
"Aku senang jika nenek memang tidak membenciku. Tapi maaf, aku tidak bisa tinggal bersama dengan kalian. Aku akan tinggal di rumahku sendiri, karena disana dipenuhi dengan kenanganku bersama ayah, dan ibuku."
"Jika kau tidak mau tinggal di rumah kami, maka tinggallah di villa yang sudah diberikan kakekmu. Aku tahu sangat berat untukmu meninggalkan rumah, namun jka kau tetap tidak tinggal disana, maka aku akan sangat merasa bersalah padamu. Aku tidak memaksamu untuk melakukan hal apapun, namun penuhi permintaanku yang satu itu."
Seketika Sharon diam tak bergeming, kemudian Nick mencoba untuk membujuknya. Bagaimana pun hal itu adalah miliknya, dan sebagai penebusan kesalahan yang sudah diperbuat oleh keluarga Sworth kepadanya selama ini. Hingga akhirnya, Sharon pun menghela nafasnya, dan mengangguk pelan sebagai tanda jika ia setuju.
Mereka sangat senang melihat keputusan yang di ambil oleh Sharon, kemudian mereka sendiri lah yang akan mengantarnya besok. Karena kondisi Iriana sudah membaik, ia juga di izinkan untuk pulang esok hari, dengan syarat ia akan melakukan kontrol rutin selama masa penyembuhan.
Malam tiba, dan Charles pun sudah membaik, meski begitu ia tidak boleh terlalu kelelahan, karena kondisinya yang terbilang sudah cukup gawat. Jika ia kambuh hingga 2 kali lagi, maka mau tidak mau ia harus langsung melakukan operasi. Sedangkan Charlie, Bill, bahkan Key, mereka sangat bekerja keras menghubungi sana-sini demi mendapatkan pendonor tersebut.
Charles meraih ponselnya, dan langsung menghubungi seseorang yang ia rindukan. Seharian tidak bersamanya sungguh sangat membosankan untuknya, dan betapa senangnya ketika orang itu langsung menerima panggilannya. Ingin rasanya ia memeluknya erat, dan memberinya hukuman karena sudah berani hilang dari pandangannya.
"Apa yang sedang kau lakukan? Apa berada di samping Nick Sworth itu lebih menyenangkan?" Charles terdengar tampak kesal.
"Kau tidak mungkin cemburu dengannya bukan? Dia itu adalah sepupuku, dan hubungan kami tidak akan mungkin sampai sejauh itu."
"Bagaimana pun dia juga seorang pria, dan aku tidak suka jika kau berlama-lama di dekat pria lain. Kau hanya boleh berlama-lama denganku."
"Besok pagi aku akan datang kesana untuk mengemas barangku." Sahut Sharon.
"Mengemas? Kenapa harus seperti itu? Aku tidak mengizinkanmu untuk pergi meninggalkan rumahku, apapun alasannya."
"Kita ini belum menikah, bukankah tidak baik untuk tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama?"
"Astaga, jadi kau ingin cepat-cepat menikah denganku ya? Jika begitu, bagaimana kalau kita lakukan besok saja? Tidak-tidak, bagaimana dengan malam ini?" Charles mulai menggodanya, namun ia terdengar tampak serius, dan memang menginginkannya.
"Aku rasa aku sudah salah bicara padamu. Sudah malam, sebaiknya kau beristirahat, dan cepatlah pulih. Ingat! kau masih memiliki satu hutang jalan-jalan padaku."
"Tidak bisa besok, kita lakukan lusa, oke?" Balas Sharon, dan Charles berdeham dengan kecewa. "Baiklah, aku tutup, dan besok pagi aku akan datang kesana." Sambungnya lagi.
•••
Pagi itu, Sharon tampak mengemas barang-barangnya yang ada di rumah sakit. Ia mengganti pakaiannya, dan segera keluar dari rumah sakit. Setelah keluar dari kamarnya, keluarga Sworth justru sudah menunggunya, dan siap untuk mengantarnya pulang. Namun Sharon mengatakan jika ia harus pergi ke rumah Charles lebih dulu untuk mengambil beberapa pakaiannya yang ada disana.
"Jadi, ini alasanmu sebenarnya kenapa kau tidak ingin tinggal bersama kami?" Iriana menyentuh bahu Sharon menggunakan bahunya, dan Sharon sangat terkejut akan hal tersebut.
"Tidak, bukan seperti itu. Aku baru tinggal beberapa hari saja disana. Aku mengalami kejadian yang tak mengenakkan, dan Charles masih khawatir akan hal itu hingga saat ini."
"Sharon di culik oleh tunangannya Kent Edbert beberapa hari yang lalu, karena hal itulah Charles memintanya untuk tinggal dengannya, dia tidak ingin hal yang buruk menimpa Sharon lagi." Nick menyahut dengan santai, sedangkan Iriana, dan Bella terkejut saat mendengar pernyataan itu.
"Berani sekali dia mengganggu salah seorang dari keluarga Sworth, aku akan memberinya pelajaran atas rasa sakit yang sudah di berikan olehnya kepada keponakanku." Sahut Iriana yang langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Tidak bibi, jangan lakukan itu. Aku, dan Charles sudah sepakat untuk tidak membalasnya."
"Argh kenapa kau begitu berbaik hati pada orang seperti dia?" Iriana sungguh kesal mendengar pembelaan dari keponakannya.
"Ibu, tidak perlu jauh-jauh melihat mereka. Ibu yang senang sekali berbicara pedas saja masih mendapat pertolongan darinya." Celetuk Nick yang mana kata-katanya langsung mendapat jitakan dari ibunya sendiri, dan Sharon sedikit terkekeh akan hal tersebut.
"Baiklah, aku akan pergi ke rumah Charles untuk mengemas barangku, dan aku akan menelfon kak Nick jika sudah selesai."
Bersambung ...