I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
100. Awal dari Pembalasan



"Bagaimana lukaku? Apa akan membekas?"tanya Selir Chu wajahnya sangat tegang saat Tabib Wu memeriksa dengan seksama luka bakar dilengannya.


"Ti...tidak ada yang serius, anda banyaklah makan vitamin agar kulit anda bisa cepat membaik"kata Tabib Wu ia memaksakan wajahnya untuk tersenyum.


"Vitamin? Hmmm...!"


"Bagaimana dengan Qin Jianwe? Apa kau sudah memberinya obat?"tanya Selir Chu membuat tabib Wu tersentak bagaimana mungkin ia memberi obat itu lagi disaat dirinya sudah tertangkap basah oleh Kaisar.


"Sudah Selir! Jangan khawatirkan Pangeran Pertama dia pasti akan mati"kata Tabib Wu, jika ia memberitahukan Selir Chu yang sebenarnya selain nyawa, uang yang diberikan oleh Selir Chu akan terancam diambil kembali, itu sebabnya ia memilih untuk bungkam.


"Bagus! Walaupun Permaisuri telah kembali ia takkan bisa mengambil alih semua otoritasku"kata Selir Chu sudah bertahun tahun ia memegang kendali harem tak mungkin bisa diambil kembali semudah itu oleh Permaisuri yang tak pernah melaksanakan tugasnya.


*Rencana ini akan membuatnya diasingkan! Dengan karakter Permaisuri yang bar bar Kaisar pasti akan percaya-batin Selir Chu, ia sudah memiliki rencana baru agar Liu Wen cepat pergi dari istana.


"Saya mohon izin keluar"kata Tabib Wu ia pergi dari Kediaman Selir Chu dengan cepat karena takut ketahuan.


"A He, bagaimana?! Sudah kau lakukan?"Tanya Selir Chu kepada pelayannya.


"Sudah Selir Agung! Ta..tapi apa ini baik dilakukan?"tanya A He ia merasa hal ini tak baik.


"Ikuti saja! Kita lihat bagaimana dia bisa kabur sekarang"kata Selir Chu, ia hanya menunggu istana ini kekacauan.


"Jika begini cara mainmu baiklah! Aku akan mengikutinya"kata seorang pria, ia yang berada diatas atap kamar Selir Chu.


*********


"Eghhh..."erang Liu Wen, ia baru saja bangun tidur dan merengangkan tubuhnya.


"Aku sangat rindu mereka"kata Liu Wen sambil menekuk bibirnya saat mengingat si kembar ia jadi merindukannya.


"Hari ini sepertinya aman"kata Liu Wen, ia tak membuka matanya karena masih ingin tidur.


"Memang kau mengharapkan apa?"tanya Kaisar, ia baru saja selesai mandi dan hanya memakai hanfu dasar saja memperlihatkan dada dan perut enam kotak miliknya.


"ABS..."gumam Liu Wen saat melihat itu ia melamun dan ingin menyentuhnya. Ia tak kaget lagi Kaisar ada dikamarnya karena kebiasaan Kaisar ini sudah ada jauh sebelum mereka menikah.


"Kau suka sekali dengan otot dadaku"kata Kaisar, ia merasa istrinya ini seperti orang mesum.


"Tidak juga. Lagi pula sentuh punya suami sendiri tak masalah toh"kata Liu Wen dengan wajah tak berdosanya sambil menghela nafas.


"Mau menyentuh yang lain juga?"goda Kaisar membuat Liu Wen tersentak.


*Wahh mau main main dia-batin Liu Wen sambil tersenyum nakal, hampir dua belas tahun ia merindukan tubuh suaminya itu apa dia ingin bermain api dengannya.


"Boleh!"kata Liu Wen, ia meremas bagian bawah Kaisar.


"Ahgg! Kau ingin mematahkannya!"kata Kaisar ia meringis saat jamurnya diremas Liu Wen dengan kuat.


