan Sharon segera menganggukkan kepalanya.


•••


Setibanya mereka di rumah keluarga Sworth. Charles lekas menekan bel rumah itu, saat mereka keluar, Alice lah orang pertama yang menghampiri Charles. Dia meminta penjelasan detail mengenai alasan dia memintanya untuk datang, terlebih ia membawa-bawa kondisi tentang Sharon.


"Maafkan aku, Alice." Tutur Charles, dan di waktu yang bersamaan, Nick langsung menarik kerah baju Charles.


"Apa maksud dari permintaan maafmu itu, Charles? Katakan sejujurnya!" Nick menyambar dengan menatapnya tajam.


"Sharon,,, dia...."


".... katakan dengan jelas! Apa yang terjadi padanya?" Nick semakin geram dengan penuturan yang diberikan oleh Charles. Hingga pintu mobil milik Charles terbuka, dan pandangan mereka teralihkan.


Tampaklah Sharon yang keluar dari dalam mobil, dan Nick mengendurkan cengkramannya seraya perlahan. Alice yang melihat itu pun berjalan menghampirinya, air matanya menetes ketika melihat sahabatnya telah berdiri di hadapannya.


Senyumannya terukir di bibir gadis itu, dan ia langsung memeluk Sharon begitu erat dengan suara isakkan yang terdengar begitu jelas. Selain Alice, baik Iriana maupun Bella Sworth pun datang memeluknya. Mereka sungguh bersyukur dengan apa yang di lihatnya saat itu.


"Sudah ku putuskan. Akhir tahun ini akan di selenggarakan pernikahan antara putraku Nick Sworth, dan Alice. Bersamaan dengan pesta pernikahan antara keponakanku Sharon Sworth dengan Charles Austin." Ungkap Iriana. "Evan! Siapkan konferensi untuk mengumumkan berita ini!"


"Baik nyonya."


"Ibu, apa itu tidak berlebihan?" Nick menyahut saat mendengar pernyataan ibunya yang begitu tiba-tiba. Bahkan, ibunya tidak berdiskusi dulu dengannya.


"Tidak. Nenekmu pasti juga setuju dengan keputusanku. Ini juga demi merayakan kembalinya Sharon."


Setelah lama beradu pendapat dengan ibunya, Nick segera meminta mereka untuk masuk. Cuaca begitu dingin, Nick melampirkan sweater yang ada di bahunya ke bahu Sharon, dan hal tersebut tentu saja membuat Charles mengambil kembali sweater itu, lalu mengembalikannya pada Nick.


"Istriku tidak membutuhkannya!" Imbuh Charles yang langsung mendekap Sharon.


Saat berada di dalam, Bella Sworth meminta Charles, Nick, dan juga putrinya untuk ikut ke ruang baca miliknya. Ia juga memint Alice untuk menjaga Sharon kala itu.


"Awalnya aku tidak percaya, aku begitu terkejut ketika dia mengatakan jika kami sudah menikah. Namun, Charles memberiku foto-foto pernikahan kami, sungguh bukan foto yang bagus, karena aku sedang tak sadarkan diri." Sharon terkekeh saat mengucapkannya.


Mereka banyak berdiskusi mengenai pendapat yang di ajukan oleh Iriana tadi. Charles sungguh tidak keberatan jika pesta pernikahannya akan di barengi oleh Nick, lagi pula hanya pesta, dan Nick hanya mampu mengalah dengan keputusan ibunya.


Setelah mereka semua setuju dengan usulannya. Iriana segera menghubungi beberapa orang untuk mengurus segala kebutuhan yang akan di gunakan nanti. Kemudian, Charles, dan Nick kembali ke ruang tengah untuk menemui pujaan hatinya yang sedang asyik berbincang-bincang.


"Charles, bagaimana dengan Kent? Dimana dia? Apa kita tidak menemuinya?" Imbuh Sharon.


"Dia telah kembali ke Bern. Beberapa minggu lagi adalah pernikahannya. Jika kau mau, kita akan melakukan panggilan video."


"Pernikahan? Apa dia akan menikah dengan Natasha?" Sharon semakin kebingungan, dan mereka semua menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menanggapi hal tersebut. "Baiklah, aku ingin menghubunginya sekarang!"


"Untukmu akan ku berikan segalanya, ratuku." Ujar Charles yang langsung menekan beberapa digit nomor.


Ketika panggilan itu terhubung, Natasha lah yang menerima panggilan tersebut. Matanya terbelalak ketika melihat seorang yang di kenalinya ada di dalam layar ponsel itu, merasa tidak ingin di sebut gila, ia langsung memanggil Kent.


"Ada apa, Natasha? Kau tampak begitu terkejut, memang siapa yang menghubungiku?" Ucap Kent mengacak-ngacak puncak kepala Natasha.


"Lihatlah!" Seru Natasha seraya memaksa Kent untuk melihat ke layar ponselnya, dan dengan reaksi yang sama, Kent sama terkejutnya, ia bahkan langsung merebut ponselnya yang sebelumnya tengah di genggam oleh Natasha.


"Benar kata orang, cinta pertama adalah suatu ingatan yang sangat sulit untuk di lupakan, dan juga di buang. Baik dari fikiran, maupun dari hatinya." Natasha membatin, dan tersenyum pahit melihat reaksi yang Kent saat itu.


Bersambung ...


note: banyak sekali pesan kalian yang masuk di IGku, baik di IG @kyu_shine, maupun di IG pribadiku. Pertanyaan yang sering muncul adalah :




Kapan di update? Kok lama banget? Udah lama cuma 1 bab doang.


\=> pertama, karena otakku sedang lelah di kehidupan nyataku. Kedua, kondisinya sedang tidak selalu memungkinkanku untuk pegang ponsel. Ketiga, tiba di rumah selalu malam, dan itu memasuki waktu istirahatku😓




Kenapa pendek di setiap bab nya?


\=> cari ide itu sungguh sulit, kudu jungkir sana jungkir sini dulu untuk cari inspirasi😅




Disini, aku juga sangat minta maaf, dan juga berterima kasih untuk para readersku yang masih tetap setia untuk membaca karyaku satu ini. Thank's guys💙