
"Anda masih memiliki cucu"seru Pangeran Keempat, dia sangat tahu apa yang dipikirkan Ibu suri sekarang.
"Saat rumor itu menyebar kakak ipar sedang mengandung, perutnya yang membesar dan selalu makan banyak itu karena dia mengandung bayi kembar lima"kata Pangeran Keempat membuat Ibu suri menatap Aiden.
"Apa benar kau cucuku?"kata Ibu suri dengan tak percaya dia menutup mulutnya karena hal ini sangat tiba tiba baginya.
"Tentu saja! Aku membuatnya dengan Wen sangat lama"kata Kaisar sambil tersenyum bangga, suasana mengharukan berubah menjadi menyedihkan saat Liu Wen memukul kepala Kaisar.
"Saya tidak akan memaksa anda mengakuinya tetapi tolong jangan sakiti cucu kandung anda lagi atau anda sendiri yang akan menyesal nantinya"kata Liu Wen sambil menghela nafasnya.
"Cucuku?"lirih Ibu suri membuat Aiden memalingkan wajahnya.
"Aku hanya seorang anak pungut!"kata Aiden membuat hati ibu suri sakit, banyak sekali kesalahan yang dibuatnya apa ini karma? Cucunya tak mau menerimanya.
"Maafkan aku"kata Ibu suri, entah kepada siapa dia meminta maaf.
"Aku membenci Liu Wen! Karena dia tak termasuk kriteria calon menantuku. Selalu kasar dan menentangku! Jadi aku membencinya! Sudah kusiapkan rencana ini agar dia semakin terburuk dan memilih mati di istana karena tak memiliki anak. Namun nyatanya! Dia! Dia tak merasakan apapun! Malah semakin berani setiap harinya membuatku semakin benci padanya"kata Ibu suri, ia menatap Liu Wen dengan geramnya dan menghela nafas.
"Aku tahu kau nenek tua yang sangat menyebalkan hanya karena kau ibu mertuaku jangan harap kau tak mendapatkan hukuman"kata Liu Wen, sebenarnya dia tak mau berkata kasar tetapi kata kata ini sudah lama ingin dikeluarkannya.
"Hmm... Xuan kau bisa menghukum Ibunda, kali ini Ibunda yang salah"kata Ibu suri yang sepertinya benar benar menyesal.
"Anda tidak lupakan? Qin Jianwe yang akan menjadi Kaisarnya, jadikan saja cucu anda sebagai Kaisar"kata Aiden sambil menyeringai, dia sangat puas karena perkataan Ibu suri akan membuatnya menyesal seumur hidup.
"Dia putraku"kata Qin Yuanqu yang tiba tiba datang membuat Ibu suri naik darah.
"Sialan! kau! Ternyata kau! Anak lemah dan bodoh itu putramu! Heh?! Sangat mirip denganmu dan ibu jalanggmu!"kata Ibu suri yang tadinya lemah tak berdaya tiba tiba langsung penuh semangat dan menghujat Qin Yuanqu.
*Pasti Drama-batin Liu Wen dan Aiden, ibu dan anak itu sangat kompak.
"Apa anda tidak sadar? Anda yang merebut calon suami teman anda dan anda mengatakan bahwa ibu saya yang jalangg??? Apa ini tidak seperti jalangg teriak jalangg?"kata Qin Yuanqu membuat Ibu suri semakin emosi, cerita lama itu terungkit lagi bahkan didepan cucunya dia mengatakan hal itu.
"Diam kau!"teriak Ibu suri dengan lantang, dia tak mau pernah kebenaran itu terungkap.
"Tahta itu akhirnya menjadi milik anakku! Keturunan Ibuku, Quefeng dan anda sendiri yang menyerahkannya. Hahhhh....!?"Kata Qin Yuanqu, lucu sekali. Ibu suri yang mati matian menjaga garis keturunannya tiba tiba kesalahpahaman ini membuat keturunan Quefeng teman baiknya yang akan menjadi Kaisar.
"Aku mengingkari janjiku! Hanya Zhan'er yang cocok menjadi Kaisar"kata Ibu suri ia masih mencoba menyakinkan Aiden.
"Chen! Bawa Ibu suri ke kuil diperbatasan Kekaisaran Qin! Aku mau disisa hidupnya Ibu suri mendoakan Kekaisaran Qin dan keselamatan para Pangeran dan Putr!i"teriak Kaisar tiba tiba Chen dan pengawal lainnya membawa Ibu suri dengan paksa keluar dari sana, sudah cukup dia mendengarkan kata kata kasar ibunya.
"Kak Yuanqu.... ini semua salah ibundaku.... maafkan aku"kata Kaisar, ia menundukan kepalanya didepan Qin Yuanqu, perasaan malu bercampur rasa bersalah kepada kakak tirinya itu.
"Sudahlah tidak masalah, aku dulu memang menginginkan tahta itu tetapi sekarang tidak lagi! Aku kesini juga mau pamit"kata Qin Yuanqu, ia mengangkat kepala adiknya itu agar tak menunduk lagi.
"Pamit? Kemana?"tanya Kaisar, ia menatap kakaknya itu dengan serius, jika ibunya tak merebut calon suami temannya mungkin saja ia tak pernah dilahirkan dan sekarang Qin Yuanqu lah yang menjadi Kaisarnya.
"Aku dan Jianwe akan pergi kekaisaran Tang memulai hidup baru disana sebagai rakyat biasa dan berusaha membersihkan nama Kediaman Mentri Fu"kata Qin Yuanqu sambil tersenyum, ia merasa bersalah kepada ayah tirinya serta kakaknya yang sangat ia cintai itu. Dengan membersihkan nama keluarga Mentri Fu mungkin bisa menebusan satu dari sekian banyak dosanya.
