My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 107



Pagi itu, Charles sudah tiba di bandara, dan siap untuk berangkat. Dia hanya membawa ransel miliknya, karena memang dia tidak berniat untuk berlama-lama disana. Setelah ia bicara pada putri dari James Raven, ia akan kembali sesegera mungkin.


Charlie yang merasa cemas itu pun, ingin rasanya ikut bersama dengan saudaranya tersebut. Sayangnya, Charles tidak mengizinkan hal tersebut, ia justru meminta adiknya untuk tetap berjaga-jaga, dan dirinya berjanji akan segera menghubunginya jika sesuatu yang tidak beres terjadi.


•••


7 jam setelah itu, Charles tiba di Jerman. Seolah kedatangannya sudah di ketahui, bawahan James sudah menunggunya di luar bandara, dan menghampiri Charles serta mengambil tas yang dikenakan olehnya.


"Tidak perlu! Aku bisa membawanya sendiri." Sahut Charles yang menepis bantuan mereka.


"Jika begitu masuklah ke dalam mobil, tuan! Kami akan mengantar anda menemui nona Gwen."


Tanpa banyak bicara, Charles mengikuti permintaan mereka. Merasa ada yang janggal, ia mengambil ponselnya, dan mengirim pesan singkat pada seseorang untuk berjaga-jaga.


25 menit kemudian, mereka tiba di salah satu kastil mewah, dan ternyata itu adalah kediaman milik keluarga Raven. Besar, dan itu memang membuat Charles merasa terpukau, meski begitu, kemewahan itu tak begitu di inginkan olehnya, karena semua itu tidaklah berguna baginya.


Ketika berjalan masuk, seluruh pelayan, dan para penjaga di sana membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat pada Charles. Tempat itu terasa begitu ramai, dan banyak sekali mobil di sana, dan hal tersebut semakin membuat Charles merasa aneh.


Ia melirik ke arah belakang, dan ia tersenyum licik disana. Bahkan, mereka masuk melalui pintu belakang, dan setibanya di dalam, ia meminta izin untuk pergi ke toilet sejenak.


"Dimana Charles Austin? Apa kalian sudah memastikan jika pria itu adalah Charles, dan bukan Charlie?" James menyeru pelan pada anak buahnya.


"Dia benar-benar Charles Austin, tuan. Saat ini dia sedang berada di dalam toilet, setelah ini kami akan memintanya untuk bersiap. Sebaiknya, nona Gwen sudah siap lebih dulu."


"Kau tenang saja, Albert! Gwen sudah siap, hanya tinggal menanti kedatangan calon suaminya saja."


"Baiklah. Sebaiknya tuan menunggu di luar."


"Aku harap kau bisa menyelesaikannya dengan baik. Karena, aku hanya ingin Charles Austin lah yang menjadi menantuku!"


Sedangkan di tempat yang sama dengan ruangan yang berbeda, Charles juga baru menyelesaikan panggilannya. Ia tampak memberikan perintah pada orang di seberang sana, entah apa yang tengah di rencanakan oleh dirinya. Namun, dapat terlihat jelas jika wajahnya tetap tenang.


Kemudian, ia segera keluar, dan Albert meminta Charles untuk mengganti pakaiannya terlebih dulu sebelum menemui James. Tidak ada penolakan darinya, dengan segera ia bersiap seperti yang diperintahkan oleh Albert.


Ketika keluar dari ruangan itu, banyak sekali orang di luar sana, dan seluruh mata memandangnya dengan pandangan takjub. Mereka para kaum hawa sungguh terpesona melihat ketampanan Charles pada saat itu.


"Dan inilah pengantin prianya." Seru James ketika melihat Charles di ujung anak tangga. "Dengan ini aku menyatakan pernikahan antara Charles Austin, dan Gwen Raven resmi di lakukan. Albert, bawa dia turun sekarang juga!" Lanjutnya lagi, dan Albert serta satu temannya memegang kedua lengan Charles.


"Lepaskan aku!" Seru Charles yang memberontak, dan menarik kedua tangan pria di sisinya, lalu membanting keduanya dalam sekali hentakkan. Kemudian, Charles melepaskan jasnya, dan membuangnya begitu saja.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat taklukan dia sebelum putriku datang!" Sahut James pada seluruh anak buahnya, dan tak tanggung-tanggung, Charles bertarung sendirian melawan mereka semua.


