My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 51



Kent tiba di bandara, ketika melihat Sharon, ia langsung menghampirinya dengan wajah yang begitu bahagia. Kemudian, mereka pun pergi bersama menuju taman hiburan.


Dalam perjalanan, Kent sungguh tak bisa melukiskan perasaannya kali ini, rasa bahagia terus terpancar di wajahnya, sedangkan Sharon merasa sedikit canggung.


Selama perjalanan, tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari keduanya. Hingga keduanya pun tiba di salah satu destinasi pertama yang ingin Kent kunjungi.


"Rapperswil?" Sharon membuka pembicaraan.


"Benar. Lebih di kenal dengan nama rosenstadt."


"Yang artinya kota mawar. Itu artinya ada banyak bunga mawar bukan?"


"Tentu saja. Tunggu aku parkirkan mobil, setelah itu kita akan masuk ke dalam."


Setelah memarkirkan mobilnya, Sharon langsung berlari menuju pintu masuk, dan Kent mengurus tiket untuk masuk ke dalam sana. Ketika berada didalam, gadis itu tampak takjub melihat pemandangan tersebut.


Melihat wajah gembira yang terpancar dari gadis di depannya, tentu saja membuat Kent merasa senang. Ia seolah kembali pada saat dimana mereka masih bersama dulu.


Kebun mawar yang begitu luas dengan warna-warni mawar disana. Melihat mawar ungu, membuat Sharon berlari ke arahnya. Ingin sekali rasanya ia memetik bunga tersebut, namun ia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.


Mengerti dengan apa yang tengah di fikirkan oleh Sharon, Kent pun tersenyum, dan lekas menuju toko yang sudah menyediakan bunga mawar disana. Kemudian, pria itu membeli beberapa tangkai mawar ungu tersebut, dan kembali menghampiri Sharon.


"Kau sangat menginginkannya ya?" Sharon menganggukkan kepalanya tanpa meninggalkan pandangannya dari bunga tersebut. "Ini untukmu." Kent langsung memberikan bunga itu padanya.


"Aaah indah sekali, terima kasih." Merasa begitu senang, gadis itu langsung berhambur memeluk pria yang berada di sisinya. Sadar dengan apa yang sudah dilakukan, ia segera melepaskan pelukan tersebut.


"Ikut aku." Kent menarik tangan Sharon, dan membawanya menuju kebun anggur yang berada disana. Lalu, pria itu mengambilkan keranjang untuk mengajaknya memetik anggur-anggur yang berada disana.


Mendapat keranjang yang diberikan oleh Kent, Sharon segera memetik anggur tersebut. Kemudian, ia melihat anggur yang sedikit lebih besar, namun jaraknya lebih tinggi. Sesekali ia mencoba melompat untuk meraihnya, dan ia masih tidak berhasil mendapatkannya.


Melihat hal tersebut, membuat Kent menghampirinya, dan menyimpan keranjang miliknya. Kemudian, pria itu memegangi pinggang Sharon, dan segera mengangkat tubuh gadis itu.


"Sedikit lagi." Sahut Sharon yang masih belum mampu mencapainya, dan pria itu mencoba mengangkatnya lagi. "Dapat, aku mendapatkannya." Tambahnya lagi, lalu pria itu segera menurunkan tubuh gadisnya.


Hari semakin siang, mereka pun menuju salah satu cafe yang ada disana. Keduanya menikmati makanannya, dan tak lupa untuk Kent memesankan cheese fondue kesukaan Sharon, dia bahkan memesankan 2 porsi untuknya.


Setelah menghabiskan makanannya, dan melihat dessert favoritnya, Sharon langsung melahap semua itu hingga tingkahnya tersebut membuat Kent terkekeh.


"Pelan-pelan saja. Tidak akan ada yang merebutnya darimu." Kent mengusap puncak kepala gadis di hadapannya.


"Benarkah? Tapi seingatku, bukankah kau juga begitu menyukai cheese fondue? Kau bahkan pernah merebutnya dariku, dan tak menyisakannya sedikit pun." Sharon mempoutkan bibirnya.


"Pft. Ternyata kau masih mengingat kejadian itu ya? Setelah itu kau marah padaku, dan kau akan memaafkanku jika aku membawakan cheese fondue serta ice cream vanilla untukmu. Lalu .."


"... sudah jangan di lanjutkan, itu begitu memalukan." Sharon memotong ucapan pria itu seraya memukuli lengannya yang terlihat masih menahan tawanya.


Saat makan telah usai, Kent segera mengajak Sharon menuju kandang rusa. Disana ia mengambil beberapa sayuran untuk diberikan pada rusa-rusa tersebut. Lalu, dengan terkejutnya, rusa itu menggigit mawar yang tengah di genggam oleh Sharon.


Melihat itu langsung membuat Sharon memandangi rusa itu, dan mawar yang digenggamnya secara bergantian. Kemudian, ia membanting sayuran yang ada digenggamannya, dan pergi dari sana.


Kepergiaan gadis itu membuat Kent kebingungan, kenapa tiba-tiba dia terlihat marah. Apa yang sudah terjadi, pria itu sungguh tidak mengerti.


"Apa yang membuatmu marah? Apa aku melakukan kesalahan?" Kent menahan bahu gadis itu, dan memintanya untuk memandang dirinya.


"Lihat ini." Saat itu Sharon menunjukkan mawar ungu yang diberikan oleh Kent tadi. "Tiba-tiba saja rusa itu menerkam mawar milikku. Karena dia, bunga ini jadi rusak, dan tak indah lagi."


"Ha Ha Ha. Jadi, kau marah dengan rusa karena hal sepele ini?" Mendengar itu membuat Kent tertawa. "Kau mengucapkan itu seolah yang merusaknya adalah orang lain. Itu hanya seekor rusa, dan tidak ada gunanya kau marah sebesar apa pun." Sambungnya lagi dengan menahan tawanya.


"Tapi tetap saja rusa itu yang salah. Bukankah aku sudah memberinya makanan? Kenapa masih ingin memakan bunga milikku?"


"Sudah-sudah. Ayo kembali ke kebun mawar, dan aku akan membelikan yang baru untukmu. Jika kau mau, aku bisa membelikan bibitnya juga untukmu." Kent merebut bunga itu, dan membuangnya. Kemudian, ia merangkul Sharon untuk membawanya kembali menuju kebun bunga.


Bersambung ...