"Ohh.... setahuku jamurmu tak memiliki tulang"kata Liu Wen dengan terus terang membuat Kaisar menjadi malu.


"Ka...kau! Bagaimana bisa mengatakan hal itu"kata Kaisar, wanita didepannya ini bahkan tak tahu malu bisa bisanya mengatakan hal yang vulgar begitu.


"Kita suami istri? Haa..."kata Liu Wen menghela nafasnya.


"Kalau begitu ayo lakukan apa yang seharusnya dilakukan suami istri"kata Kaisar ia menjatuhkan Liu Wen keranjangnya.


"Mau nantang?! Siapa takut"kata Liu Wen ia menarik tengkuk leher Kaisar dan menciumnya.


"Lapor Yang Mulia Permaisuri!"kata seorang Kasim dari luar kamar Liu Wen.


"Ckk! Ganggu saja"gumam Kaisar wajahnya ditekuk karena kesal.


"Dasar bodoh"Liu Wen terkekeh melihat sikap Kaisar yang seperti anak kecil.


"Katakan"seru Liu Wen dari dalam kamar.


"Putri Meili sedang sakit, dimohon Permaisuri untuk datang dan menjenguknya"kata Kasim itu, ia merasa aura tak menyenangkan dari dalam kamar Liu Wen.


"Putrimu sakit..."kata Liu Wen kepada Kaisar.


"Maafkan aku, tak bisa tepat janji"kata Kaisar, ia mencium kening Liu Wen.


"Untuk apa, janji apa"kata Liu Wen dengan ketus.


"Tidak masalah bagi Kaisar itu hal yang normal kan. Kau tak mau tetapi para dewan dan pejabat akan protes seperti sekarang penerusmu cuma beberapa orang! Beruntung ada gosip itu"gumam Liu Wen dia mengerucutkan bibirnya.


"Aku sedikit binggung dulu sepertinya aku tak pernah berhubungan intim dengan wanita manapun selain dirimu tetapi Jianwe dan Meili bisa lahir"kata Kaisar ini menjadi misteri baginya.


"Saat nafsu menyelimutimu kau tak akan ingat apapun"kata Liu Wen, ia segera bangkit dan menganti bajunya.


"Meili sedang sakit ayo kunjungi dia"kata Liu Wen ia mengganti bajunya tanpa mandi terlebih dahulu dan langsung keluar mendahului Kaisar.


"Hahh! Sangat bodoh! Jika aku diposisinya mungkin apa yang dilakukannya beberapa tahun lalu akan kulakukan juga"kata Kaisar, ia mengacak rambutnya karena frustasi.


********


Kediaman Putri


"Ha...haaa!"desah Qin Meili, badannya sangat panas ia juga terbaring lemah di ranjangnya.


"Mei'er apa yang terjadi denganmu!?!"lirih Selir Chu, ia tak henti hentinya mengecup tangan Qin Meili.


"Yang Mulia Permaisuri tibaa"kata Kasim membuat semua yang ada disana memberinya hormat.


"Ada apa dengan Meili?"tanya Liu Wen kepada Selir Chu.


"Hamba tidak tahu Permaisuri dia tiba tiba menjadi seperti ini"kata Selir Chu wajahnya sebab karena menangis.


"Ada apa dengan Mei'er?"tanya Kaisar yang baru saja masuk dengan Pangeran Keempat dibelakangnya.


"Yang Mulia! Hikss... Mei'er..."lirih Selir Chu ia langsung memeluk Kaisar.


*Apaan itu langsung terbang aja kek tupai-batin Liu Wen ia menatap sinis Kaisar.


"Junxi, coba periksa dia"kata Liu Wen dibalas anggukan oleh Pangeran Keempat sekarang ia sudah seperti pesuruh Liu Wen saja.


"Mei'er diracuni"kata Pangeran Keempat tanpa ekspresi, ia tahu siapa pelaku yang meracuni Qin Meili.


