I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
98. Satu Celah



"Apa maksudmu? Tidak ada yang ingin kukatakan"kata Qin Yuanqu, ia menyingitkan alisnya tatapannya beralih ke Liu Wen.


*Apa dia tahu sesuatu? -batin Qin Yuanqu, ia sangat penasaran dan bertanya tanya apa yang sedang Liu Wen pikirkan sekarang.


"Benarkah? Hubunganmu dengan Jianwe juga?"tanya Liu Wen, ia hanya menebak dan hasilnya diluar dugaannya.


"Ikut aku"kata Qin Yuanqu, ia sedikit tersentak dan menarik tangan Liu Wen menuju hutan bambu disebelah istana dingin.


"Sepertinya kau sudah tahu Jianwe putraku. Aku juga lihat saat kau membela dan melindunginya tadi, entah apa kau memanfaatkannya atau tidak, aku berterima kasih"kata Qin Yuanqu wajahnya terlihat muram, rasa sesak didadanya semakin besar disaat nyawa Qin Jianwe sedang dalam bahaya.


*Anak?! Apa ini? Sangat diluar dugaan kukira tadi mereka memiliki hubungan teman baik, ternyata dia putranya-batin Liu Wen mereka saling membelakangi jadi Qin Yuanqu tak melihat ekspresi terkejutnya.


"Apa alasanmu merahasiakannya dari Kaisar? Ohhh ya aku lupa. Pasti karena anakmu"kata Qin Yuanqu, ia pernah dengar dari pengawal Pangeran Keempat kalau Liu Wen sedang hamil pada saat kabur dulu.


"Anakku? Kau tahu aku memiliki anak?"tanya Liu Wen sepertinya pria ini memiliki banyak mata dan telinga.


"Tentu saja, kau kabur saat itu mungkin karena kau hamil anak orang lain juga kan? Aku sudah tahu semua, jika kau memberitahu kalau Jianwe bukan anak Kaisar. Kesempatanmu untuk membuat anakmu naik tahta akan semakin tipis"kata Qin Yuanqu selama ini ia menyangka wanita yang mendengar percakapan antara kakaknya dan tabib Wu itu adalah Liu Wen makanya dia sangat terang terangan disini.


*Apa maksudnya memang kalau kuberitahu kenapa -batin Liu Wen, ia membayangkan malam itu, wajahnya pun memerah.


"Bekerjasamalah denganku! Jika kau melindungi Jianwe aku akan melindungi rahasiamu dan membantu putramu naik tahta"kata Qin Yuanqu ia menyerah seutuhnya untuk mengambil tahta dari adiknya itu yang dia harapkan sekarang hanya keselamatan putranya.


"Maaf Pangeran aku tak bisa bekerja sama denganmu"kata Liu Wen, ia berbalik dan melihat wajah Qin Yuanqu.


"Aku menyayangi Jianwe dengan tulus dan juga maaf! Aku tak tahu mengenai hal tadi, terima kasih sudah memberiku informasi yang berharga"kata Liu Wen sambil mengedipkan matanya.


"A...apa! Kau berbohong kan! Kau wanita yang diceritakan kakakku! "kata Qin Yuanqu matanya terbelak saat mendengar perkataan Liu Wen.


*Memang apa yang dikatakan kakaknya dan tabib Wu-batin Liu Wen, ia jadi binggung.


"Pangeran apa kau tak menghitung waktu nya saat Selir Tang hamil aku sudah pergi bukan? Bagaimana caraku mengelinap masuk istana dan secara kebetulan melihat kakakmu dan tabib Wu sedang berbicara?"tanya Liu Wen secara logika itu memang tak masuk akal.


"K..kauu... "kata Qin Yuanqu, ia mengambil belatinya dan ingin membunuh Liu Wen.


"Dan kau salah mengenaiku"kata Liu Wen ia yang menyadari Qin Yuanqu ingin menusuknya langsung memegang belati itu dan memasukkannya kedalam sarungnya lagi.


