My Boyfriend, My CEO

My Boyfriend, My CEO
My Boyfriend, My Ce'o Bagian 135



Hari telah berganti, dan hari yang di tunggu-tunggu pun telah datang. Benar, hari itu adalah hari pernikahan antara Nick, dan Alice, sekaligus pernikahan ulang antara Charles dengan Sharon. Bagi tamu undangan, pernikahan kali ini sangatlah langka, karena dimana ada 2 pasang sejoli yang akan mengikat janji pernikahan di hari yang sama.


Charles maupun Nick telah menunggu pengantin mereka di altar. Sedangkan Sharon, dan Alice pun tengah bersiap untuk keluar. Awalnya Sharon akan di dampingi oleh Iriana, selaku bibi kandungnya. Namun, ketika melihat Alice yang di dampingi oleh ayahnya, itu sungguh membuatnya iri.


Andai saja ayah masih disini, pasti dia juga akan mendampingiku, mengantarku, dan menyerahkanku pada Charles.


Sharon hanya diam tak bergeming, namun senyum tipisnya tetap terukir di bibirnya. Hingga seseorang datang ke ruangan tersebut, ia berjalan ke arah Sharon, dan juga Iriana. Orang itu tersenyum ke arahnya, dan mereka tidak mengerti dengan senyuman yang di lemparkan oleh orang tersebut.


“Nyonya Iriana, bolehkah aku yang mendampingi menantuku untuk berjalan di altar?” Sahut pria setengah paruh baya itu, dan mendengar itu membuat Sharon begitu tercengang, namun ia juga bahagia mendengarnya.


“Benarkah anda Bill Austin?” Sambar Jimmy selaku ayah dari Alice.


“Benar tuan.” Bill tersenyum menanggapi pertanyaan orang yang tak jauh darinya. “Jadi, bagaimana nyonya Iriana? Bisakah aku?” Ungkapnya lagi.


“Tentu saja tuan. Aku yakin jika Sharon pun sangat mengharapkan hal ini terjadi.”


“Putriku, apa kau mengizinkanku untuk mendampingimu, menggantikan posisi ayahmu untuk menyerahkanmu pada putraku?”


“Aku mau, ayah.” Sahut Sharon dengan air mata yang menetes, dan mengetahui hal tersebut, dengan cepat Bill menyeka cairan bening itu agar tidak membasahi kedua pipi menantunya yang mungkin bisa merusak riasan make upnya.


Meski Bill tidaklah memiliki hubungan darah dengannya, entah kenapa Sharon selalu merasa jika berada dekat dengannya, ia seperti merasa tengah bersama ayahnya sendiri. Jadi, mana mungkin untuk dirinya menolak tawaran tersebut.


Sharon, dan Bill berjalan keluar lebih dulu. Kemudian, di susul oleh Alice serta ayahnya. Semua pandangan tertuju pada pada pengantin wanita yang tengah berjalan di atas altar, keduanya sama-sama cantik, namun mereka begitu iri pada Sharon, karena tidak di sangka-sangka jika wanita itu bisa berdampingan dengan salah satu putra dari keluarga Austin.


Bukan hanya itu, mereka semua sangat terkejut saat mengetahui jika Sharon Hwang merupakan putri tunggal dari seorang pebisnis yang begitu hebat, Ozan Sworth. Bagi mereka para pebisnis, tidak ada yang tidak mengenalnya, bahkan kabar dia pergi dari rumah untuk menikahi orang yang di cintainya pun gencar di laman berita. Namun sayangnya, kabar kematiannya tidak di ketahui banyak orang.


Saat tiba di penghujung altar, Bill menyerahkan Sharon pada putranya, dan Alice kepada Nick. Para tamu undangan pun di persilahkan untuk duduk kembali, karena janji pernikahan akan segera di ucapkan.


