
"Atas dasar apa tuan Charlie berkata demikian? Jangan memfitnah menantuku seperti itu, jika tuan Charlie berkata bohong, maka aku tidak akan segan untuk melaporkan anda dengan tuduhan pencemaran nama baik." Sahutnya Raeya seraya merangkul Grace, dan tamu undangan yang datang pun memperhatikan kejadian tersebut.
"Ha Ha Ha. Nyonya fikir aku hanya asal bicara saja, ya? Aku bicara berdasarkan bukti, dan anda tidak perlu repot-repot untuk memanggil pihak kepolisian, karena aku sudah memanggilnya lebih dulu dengan menyerahkan bukti yang ada." Charlie tersenyum licik.
"Tunggu, sebenarnya ada apa ini? Kenapa kalian membicarakan soal menculik, dan siksaan?" Kent masih tampak kebingungan dengan apa yang terjadi saat itu.
Tanpa banyak bicara, Charlie langsung memberikan sebuah rekaman padanya. Merasa penasaran, Raeya selaku ibunya Kent pun ikut menyaksikan hasil rekaman tersebut. Rekaman yang dimana seorang pelaku berhasil di amankan oleh Charlie saat itu, dan orang itu menyebutkan nama seseorang yang sudah menyuruhnya melakukan tindakan tersebut.
Kent, dan ibunya sungguh terkejut dengan apa yang sudah di lakukan oleh Grace saat itu. Setelah melihat rekaman itu, Kent langsung melonggarkan dasi yang melilit di lehernya, dan menatap tajam ke arah Grace. Sedangkan Grace mencoba membela dirinya dengan air mata buatannya di hadapan Kent, dan juga keluarganya.
"Jangan menyentuhku! Dengan suka rela aku mengorbankan perasaanku untuk menikahimu, dengan syarat kau tidak akan menyakitinya. Tapi, ternyata kau mengingkari ucapanmu. Aku Kent Edbert memberitahukan pada kalian semua jiika tidak ada pernikahan lagi antara aku, dan Grace Olsen. Aku Kent Edbert akan memutuskan segala hubungan yang berurusan dengan keluarga Olsen."
"Kent, aku bisa jelaskan semuanya, aku mohon jangan lakukan itu." Grace menggenggam lengan Kent, namun dengan cepat Kent menepisnya, dan langsung berdiri membelakanginya. "Ibu, kau pasti bisa membantuku bukan?" Sambungnya yang bergantian menggenggam tangan ibunya Kent.
"Maafkan aku Grace, tapi aku tidak menyukai caramu itu. Itu sungguh bukan cara orang-orang yang bermartabat, dan aku tidak ingin memiliki seorang menantu kriminal, terlebih lagi bermusuhan dengan keluarga Austin atau pun keluarga Sworth. Jadi, aku tidak bisa membantumu, aku sungguh malu dengan tingkahmu itu."
"Tuan Revan Olsen, sesuai yang sudah di katakan putraku. Kami membatalkan pernikahan ini, bukan hanya pernikahan, Edbert Company juga menarik hubungan kerja sama perusahaan pada perusahaan anda." Kini ayahnya Kent pun bicara soal hal tersebut.
Tidak lama kemudian, pihak kepolisian pun datang, dan Charlie langsung menarik lengan Grace untuk di serahkan ke aparat. Tidak ada yang membantunya sama sekali, bahkan orang tuanya pun tidak mampu berkata-kata lagi dengan tindakan yang sudah dilakukan oleh putrinya.
Setelah Grace di bawa, para tamu pun ikut berhamburan keluar, dan Sharon yang merasa takut pun masih mendekap Charles dengan erat. Kent terkejut ketika melihat Sharon berada dalam pelukan pria lain, terlebih pria itu bukanlah pria biasa.
"Sharon, mengenai hubunganmu dengan Nick Sworth, aku sudah mengetahuinya. Namun, apa hubunganmu dengan tuan Charles?" Pria itu menatap Sharon dengan begitu lirih, dan Sharon lekas mengendurkan dekapannya, namun dengan cepat Charles menariknya kembali.