"Aku kejam bukan hanya dari perkataan tetapi perbuatan! Aku bisa membunuhmu sekarang..."kata Liu Wen ia mengambil pisau makannya dari balik hanfu dan menggores sedikit perut Qin Yuanqu.


"Tetapi ayah dari Jianwe dan kakak iparku sendiri? Tidak mungkinkan"Liu Wen tersenyum manis dan mengambil beberapa lembar daun sirih didekat kakinya.


"Kunyah dan tempel dilukanya agak perih tapi sangat membantu berhentinya darah, tenang saja aku tak pernah menyakiti Jianwe, aku tahu kau tulus menyayanginya dan juga kau pasti tidak akan membunuh ibu dari putramu"kata Liu Wen ia melambaikan tangannya.


"Walau aku dulu ingin membunuhmu dan suamimu? Apa kau masih menyayanginya dengan tulus?"kata Qin Yuanqu membuat Liu Wen berhenti ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin sejenak.


"Haaah..."


"Masa lalu biarlah masa lalu. Yang penting sekarang aku baik baik sajakan?! Baiklah aku harus pergi, salam kakak ipar"kata Liu Wen ia memberi hormat dan pergi begitu saja.


"Wanita pintar dengan cepat mendapatkan informasi, jika aku bertemu denganmu sebelum bertemu Sui'er mungkin aku akan tergila gila padamu"gumam Qin Yuanqu tegas, berani dan pemaaf, sifat seorang Permaisuri idaman.


*************


*Kapan dia ingin membunuhku? Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya!. Apa karena Jianwe tetapi ia tak perlu sampai membunuhkukan atau Selir Tang! Dia ingin Selir Tang menjadi Permaisuri-batin Liu Wen sepanjang jalan ia memikirkan hal itu, mengenai Qin Jianwe, Kaisar dan dendam kusumat apa yang dimiliki Selir Tang kepadanya.


*Lalu rahasia apa antara tabib Wu dan kakaknya?! Lebih baik suruh orang untuk menyelidiki hal ini nanti-batin Liu Wen, ia harus bergerak cepat untuk mengungkap satu persatu kebenaran ini.


"Salam Permaisuri, saya mencari anda di Kediaman Phoenix ternyata anda disini"kata Pangeran Keempat, ia berpapasan dengan Liu Wen dijalan.


"Oh, Xi'er? Ada apa?"tanya Liu Wen lamunannya terpecah ia menatap adik iparnya itu.


"Aku mau bicara tentang keponakanku"kata Pangeran Keempat dengan serius.


********


Kediaman Phoenix


"Minumlah ini"kata Liu Wen, ia menyuguhkan teh hangat untuk Pangeran Keempat.


"Dimana dia? Kakak ipar tahukan dia penerus Kekaisaran yang sebenarnya"Kata Pangeran Keempat, ia menekuk alisnya.


"Astaga... oke...oke kenapa kau menjadi tak sabarann! Bukan hanya dia tapi mereka"kata Liu Wen padahal dia selalu mengalihkan pembicaraan tetapi Pangeran Keempat selalu membahas soal si kembar.


"Mereka?"tanya Pangeran Keempat dengan serius.


"Hmm! Mereka! Aku melahirkan anak kembar, tahu! Kembar lima"kata Liu Wen sambil tersenyum.


"Haa?! Tidak masuk akal ini pertama kalinya dimuka bumi ini ada yang melahirkan kembar lima"kata Pangeran Keempat ia mengedipkan matanya tak percaya seumur hidup baru mendengar ada orang yang bisa melahirkan kembar lima.


"Aku akan terkenal lagi dong! Bukan hanya Permaisuri kejam tetapi Permaisuri siluman yang melahirkan lima anak"kata Liu Wen membuat mereka tertawa.


"Mereka di Kediaman Perdana Mentri kalau mau mengunjunginya kau harus menyamar! Nanti ikut aku jika ingin melihat mereka"kata Liu Wen sambil tersenyum licik.