Secara bersamaan, Charles berhasil terkena beberapa pukulan. Entah kenapa tubuhnya merasa tak berdaya secara tiba-tiba, fikirannya merasa kacau saat itu juga, dan kakinya bahkan tak mampu untuk berdiri. Hal itu merupakan kesempatan anak buah James untuk menaklukannya.


"Sharon." Gumamnya lirih. Kemudian, bantuan pun datang, dan para tamu disana berhamburan mundur ketika melihat banyaknya pria berjas hitam dengan kacamata hitam pekatnya.


"Tuan Charles, anda baik-baik saja? Tuan Key sudah menceritakan semuanya pada kami, maaf karena kami datang terlambat."


"Tidak! Kalian datang di waktu yang tepat! Lalu, apa yang sudah Key perintahkan pada kalian?" Ucap Charles yang berusaha bangun seraya tersenyum sinis.


"Tuan Key menghack situs milik S.Every, dan berhasil membuat seluruh pemegang saham percaya padamu. Lalu, ia juga berhasil mengubah nama pemilik S.Every dari James Raven menjadi nama anda tuan. Seluruh pemegang saham menyetujui hal itu, dan kini S.Every menjadi milikmu." Ucap salah satu bawahan Charles.


"Apa yang kau katakan? Berani-beraninya kau merebut S.Every dariku."


"Seharusnya sejak awal kaulah yang jangan berani-beraninya mempermainkan aku. Kau sudah salah karena berurusan denganku, James Raven!" Ucap Charles dengan nada sombongnya.


"Apa yang terjadi disini?" Seru seseorang yang baru saja tiba, dan ia begitu terkejut ketika melihat banyak orang yang tergeletak di lantai. "Ayah, apa yang terjadi? Dan kenapa kau memintaku mengenakan pakaian seperti ini?" Sambungnya lagi.


"Jadi, kau kah Gwen Raven?" Imbuh Charles, dan sang punya nama pun menoleh seraya mengangguk pelan. "Aku adalah Charles Austin, dengan ini aku sampaikan padamu untuk tidak melakukan hal yang bodoh. Karena sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menikah denganmu." Tuturnya lagi.


"Ayah, jadi kau sungguh-sungguh merencanakan semua ini?"


"Aku lakukan ini demi kebahagiaanmu, nak." Ucap James, dan Gwen tampak melepaskan anting-anting serta kalung yang ia kenakan. Lalu, ia berjalan ke arah Charles.


"Charles Austin. Aku memang sangat mengagumimu, aku memang begitu menyukaimu, aku memang sangat ingin kau menjadi milikku. Aku selalu mencari tahu tentang dirimu, bahkan aku juga tahu jika kau memiliki seorang wanita yang sangat kau cintai. Karena itu, aku menyerah untuk mengagumimu saat itu juga. Aku sendiri tidak tahu jika ayah akan melakukan semua ini padamu, atas nama ayahku, aku sungguh-sungguh minta maaf padamu. Mengenai S.Every, kau berhak atas itu, kami akan menjadikan itu sebagai permintaan maaf kami."


"Kau memiliki putri yang baik, dan juga tulus James Raven. Kau sangatlah beruntung, aku harap kau tidak melakukan ini pada orang lain. Untukmu Gwen Raven, aku akan berdo'a agar kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku, permisi."


Setelah itu, Charles memutuskan untuk kembali saat itu juga. Menurutnya, tidak ada lagi hal yang harus ia lakukan disana. Untunglah Key sudah mempersiapkan segalanya, dan itu sungguh mempermudah Charles.


•••


Bulan serta bintang telah menghiasi langit di kota Zurich, dan Charles sudah tiba disana dengan selamat. Ia bahkan telah tiba di depan rumahnya, ia menghela nafasnya, dan menjinjing tas ranselnya, serta tak lupa untuk melukiskan sebuah senyuman di bibirnya.


Dengan langkahnya, ia memasuki rumah tersebut. Ketika hendak berjalan melewati dapur, langkahnya terhenti saat melihat seseorang tengah duduk tepat di salah satu kursi dapur seraya menikmati ice cream vanillanya.


Senyuman di bibirnya hilang, tas yang berada dalam genggamannya pun terjatuh saat itu juga. Mendengar sebuah suara tentu saja membuat orang itu terkejut, dan menghentikan aktifitasnya, kemudian ia menoleh ke belakang untuk menghetahui dari mana sumber suara itu.


Sedangkan Charles, ia langsung melangkah perlahan ke arahnya dengan raut wajah yang sungguh tak bisa ia percaya.


Bersambung ...