My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 103



Cincin itu sangat di kenal olehnya. Bagaimana tidak? Cincin itu adalah pemberian darinya, dimana ia memberikannya ketika ia melamarnya sejak lama. Tidak di sangka jika wanita itu akan mengembalikannya.


"Charles, terima kasih banyak atas segala yang telah kau berikan padaku selama ini. Meski semua yang kau lakukan padaku hanya sebuah kebohongan, entah kenapa aku merasa ada sebuah ketulusan darimu. Yah, mungkin itu hanya perasaanku saja. Kau telah memilihnya, maka jagalah dia dengan nyawamu sebagai taruhannya. Kelak, aku pun akan melakukan hal yang sama pada orang yang ku cintai. Selamat tinggal."


"Dan kau melakukannya, kau mempertaruhkan nyawamu untukku." Gumam Charles yang tanpa sadar air matanya pun menetes. Lalu, ia segera bangkit dari tempat duduknya.


Ketika hendak keluar dari ruangannya, tak sengaja ia menubruk tubuh Key, dan hal itu sungguh membuat Key kebingungan dengan tingkah atasannya. Kedua mata pria di hadapannya terlihat sedikit berair, wajahnya pun sedikit kacau.


"Tuan, kau baik-baik saja bukan?" Key menyeru.


"Aku ingin pulang, aku ingin bersama dengannya. Aku..."


"... tuan, tenangkan dirimu!" Sambar Key. "Tuan James sudah berada di bandara, dan saat ini dia tengah dalam perjalanan menuju kemari. Aku harap tuan Charles bisa menemuinya lebih dulu, setelah itu aku berjanji akan mengantar tuan pulang." Sambungnya lagi.


"Maafkan aku, Key. Maaf karena tingkahku hari ini. Itu semua karena aku sangat merindukannya, aku..."


"... aku mengerti."


"Apa yang kau mengerti? Bukankah kau belum pernah merasakannya? Bukankah kau belum memiliki seseorang yang spesial dalam hidupmu?"


"Jika aku boleh berkata jujur, entah kenapa aku sangat menyesal karena mencoba menghiburmu, tuan Charles. Aku permisi jika begitu." Gerutu Key dengan nada kesalnya.


"Tunggu!" Titahnya, dan Key menghentikan langkahnya tanpa berbalik sedikit pun. "Terima kasih, Key." Charles menambahkan.


Tamu yang di maksud oleh Key pun telah tiba di Austin Industries. Disana juga terlihat Charlie serta Bill yang baru saja tiba. Melihat kedatangan ayah serta saudaranya tentu saja membuat Charles kebingungan, namun Key menjelaskan jika sebenarnya orang itu bukan hanya ingin bertemu dengannya, melainkan dengan Charlie maupun ayahnya, Bill.


James Raven adalah pengusaha terbesar di Jerman, meski begitu tetap saja ia selalu ingin menjalin kerja sama dengan Austin Group yang notabenenya tidak terlalu terkenal meluas di Jerman.


Mereka memasuki ruang rapat, dan membicarakan banyak hal. Fikiran Charles kembali gelisah, raut wajahnya mulai tak tenang, namun ia tetap mencoba mengendalikan dirinya.


"Sebenarnya kedatanganku kemari karena ada hal penting yang sangat ingin ku sampaikan." Sahut James.


"Hal apa itu? Katakan saja dengan jelas!" Bill membalas ucapannya.


"Maaf, maksud tuan James bagaimana? Apa aku tidak salah dengar?"


"Tidak tuan Bill. Aku membawa foto putriku, sebentar!" James merogoh saku jasnya, dan langsung menyerahkan foto putrinya. "Putriku cantik bukan? Pasti akan serasi jika Charles, dan dia berdampingan."


"Maaf tuan James. Dengan senang hati aku menolak perjodohan ini." Kini, Charles pun membuka suaranya.


"Atas dasar apa kau menolak putriku? Aku yakin jika kau menikah dengannya, kau tidak akan menyesal, dia pun tak kalah cerdasnya denganmu, Charles Austin."


"Aku sama sekali tidak meragukan kecerdasan putrimu, tuan Raven. Aku menolak karena 2 hal. Pertama, aku sudah menikah, dan yang kedua aku sangat mencintai istriku."


"Tuan Charles. Jika kau memang tidak menyukai perjodohan ini atau tidak menyukai putriku, tidak seharusnya kau berkata bohong. Tidak seharusnya kau mengakui dirimu..." Belum melanjutkan ucapannya, Charles menyekatnya dengan sebuah foto serta memperlihat sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.


Melihat apa yang di lakukan oleh Charles membuat James langsung bungkam, namun beberapa menit kemudian terlihat jelas jika wajahnya tampak tengah merendahkan. Lalu, sebuah tawa kecil terdengar di dalam ruangan itu.


"Kau yakin ini adalah istrimu? Dia terbaring lemah seperti ini. Tidak ada yang bisa di dilakulan olehnya. Lagi pula, lenapa kau sangat yakin jika dia akan sadar? Aku pastikan jika beberapa hari setelah ini, dia akan meninggalkanmu."


"Bisa kau ulangi ucapanmu itu?" Rahang Charles mulai mengeras, kedua tangan sudah terkepal erat, namun pandangannya masih ia tundukkan.


"Tuan James, dengan berat hati aku harus mengatakan ini padamu. Mulai hari ini, hingga seterusnya, Austin Group tidak akan melakukan kerja sama apapun lagi." Sambar Charlie.


"Apa maksudmu mengatakan semua itu? Kau hanyalah anak kemarin yang baru mengerti bisnis, dan apa kau fikir kau akan baik-baik saja ketika memutuskan kontrak kerja sama secara sepihak? Kau fikir, kau tidak akan terkena denda jika..."


"... 8 juta dollar. Aku akan membawakan uang denda itu padamu, tuan Raven." Sambar Bill.


"Tuan Bill, apa kau serius dengan yang kau ucapkan itu? S.Every adalah perusahaan terbesar di Jerman, dan sangat berpengaruh. Jika Austin Group bekerja sama dengan kami..."


".... kebahagiaan putraku tidak bisa di beli oleh apapun itu, tuan Raven. Tidak peduli sebesar dirimu atau perusahaanmu itu. Lagi pula, wanita yang terbaring lemah itu tetaplah menantuku, dan karena dialah putraku, Charles bisa terselamatkan. Maka dari itu, aku juga akan menjaga menantuku itu. Soal denda itu, aku akan segera meminta asisten Charles untuk mengirimnya, dan pintu keluar tepat di belakang bangku yang anda duduki, terima kasih." Sahut Bill dengan tegas, dan Charlie langsung menyunggingkan smirknya di hadapan James Raven. Sedangkan Charles lekas meninggalkan ruangan itu.


Bersambung ...