*Kenapa aku memiliki firasat buruk-batin Pangeran Keempat lehernya terasa dingin mendengar hal itu.


"O...okee tapi kenapa mereka tak dibawa kemari?"tanya Pangeran keempat.


"Aku ingin memberi pelajaran kepada Selir Chu, jika dia tahu aku memiliki anak! Dia akan mencelakai mereka setidaknya aku harus mengambil hak atas istana dan pengumpulkan banyak pelayan dan prajurit setia didekatku"kata Liu Wen, ia menundukan kepalanya.


"Selama ini tak ada pergerakan darinya hanya saja dia berhasil menghasut para Selir yang lain dan menyebarkan rumor mengerikan tentang Keluarga Kerajaan jadi tak ada yang mau jadi Selir"kata Pangeran Keempat saat tahu hal itu, ia bersikap acuh saja, karena tahu pasti kakaknya juga akan senang jika hal itu terjadi.


"Seluruh istana dikelola olehnya, dia juga sering dipanggil Permaisuri walau ada rumor kalau dia dan mantan Jenral Song memiliki hubungan dekat"sambung Pangeran Keempat, ia benar benar tak peduli apapun tentang Selir Chu.


"Jendral Song yang mana?"tanya Liu Wen, sepertinya ia tak pernah bertemu dengan orang itu.


"Yang pernah kau potong tangan dan kakinya"kata Pangeran Keempat dengan malas, padahal sudah bersikap kejam tapi dia malah melupakannya.


"Oh, bagaimana kondisi Qin Jianwe selama ini?"tanya Liu Wen, ia ingat Jianwe selama ini sangat lemah apa alasannya.


"Seperti biasa, ia masih suka pingsan dan seluruh badannya sangat rapuh, ia juga mudah sakit"kata Pangeran Keempat walaupun menganggapnya normal tetapi seringkali ia merasa ada yang janggal.


*Dia cuma prematur jika diberi vitamin disetiap makannya saat ia bayi pasti akan baik baik saja kan?-batin Liu Wen banyak kasus bayi prematur didunia modren dan tak ada yang sampai menjadi kendala saat mereka dewasa hanya perlu penanganan yang tepat saja.


"Hah.... anak itu"Liu Wen menghela nafasnya ia sepertinya tahu apa alasannya.


"Bukan kau yang menangani kesehatannya kan?"tanya Liu Wen pasti ada yang sengaja ingin membuatnya terlihat sakit.


"Benar! Sejak lahir tabib Wu yang mengurusnya"kata Pangeran Keempat ia mengangguk pelan.


"Mulai besok kau yang bertanggung jawab atas kesehatannya! Kurasa tabib Wu tak pernah mengobatinya tapi membunuhnya dengan perlahan"kata Liu Wen.


*Walau bukan anakku atau Qin Xuan bodoh! Tetapi dia adalah keponakanku. Entah kenapa saat mendengar hal ini aku merasa bahagia"batin Liu Wen, ia senang mendengar hal itu karena Kaisar bearti tak pernah menyentuh Selir Tangm


*Huhhh?! Tapi dia menyentuh wanita ular itu... -batin Liu Wen ia kembali kesal.


"Kenapa tabib Wu melakukan hal itu kalau atas perintah Selir Chu kan dia sendiri yang rugi karena tak punya kesempatan menjadi Ibu suri, dia juga tak memiliki putra tak mungkinkan dia..."kata Pangeran Keempat awalanya ia tak memikirkannya tetapi saat membaca buku tentang pemimpin wanita pikirnya terbuka.


*Menjadikan Mei'er sebagai Maharani-batin Pangeran Keempat.


"Ya! Yang kau pikirkan itu benar! Menjadikan putrinya satu satunya sebagai penguasa yang disebut Maharani"kata Liu Wen, ia sudah membaca dibuku sejarah, disana tertulis Qin Meili akan berkuasa dan Dinasti ini akan runtuh ditangan anak Qin Meili.