"Hikss... siapa yang berani meracuni Mei'er?!"isak Selir Chu ia menangis tersedu sedu sambil memeluk tangan Kaisar.


"Saya melihat Permaisuri memasuki kediamanan Putri kemarin"kata salah seorang pelayan membuat Liu Wen menoleh kearahnya.


"Iya benar! Itu karena kediaman Pangeran harus melewati kediaman Putri"kata Liu Wen sambil menyingitkan alisnya itu memang benar ia lewat didepan kediaman Putri karena ingin bertemu dengan Qin Jianwe.


"Yang Mulia! Kenapa kau sangat kejam kepada anak kecil. Aku tahu Mei'er kurang didikan tetapi kau tak perlu sampai membunuhnya"entah ada angin apa Selir Chu mengatakan hal itu, ia langsung bersujud dihadapan Liu Wen.


*Oh siasatnya untuk menjatuhkanku...-batin Liu Wen, ia melirik Kaisar entah ia akan termakan perkataan Selir Chu atau tidak Liu Wen hanya menghela nafasnya.


"Hanya karena aku lewat didepan Kediamannya? Aku jadi tersangka? Bagaimana denganmu yang masuk ke kediamannya setiap hari?"kata Liu Wen membuat Selir Chu mengeretakkan giginya.


"Jangan asal menuduh orang!"bentak Kaisar ia menarik Liu Wen agar berada didekapannya.


*Cih! Tidak butuh kau!-batin Liu Wen, ia sudah pasrah tak dibela Kaisar tetapi tak disangka kali ini ia mempercayainya.


"Hamba melihat racun dikamar Permaisuri! Hamba saksinya"kata pelayan yang melayani Liu Wen sebenarnya ia adalah pelayan Selir Chu yang bertugas menjadi mata mata dikediaman Phoenix.


"Baiklah ayo periksa"kata Liu Wen dengan santai, ia yakin tak ada racun apapun didalam kediamannya.


*Si bodoh itu! Saat Kaisar melihat botol racun itu ada dikamarnya kau akan tamat-batin Selir Chu, ia sangat percaya diri dengan rencananya karena botol racunnya sudah diletakan dikamar Liu Wen.


"Geledah kamar Permaisuri"kata Kaisar, ia tak meragukan Liu Wen demi membersihkan nama istrinya, ia melakukan pengeledahan.


"Lapor Kaisar tak ditemukan botol racun apapun disini!"kata para pegawal saat mereka semua pergi ke kediaman Phoenix untuk mencari botol racun itu ternyata hasilnya nihil tak ada satu pun botol racun disana.


"Tidak mungkin! Botolnya pasti disembunyikan disuatu tempat! Biar aku sendiri yang mencarinya"kata Selir Chu karena panik ia mencari sendiri botol itu mengacak seisi kamar Liu Wen.


"Sepertinya Selir Chu sangat tahu dimana botol itu berada"kata Kaisar melihat Selir Chu yang sangat gugup membuatnya menjadi yakin.


"Ti..tidak Yang Mulia! Tidak mungkin saya meracuni putri saya sendiri"kata Selir Chu dengan gugup.


"Yang Mulia kondisi Putri sangat mengkhawatirkan Pangeran Keempat bilang jika penawar racunnya tak diberikan maka Putri bisa meninggal dunia"kata Pengawal itu membuat Selir Chu terkejut ia segera berlari ke kediaman putrinya.


*Ke...kenapa bisa terjadi! Racun itu cuma kuberi sedikit dimakan malam Mei'er. Kenapa bisa menjadi separah itu-batin Selir Chu, ia terkejut padahal saat memberi racun dimakanan putrinya, ia hanya memasukannya sedikit.


"Berkali kali kau ingin membunuh putraku! Bagaimana rasanya nyawa anakmu yang tinggal diujung tanduk dan itupun karena ulahmu sendiri"kata Qin Yuanqu, ia yang menambahkan dosis racun dimakanan Qin Meili dan mengambil penawar didalam kamar Selir Chu.