
Kini, Sharon telah tiba di kediaman Austin. Rumah itu terlihat begitu sepi, bukan sepi karena tidak ada orang, namun saat tiba disana, ia tidak melihat C.C Twins maupun Bill pada saat itu.
"Bibi, kemana mereka pergi? Bukankah ini hari libur?" Sharon mengeru pada salah satu pelayan yang ada di dapur.
"Tuan Bill ada di kamarnya, tuan Charles berada di ruang baca, sedangkan tuan Charlie pergi keluar bersama teman-temannya."
"Begitu rupanya, baiklah terima kasih." Sharon tersenyum, dan pelayan itu pun membalas senyumannya.
Setelah itu, Sharon segera masuk ke kamar tamu untuk membereskan beberapa pakaiannya yang ada di rumah tersebut. Hingga beberapa menit kemudian, ia segera menghubungi Nick jika dirinya sudah selesai berkemas.
Selang 15 menit, gadis itu menarik dua sisi sleting koper agar tertutup. Ketika ia menurunkan letak kopernya, dan hendak keluar dari kamar, tiba-tiba saja seseorang membuka pintu tersebut dengan kasar, sontak hal itu pun membuat Sharon sangat terkejut.
"Tidak bisakah kau mengetuknya lebih dulu? Atau setidaknya membukanya dengan perlahan, aku hampir..." Sharon tidak jadi melanjutkan ucapannya ketika Charles berhambur ke dalam pelukannya tanpa permisi.
"Aku merindukanmu." Gumamnya yang meletakkan dagunya pada bahu milik Sharon, dan ia juga semakin mempererat pelukannya. Lalu, gadis itu pun membalas pelukannya seraya tersenyum.
"Dimana paman? Aku ingin berpamitan padanya." Kini gadis itu melepaskan pelukannya, dan menatap Charles.
"Jadi, kau tetap memutuskan untuk keluar dari rumah ini?" Sorotan mata pria ini tampak terlihat begitu sedih.
"Aku..."
"... tuan, maaf mengganggu. Di bawah ada keluarga Sworth datang."
"Apa? Untuk apa mereka datang kemari?" Dengan mengabaikan Sharon, Charles langsung meninggalkannya, dan langsung menuju tamu-tamu yang datang tanpa di undang olehnya.
Melihat reaksi Charles yang seperti itu, membuat Sharon berlari mengejarnya, namun ia tidak lupa untuk menyeret kopernya bersama dengan dirinya.
"Maaf ada perlu apa? Hingga keluarga Sworth harus repot-repot datang langsung ke rumah ini?"
"Tuan Bill? Maaf karena tidak memberitahu lebih dulu, kami datang untuk menjemput Sharon." Nick membalasnya.
"Apa? Kenapa juga kau harus menjemputnya? Bukankah ibumu sangat membencinya? Apa kalian menjemputnya hanya untuk di hina?" Sahut Charles yang masih menuruni anak tangga, hingga ketika ia sudah berada di hadapan mereka, ia langsung menyilangkan kedua tangannya.
"Aku memang bersalah pada saat itu tuan Charles. Tapi, kini..."
"Anda pasti tidak akan mudah mempercayaiku dengan cepat. Namun, saat mendengar Sharon datang, dan dengan suka rela mendonorkan darahnya untukku, dia bahkan harus sampai di rawat karena hal itu. Perlakuannya itulah yang membuatku sadar, jika gadis ini benar-benar sangat baik, dan aku tidak pantas melakukan orang baik seperti apa yang sudah ku lakukan saat itu." Iriana menundukkan kepalanya dengan menyesal.
"Jadi, dua hari kau tidak kembali karena kau di rawat? Kenapa kau tidak mengatakan hal tersebut padaku?" Kini Charles menatap Sharon dengan tajam.
"Bagaimana mungkin aku memberitahumu? Kondisimu sedang tidak sehat, aku tidak ingin membuatmu cemas, dan menambahkan beban fikiranmu. Aku ingin kau beristirahat, lagi pula aku hanya kelelahan saja." Sharon menggenggam tangan Charles.
"Meski begitu kau harus memberitahuku. Berjanjilah untuk tidak melakukan hal itu lagi. Jika tidak, maka aku tidak akan mengizinkanmu untuk pergi bersama mereka."
"Aku berjanji padamu."
Tidak di sangka jika Sharon langsung mengucapkannya dengah mudah. Sebenarnya sungguh berat untuk dirinya mengizinkan gadis tersebut pergi dari rumahnya, karena ia sudah mulai terbiasa dengan keberadaan di rumahnya.
Setiap waktu ia dengan mudah mampu menemuinya tanpa halangan sedikit pun. Namun kali ini pasti tidak akan bisa lagi melakukan hal tersebut seperti sebelumnya.
Nick juga menjelaskan pada mereka jika Sharon akan tinggal di villa yang sudah diberikan oleh Duke Sworth kepadanya. Hingga kemudian, Charles mengeluarkan raut wajah andalannya di hadapan Sharon.
"Maafkan aku, tapi kali ini wajah memelasmu tidak akan mempan padaku." Sharon terkekeh kecil seraya sedikit berjinjit untuk mengacak-ngacak puncak kepala Charles.
"Baiklah, tapi izinkan aku untuk ikut mengantarmu. Kau harus satu mobil denganku."
"Tidak masalah." Nick menyeru, dan Charles langsung menarik koper milik Sharon keluar dari sana.
"Paman terima kasih untuk beberapa hari ini, aku akan..." Belum menyelesaikan ucapannya, Charles segera menariknya, dan itu sungguh membuat Sharon kesal dengan perlakuannya. Namun, Bill tersenyum kecil melihat tingkah putranya, kemudian ia mengangguk pada Sharon.
Lalu, mereka pun segera berangkat menuju villa milik keluarga Sworth. Setibanya disana, Charles tampak enggan turun dari mobil, dan melihat hal tersebut membuat Sharon menatapnya bingung.
"Kau yakin akan tinggal disini?" Gerutu Charles yang menyandarkan kepalanya pada setir mobilnya.
"Kenapa?"
Bersambung ...