
Kini, Kent tengah dalam perjalanan kembali menuju Bern. Rasanya enggan pergi meninggalkan Zurich, lebih tepatnya pergi meninggalkan Sharon. Ingin sekali ia bertemu dengannya lagi, namun jika itu dilakukan, akan sangat sulit untuk dirinya melepaskannya lagi.
Dengan berat hati Kent menginjak pedal gasnya, dan mulai meninggalkan kota tersebut. Berharap dikehidupan selanjutnya, ia bisa bersama dengannya, hidup bersamanya untuk saling mencintai satu sama lain.
•••
Hari terus berganti, Charles, dan yang lain masih belum mampu menemukan keberadaan Sharon. Saat ini, Charles tengah berada di ruang keamanan yang ada di rumahnya, ia mengamati setiap pekerjaan orang-orangnya. Tidak sendiri, Charlie pun mencoba untuk melacaknya.
"Apa masih belum ketemu juga?" Kini Charles sudah terdengar mulai kesal.
"Maaf tuan. Karena foto yang di ambil sedikit buram, kami butuh waktu untuk memperjelas, dan melacak plat mobil tersebut."
"Sejak kemarin, memang apa saja yang sudah kalian lakukan? Mencari satu orang saja tidak berguna." Jemari Charlie masih berkutat dengan laptop yang ada di hadapannya, ia sungguh tak memusingkan apa yang Charles katakan. Karena dia tahu, kakaknya seperti ini hanya sedang mengkhawatirkan wanitanya.
Ponsel Charles berdering pada saat itu. Melihat nama Nick yang tertulis di layar ponselnya, dengan cepat ia menerima panggilan tersebut.
"Aku ada kirim data kepadamu. Lokasi terakhir mobil tersebut pergi ke perbatasan. Namun, koneksiku dengan sebagian orangku sedang terputus, kau cari tahu dulu dari data itu." Kemudian, Nick memutuskan panggilannya.
"Buka data yang dikirim dari Nick Sworth. Periksa itu, dan cek dengan teliti. Jangan sampai ada kesalahan." Seru Charles, dan beberapa orang disana mengecek data itu satu persatu.
"Mobil ini masuk menuju Bern, lebih tepatnya dekat bagian Zytglogge."
"Tunggu apa lagi? Cari tahu lokasi tepatnya, temukan alamatnya secepat mungkin. Jangan sampai terlewat sedikit pun. Atau argh..." Kemudian, Charles terdengar meringis, Charlie yang mendengar itu pun langsung membalikkan tubuhnya, dan memegangi Charles.
"Ku antar kau kembali ke kamarmu sekarang. Urusan ini biar aku saja yang urus! Saat sudah menemukan lokasi pastinya, aku akan langsung memberitahumu."
Rasa sakit itu kembali di rasakan oleh Charles. Di waktu yang bersamaan, Sharon juga merasakan hal yang sama dengan pria itu. Sakit, setiap kali wanita itu datang, dia terus melukainya, dan memakinya tanpa ampun.
"Ck. Apa yang kau tangisi? Berharap ada orang lain yang datang untuk menolongmu? Siapa yang kau harapkan itu? Kent? Aku tidak akan membiarkan tunanganku untuk mendekatimu lagi."
"Aku tidak melakukan hal yang lebih padanya. Hubungan kami pun hanya sebatas teman." Tidak terima dengan jawaban Sharon, wanita itu menamparnya.
"Teman katamu? Lalu, apa kau bisa jelaskan mengenai foto-foto itu padaku, hah?" Grace melemparkan foto kebersamaan Sharon, dan Kent ketika beberapa hari yang lalu. "Bukankah kau sangat menikmati kebersamaan kalian? Bukankah kau begitu senang saat dia selalu datang untuk membelamu? Untuk kali ini jangan berharap banyak, karena aku tidak akan melepaskanmu sampai pernikahanku berlangsung nanti."
Wanita itu pun keluar dari sana, dan memutuskan untuk menuju rumah keluarga Edbert, menunggu kedatangan tunangannya. Nyonya Edbert mengatakan padanya, jika putranya itu sedang dalam perjalanan pulang, dan beliau meminta Grace untuk menunggunya dengan tenang.
Kondisi Sharon begitu lemah, air matanya menetes sedikit demi sedikit. Otaknya memutarkan setiap memori indah yang ia lalui bersama dengan Charles, sesekali ia tersenyum saat mengingat tingkat kepercayaan diri pria itu sangat tinggi.
"Kata orang, jika seseorang sudah berada di penghujung hidupnya, semua kenangan akan terputar begitu saja. Lalu, apa ini akhir untukku? Jika benar, kau harus tahu satu hal Charles. Aku sangat mencintaimu." Ungkapnya lirih, kemudian ia kehilangan kesadarannya.
"SHARON!?" Charles terbangun dari tidurnya, rasa sakitnya sudah tidak ia rasakan lagi. Ia mengalami mimpi buruk, telah terjadi sesuatu pada gadisnya. Tingkat kekhawatirannya semakin tinggi. Ketika hendak keluar, Charlie lebih dulu membuka pintu kamarnya, dan di ikuti oleh Bill.
"Kami sudah menemukan lokasinya." Tutur Charlie saat itu juga.
Bersambung...
Hallo readers MBMC. Terima kasih atas ❤️ dan ❤️ yang sudah kalian berikan. Agar tambah semangat lagi, jangan lupa untuk rate dengan memberikan bintang 5 juga ya😆
Mampir juga menuju dua novelku dengan judul Dont Give Me Hope!, dan Love Me, Please!
IG: @kyu_shine
💙Thank You💙