"Aku adalah kekasihnya, dan kami memutuskan untuk segera menikah." Charles menyeru dengan menyunggingkan sebuah senyuman kepada mereka.
"Kekasih? Menikah? Bukankah gadis itu bukan Sharon?"
"Oh kau salah faham tuan Kent. Wanita itu hanyalah masa laluku yang mencoba memanfaatkanku, dan Sharon lah pasanganku yang sesungguhnya."
"Begitu ya?" Kent segera menundukkan pandangannya. Ia melepaskan dasi yang melilit di lehernya serta membuka kancing jasnya. Kemudian, ia segera melangkahkan kakinya untuk keluar gedung.
Setelah mendapat persetujuan dari Charles, Sharon segera berlari mengejar Kent yang hampir memasuki mobilnya. Tidak memperdulikan suara dari gadis itu, Kent tetap dengan pendiriannya, namun Sharon berhasil menahan pintunya, bahkan tangannya pun terjepit karena Kent memaksa untuk menutupnya.
Mendengar rintihnan darinya, Kent segera membukanya, dan keluar dari dalam. Ia menarik jemari gadis itu, dan mengusapnya dengan lembut. Merasakan pilu dalam hatinya, ia tidak mampu menahan diri untuk memeluk seseorang yang ada di hadapannya.
"Maafkan aku, Sharon. Sejak dulu, aku memang tidak pernah berguna untukmu. Sejak dulu, aku tidak pernah bisa membahagiakanmu. Yang selalu ku berikan padamu hanya sebuah air mata, dan penderitaan."
Sharon sungguh terkejut ketika mendengar suara parau dari pria yang berada dalam pelukannya saat ini. Charles yang melangkah keluar pun hendak menarik Kent dari sana, namun Nick menahannya, ia meminta Charles untuk memberi waktu untuknya.
Merasa malu, orang tua Kent sudah pulang lebih dulu. Sebelum itu, mereka meminta maaf pada Charles, juga Nick. Terutama Raeya, dia sungguh menyesal karena telah berbuat buruk pada Sharon, dan ia berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama.
"Siapa bilang kau hanya membawa penderitaan padaku?" Mendengar penuturan itu, Kent langsung melepaskan pelukannya, dan menatap mata Sharon dengan lekat. "Ketika bersamamu, aku selalu merasa bahagia, kau selalu memberikan sebuah senyuman padaku. Jadi, jangan merasa bersalah sedikit pun." Imbuhnya lagi dengan sebuah senyuman.
"Terima kasih banyak. Aku sangat senang karena kau pernah menjadi bagian dari hatiku. Mungkin sampai saat ini masih sama, meski begitu, aku akan mendukung hubunganmu dengannya. Aku yakin jika dia bisa menjagamu lebih baik dariku, dan aku juga yakin jika dia bisa memberikanmu kebahagiaan yang seutuhnya."
Kemudian, Kent menggenggam tangan Sharon, ia mengajaknya berjalan menaiki anak tangga. Keduanya berjalan menghampiri Charles, dan juga Nick yang tengah berdiri di ambang pintu. Lalu, Kent menyerahkan tangan Sharon kepadanya.
"Tuan Charles, aku harap kau bisa menjaganya dengan baik. Berikan sebuah kebahagiaan yang sebenarnya, dan jangan biarkan air mata menetes di kedua matanya. Mulai hari ini, aku berjanji tidak akan muncul lagi di hadapan kalian, anggaplah ini sebagai penebusan kejahatan yang sudah Grace berikan padanya."
"Itu bukan kesalahanmu, Kent. Kau tidak harus melakukan hal tersebut. Kita masih bisa menjadi teman." Sharon menggenggam tangan Kent.
"Yang dikatakannya benar." Sahut Charles.
"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa melakukan itu. Aku akan meninggalkan negara ini untuk mengobati luka yang ada di hatiku."
"Kemana kau akan pergi? Bisakah kau memberitahuku?" Gumam Sharon, namun Kent hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut.
Bersambung ...