My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 134



Malam tiba, dan Sharon sudah berada dirumah, menyiapkan makan malam untuk Charles bersama dengan Raeya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan tidak biasanya pria itu belum kembali.


Di waktu bersamaan, Charles pun sangat bosan karena masih berada di ruang meeting dengan clientnya yang datang dari Kanada. Entahlah ada hal apa lagi yang ingin di bicarakan oleh mereka di waktu yang sudah malam seperti itu, karena tampaknya, mereka begitu betah berlama-lama di kantor miliknya.


"Tuan Eric, apa ada hal lain lagi yang perlu di bicarakan? Jika mengenai kontrak kerja sama, aku rasa semua sudah selesai di bahas." Charles menyambar.


"Mengenai CBC Group. Apa tuan Charles bisa memastikan jika tuan Charlie juga mau bekerja sama dengan kami?"


"Jika anda bisa mendapatkan kontrak dengan Austin Industries, maka 90% CBC Group juga akan ikut bekerja sama." Kini Key membuka suara, karena bukan hanya Charles yang merasakan bosan dalam ruangan itu, melainkan Key pun merasakan hal yang sama. Melihat asistennya menyahut, Charles langsung mengacungkan kedua jempol tangannya secara sembunyi-sembunyi ke arah Key. Namun, Key mengabaikan hal itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi padanya hari ini? Sejak siang tadi dia bahkan berani mengabaikanku!" Umpat Charles dengan kesal karena merasa di abaikan oleh asistennya.


"Baiklah jika kemungkinannya sebesar itu, maka kami tidak perlu khawatir lagi. Terima kasih atas waktu tuan Charles, dan juga tuan Key. Besok aku akan menghubungi asisten tuan Charlie untuk membuat janji."


Mereka pun segera beranjak dari sana, dan tak lupa mereka bersalaman sebelum meninggalkan ruang meeting. Ketika client mereka telah pergi, dengan cepat Key membereskan berkas-berkas kontrak kerja sama, dan hendak meninggalkan ruangan tersebut.


"Berani melangkah keluar satu langkah, maka aku akan memangkas 50% bonus akhir tahunmu!" Ancamnya, dan Key kembali menarik kakinya yang hampir menyentuh lantai luar ruang meeting. "Ada apa denganmu hari ini? Apa yang membuat moodmu hancur kali ini? Apa kau tengah putus cinta?" Charles menyahut seraya menyilangkan kedua tangannya tepat di depan dadanya.


"Putus cinta? Hal seperti itu tidak berpengaruh untuk seorang Key." Jawabnya dengan ketus.


"Key! Sejak kapan kau berani berbicara dengan nada seperti itu padaku? Sepertinya kau benar-benar ingin aku memangkas bonusmu, ya? Baiklah, aku akan turuti permintaanmu itu."


"Eh? Tunggu-tunggu, posisinya disini aku sedang marah pada tuan Charles. Tapi, kenapa justru aku di ancam seperti ini? Bukankah seharusnya orang itu harus menghiburnya?"


"Contohnya?"


"Seperti, tuan Charles akan menaikkan gajiku."


"Memang apa yang ku lakukan padamu? Dan apa urusannya denganku?" Kini nada suara Charles terdengar kesal.


"Aku bekerja dengan tuan Charles sudah sangat lama. Tapi, bahkan tuan Charles mempermalukanku di depan Larissa, dan lebih memilih nona Sharon."


"Tentu saja. Dia istriku, dia lebih penting untukku, dan dia yang paling utama dalam hidupku." Ujar Charles. "Meski begitu, kau juga sudah bagaikan saudara untukku, Key. Kau adalah orang kepercayaanku, dan akan seperti itu. Baiklah, seperti yang kau inginkan, aku akan menaikkan 5% gajimu bulan ini."


"Tapi, tunggu 2 tahun lagi!" Charles melanjutkan seraya menepuk bahu Key. Kemudian, ia berjalan meninggalkannya.


"Tuan Charles sungguh mempermainkan aku. Lihat saja! Ketika aku menemukan wanita yang lebih baik dari nona Sharon, aku akan menikahinya, bukan hanya itu, aku akan membuat usaha, dan aku akan resign dari Austin Industries. Lalu, tuan Charles tidak akan memiliki asisten lagi." Teriaknya, dan Charles yang masih sedikit mendengarnya pun hanya melambaikan tangannya sebagai tanda 'sampai jumpa besok'.


Malam sudah hampir larut, dan Charles yang baru tiba di rumah pun terkejut saat melihat Sharon tertidur di ruang makan. Melihatnya seperti itu benar-benar membuatnya merasa bersalah, kenapa dia harus tertidur disana?


Apa dia menungguku?


"Nyonya Sharon menunggu anda sejak tadi, tuan. Dia begitu mencemaskan anda, terlebih saat anda tidak menerima panggilannya." Raeya menyahut.


"Dia menghubungiku?" Dengan cepat Charles merogoh saku celananya, dan benar saja banyak panggilan tak terjawab darinya. "Aku sedang melakukan pertemuan bersama dengan clientku, dan aku harus mensenyapkan ponselku. Baiklah, aku akan membawanya ke kamar! Tolong hangatkan makanannya, agar aku bisa memakannya dengan nikmat." Ungkapnya lagi yang langsung menggendong tubuh istrinya.


"Baik tuan."


Setelah membaringkan Sharon di ranjang, Charles segera membersihkan tubuhnya, dan kembali ke ruang makan untuk menyantap makanan yang sudah tersedia disana. Ketika hendak menikmati setiap makanan yang ada di meja, Raeya mengatakan padanya jika sejak tadi Sharon juga belum memakan apapun.


Tangannya berhenti beraktifitas saat mendengar penuturan Raeya. Kemudian, ia membawa sedikit makanan ke kamarnya, dan dengan berat hati ia harus membangunkannya. Charles tidak ingin jika pujaan hatinya harus tertidur dengan kondisi perut yang kosong.


"Huh? Kau sudah pulang?" Sharon menggosok kedua matanya. "Aku akan menghangatkan makanannya untukmu!" Imbuhnya yang hendak beranjak dari ranjang. Namun, Charles segera menahannya seraya menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah meminta Raeya melakukannya tadi. Aku juga sudah makan sedikit, tapi apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak makan apa pun, dan justru tertidur di ruang makan?"


"Itu karena aku menunggumu, kau bahkan tidak menerima panggilanku."


"Maafkan aku! Aku tidak akan mengulanginya lagi, sekarang buka mulutmu! Aku akan menyuapimu!" Tuturnya seraya melayangkan satu sendok makanan ke arah wanita di hadapannya.


Bersambung ...


Go follow >>>>>> IG: @kyu_shine