
Dalam perjalanan, Sharon menatap pria di sisinya dengan penuh kebingungan. Sedangkan Charles, ia terus fokus dalam mengemudi. Hingga mereka pun tiba di salah satu rumah, rumah yang sangat familiar untuknya, rumah siapa lagi jika bukan rumah milik keluarga Austin.
Setibanya di garasi, lagi-lagi Charles mendapat tatapan dari pujaan hatinya. Namun, pria ini hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kecil seraya mengusap rambut panjang milik Sharon. Kemudian, tanpa bicara sepatah kata pun, Charles segera turun, dan juga meminta Sharon ikut berjalan bersamanya.
Rumah tampak begitu sepi, entah dimana Bill Austin saat ini. Saat mereka berlalu melewati ruang tengah, mereka terkejut ketika melihat keberadaan Charlie, dan juga Gwen yang tengah asyik bercanda ria.
Gwen yang menyadari kehadiran mereka pun sontak bangun dari duduknya. Bagaimana pun, Gwen masih merasa jika Charles belum menyetujui hubungan keduanya. Meski anggapan itu tidak sepenuhnya salah, namun secara perlahan, Charles mencoba menepis pikiran negatif pada wanita yang di sukai oleh adiknya.
“Jika kau datang untuk mencari ayah, ayah sedang tidak di rumah!” Charlie menyahut dengan santai.
“Apa aku hanya boleh datang jika ada perlu dengan ayah saja? Ini ‘kan bukan hanya rumahmu!” Sahut Charles tanpa menatapnya, lalu ia pun segera merangkul Sharon untuk ikut bersama dengannya.
“Sebenarnya ada apa kita kesini? Apa ada yang kau butuhkan?” Kini, Sharon membuka suaranya.
“Bukan aku yang membutuhkannya, tapi kau!” Tuturnya lagi seraya membuka pintu kamarnya.
Saat pintu kamar terbuka, saat itu juga keduanya melangkah masuk. Kemudian, Charles membuka ruang lemarinya yang cukup besar itu, sedangkan Sharon masih menunggunya di ambang pintu seraya memandangi Charles yang tengah berada di ruang pakaiannya.
Melihat Sharon yang tak kunjung menghampirinya, Charles menepuk dahinya sendiri, dan langsung menarik wanita itu untuk masuk bersama dengan dirinya. Hingga kemudian, keduanya melihat kotak yang besar berada disana. Bagi Charles, itu bukanlah hal yang mengejutkan, karena dirinya lah yang menyimpan kotak besar itu beberapa hari yang lalu, namun berbeda dengan Sharon, reaksinya berkebalikkan dengan reaksi suaminya.
"Kenapa masih diam saja? Apa kau tidak penasaran dengan isi yang berada di dalamnya?" Charles menyahut.
"Hah? Apa? Aku?"
"Tentu saja dirimu. Memang selain ada aku disini, ada siapa lagi??" Dengan gemas Charles mencubit kedua pipit wanita di sisinya.
"Aku sungguh boleh membuka kotak ini?" Pertanyaan tersebut hanya di jawab dengan sebuah anggukkan dari Charles, dan di saat bersamaan, dengan perasaan gugup, Sharon pun membukanya. "Apa ini? Hanya sebuah kotak kosong!" Gumamnya dengan raut yang sedikit kesal, karena entah kenapa dirinya merasa sedang di jahili oleh suaminya.
Tatapan Sharon menajam kala itu, dan Charles yang melihat ekspresi tersebut hanya menahan tawanya. Dengan cepat wanita di sisinya membalikkan tubuhnya, dan hendak berjalan keluar dari ruangan pakaian milik Charles, namun dengan gerakan gesitnya, Charles menahan lengannya agar tetap berada disana.
Sreeekk~
"Inilah isi dari kotak besar yang kau buka tadi!" Ujarnya seraya membalikkan tubuh Sharon.
Melihat apa yang berada di hadapannya, kembali membuat Sharon membelalakkan kedua matanya. Ia sungguh tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya saat ini. Apa yang di lihatnya sungguh indah, sorotan lampu membuat hiasannya berkelip bagaikan sebuah permata.
Tanpa sadar langkahnya mendekat kesana, dan tangannya mencoba meraihnya. Dia sungguh menyukainya, dan menurutnya itu sangatlah indah. Design yang begitu memukai, dan terlihat begitu elegant. Kemudian, saat kesadarannya kembali, ia berbalik, dan menatap kedua mata pria yang berada di hadapannya. Mengerti dengan arti tatapan itu, Charles tersenyum seraya melangkahkan kaki untuk mendekat ke arahnya.
"Ini milikmu. Gaun ini akan kau gunakan di acara pernikahan kita nanti!" Tuturnya seraya menarik pinggang Sharon agar tubuh wanita itu mendekat ke sisinya.
"Sungguh?" Lagi-lagi Charles hanya menganggukkan kepalanya. "Aaahh terima kasih banyak. Apa kau tahu? Gaun ini indah, sangat indah, dan aku begitu menyukainya!" Sambungnya lagi seraya memeluk suaminya dengan begitu erat.
Pelukan itu, pertama kalinya Charles menerima pelukan yang begitu erat, dan terasa menyesakkan untuknya. Meski begitu, ia merasa senang menanggapinya, dengan begitu dirinya merasa berhasil karena telah membuat wanita di hadapannya terpesona akan keindahan gaun yang telah di siapkan olehnya.
"Aku rasa, ucapan terima kasih saja tidak cukup untukku!" Bisiknya, dan wajah Sharon yang sumringah seakan hilang dalam sekejap. "Ini bukan lagi di kantor, juga bukan tempat umum." Imbuhnya lagi yang melepaskan pelukan itu. Namun, tangannya masih melingkar di pinggang Sharon, dan tangan satunya lagi mengendurkan simpulan dasi yang melilit di lehernya.
"S-selain ucapan itu, a-apa yang kau inginkan?" Nada suaranya terdengar begitu gugup, dan melihat dari gerak-gerik yang terlihat, Sharon mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh suaminya.
Dengan inisiatif, Sharon mendekatkan kembali tubuhnya hingga tak ada jarak antar keduanya. Membantu membuka simpulan dasi yang tampaknya sulit terbuka itu. Deru nafas wanita di hadapannya sangat terasa dengan dirinya, dan semakin sulit untuk Charles mengontrol dirinya sendiri.
Ck. Wanita yang begitu nakal! Kau sudah benar-benar pandai dalam menggodaku.
Pada akhirnya, ia langsung mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, tatapan keduanya bertemu, hidung mereka saling bersentuhan, dan melihat pancaran mata Sharon membuat Charles tak mampu lagi menahan tubuhnya. Namun, dirinya tetap menunggu izin darinya.
Beberapa saat kemudian, Sharon mengalungkan kedua tangannya di leher Charles, dan ia pun memejamkan kedua matanya secara bersamaan. Bagi pria itu, hal yang di lakukan Sharon merupakan sebuah sinyal yang mengizinkan dirinya untuk menyentuhnya lebih dari itu. Hingga bibir keduanya pun menyatu.
Bersambung ...
Pesan: Terima kasih untuk teman authorku, sunbaenim yang sudah membantu mengisi eps ini dengan segala ide liarmu. Seseorang yang 'katanya' tidak bakat nulis, tapi selalu ada ide untuk buat bantu bikin adegan 19+😂