Setelah keduanya mengikat pernikahan mereka dengan janji yang telah di ucapkan, mereka saling bertukar cincin. Kemudian, tak pikir panjang lagi, Charles langsung mencium Sharon dengan begitu lembut. Berbeda dengan Nick, dan Alice, keduanya masih tampak begitu malu, bahkan keduanya pun terkejut saat melihat Charles melakukan hal itu. Hingga akhirnya, Nick hanya mencium kening Alice.


Setelah upacara telah selesai di laksanakan, resepsi pernikahan pun di langsungkan pada hari yang sama. Charles melingkarkan tangannya tepat di pinggang istrinya, dan tangan satunya menggenggam segelas minuman.


“Dan sudah ku bilang, apapun yang di pilihkan olehnya, aku pasti menyukainya.” Sharon tersenyum menanggapi hal tersebut, dan Charles yang mendengar itu pun mencium puncak kepala istrinya.


"Lagi pula, Charles tidak akan memberikan sesuatu yang tidak mewah untuk wanita kesayangannya. Benar begitu 'kan?" Sambar seseorang yang tiba di tengah mereka.


"Aku rasa kau sangat mengerti hal itu, Kent!" Charles bersalaman dengannya. "Untuknya, aku rela memberikan apapun yang dia mau, bahkan aku bisa memberikan nyawaku sekalipun jika dia menginginkannya." Imbuhnya lagi, dan semuanya tertawa mendengar penuturannya.


"Seperti yang pernah kau ucapkan 'Hargailah setiap waktumu bersama dengannya. Karena hari esok belum tentu ada, dan yang telah hilang tidak akan mungkin bisa kembali.' Soal menghargai waktunya memang benar, tapi menurutku tidak semua yang hilang tidak bisa kembali. Lihat! Dia bahkan bisa kembali untukmu." Kent berbisik pada tepat pada telinga Sharon, dan Sharon terkejut karena pria itu masih mengingat betul apa yang pernah ia tuliskan pada sebuah pesannya.


Benar, yang di katakannya memanglah benar. Tidak semua yang hilang tidak bisa kembali, karena pria yang berada di sisinya telah menghancurkan semua ucapannya. Dia memang sempat meninggalkannya, namun pada akhirnya dia kembali lagi padanya, bahkan memberikan kebahagiaan yang begitu besar untuknya, dan dirinya merasa sangat bersyukur akan hal tersebut.


"Kau terlihat begitu cantik, Sharon." Natasha tersenyum ke arahnya. "... dan kau pun begitu, Alice. Tidak ku sangka jika kalian akan menikah di hari yang sama." Imbuhnya lagi.


"Hey! Kita tidak menikah di hari yang sama. Justru, aku, dan Sharon menikah lebih dulu dari kalian. Hanya saja kami mengulangnya, dan ingin membuat pernikahanku dengannya menjadi resmi." Seru Charles.


"Lalu, apa bedanya? Bukankah pada akhirnya sama saja jika kau menikah di hari yang sama dengan Nick?" Kini, Charlie menyambar, dan ikut berkumpul dengan mereka.


"Tentu saja beda. Jangan samakan..."


"... sama atau tidak, yang terpenting adalah kita sudah memiliki kebahagiaan yang kita inginkan." Nick melerai mereka seraya mendekap Alice.


"Benar. Bagiku, jika hidup tanpa adanya Sharon di sisiku, sungguh kehidupanku ini akan terasa begitu hampa. Aku sangat bersyukur karena telah mengenalnya." Dahi Charles bersatu dengan dahi milik Sharon, keduanya pun tersenyum.


Bukan hanya Charles, dan Sharon yang tersenyum bahagia di sana. Mereka yang tengah berkumpul disana pun merasakan hal yang sama, mereka telah menemukan pujaan hatinya, dan siap untuk melakukan segalanya demi pasangannya. Kemudian, para pria disana pun mengangkat gelas yang berada dalam genggamannya, dan bersulang untuk minum bersama.


END atau Lanjut?😂


Kan sudah happy semua tuh😵😂