"Tapi kau Pangeran kakak! Aku juga berjanji akan menjadikan Jianwe Kaisar selanjutnya"kata Kaisar lagi pula Aiden sudah menyetujuinya.
"Tidak perlu. Saya hanya ingin hidup bersama ayah selamanya, kami akan bersenang senang setiap harinya, jauh dari tanggung jawab dan peraturan"kata Qin Jianwe yang tiba tiba datang, ia memeluk Liu Wen dengan erat.
"Mami aku pergi dulu"kata Qin Jianwe wajahnya tak terlihat ia membenamkan wajahnya itu di bahu Liu Wen.
"Hmm... sering sering kesini"kata Liu Wen, ia tak bisa melarang Qin Jianwe melakukan apapun yang disukainya.
"Panggil aku ayahanda! Kau juga anakku"kata Kaisar membuat Qin Jianwe memeluknya dengan erat.
"Tentu... terima kasih sudah menjagaku, sekarang fisikku sudah kuat dan mentalku sedang dalam perbaikan, hehehe... bersama ayah merupakan hal yang paling membahagiakan seumur hidupku. Aku ingin hidup dengan tenang, izinkan kami pergi ayahanda"kata Qin Jianwe ia menundukkan kepalanya meminta secara sopan kepada pria yang sudah membesarkannya selama 12 tahun itu.
"Putraku sudah besar, tentu saja diperbolehkan"kata Kaisar mengusap kepala Qin Jianwe.
"Baiklah kami pergi dulu. Agar dapat melihat matahari terbit Jianwe mengajakku berangkat malam"kata Qin Yuanqu ia menggaruk kepalanya yang tak gatal itu lalu menggandeng tangan putranya pergi menjauh.
"Hahhhh! Tidak kusangka masalahnya akan cepat berakhir"kata Kaisar sambil menghela nafasnya.
"Ini sangat bagus karena kita bisa hidup tenang sekarang"kata Liu Wen sambil tersenyum matanya menatap sayu, pertarungan telah berakhir hidupnya sekarang aman damai.
"Prffff, tidak! Justru aku senang karena aku benar benar tak menyentuh mereka..."kata Kaisar, ia menahan tawanya melihat wajah Liu Wen yang sedang cemburu, ia memeluk Liu Wen dari belakang.
"Kau tahu usahaku agar tak bercinta dengan mereka? Aku memakai perona bibir yang mengandung obat tidur sehingga jika mereka menciumku. Mereka akan tertidur seketika.... tetapi aku juga terkena efeknya itu sebabnya aku selalu berlarian dengan cepat saat mereka mulai tidur"bisik Kaisar ditelinga Liu Wen.
"Tidak bercinta tapi mencium bagus!"kata Liu Wen dengan nada ketus.
"Ayolah sayangku, aku bisa menciummu ribuan kali jika kau mau"kata Kaisar, ia membalik tubuh Liu Wen, menarik dagunya agar menghadap kearahnya dan menciumnya.
"Aku tahu ini bagus tapi ingat ada anak dibawah umur disini"kata Aiden dengan malas saat lewat didepan Ibu dan ayahnya pun mereka tak peduli seakan akan dunia milik mereka berdua saja.
End
**********
15 tahun kemudian
"Kaisar tua ku tolong jangan mengejar cucu ku yang manis lagi!"protes Liu Wen, ia berdecak pinggang saat melihat suaminya berlarian dengan susah payah mengejar anak laki laki yang berusia sekitar 3 tahunan.
"Aiyaa... Wen! Aku bukan seorang Kaisar lagi...."
"Sudah 5 tahun terakhir aku pensiun tak ada lagi yang bisa kulakukan selain bermain dengan Kai'er"seru Kaisar, sejak lima tahun terakhir ia menyerahkan tahtanya kepada Aiden yang sekarang sudah memenuhi semua kriteria sebagai seorang Kaisar.
"Tapi pinggangmu itu suka sakit! Apa mau kukasih pijat gratis setiap malam?"kata Liu Wen sambil meregangkan otot lengannya, rambutnya yang memutih tak membuat tenaganya kurang sedikitpun.
"Nenek! Jangan sakiti kakek dia..dia.. aku yang memaksa kakek!"kata Qin Kai Tuo dengan tertatih tatih mengatakannya.
"Benar Ibunda Kai'er yang memaksa ayahanda"kata Rong Siyue sambil mengulas senyum diwajahnya. Ia adalah Permaisuri Qin dan wanita Aiden satu satunya karena Aiden dengan tegas menolak menikah lagi dan menjadikan Rong Siyue sebagai istri satu satunya.
"Aiyaa... kalian melindungi kakek tua ini, untuk apa? Dia bukan Kaisar lagi! Sekarang dia pria tua miskin"kata Liu Wen sambil berdecak pinggang.
"Ahh..."
"Aku pria tua miskin, apa kau tak mau bersamaku lagi Wen karena aku sekarang miskin?"tanya Kaisar dengan penuh harapan.
"Tidak! Justru karena kau miskin aku lebih menyukaimu"kata Liu Wen sambil memeluk suaminya segala hal yang mereka lalui selama ini membuat mereka memahami satu sama lain.
"Ahh..."
"Lihat mesra mesraan lagi"kata Keyzee menunjuk Ibu dan ayahnya sedang berpelukan.
"Lalu mau kau apakan? Mami dan papi memang suka begitu"kata Jake dengan ketus, dia yang iri melihat kemersaan orang tuanya.
"Sebentar lagi pasti akan sakit pinggang"kata Ellson sambil tersenyum.
"Hahh! Ini dunia yang selalu ku dambakan"kata Anna sambil tersenyum.
"Kai'err...."teriak Keyzee menghampiri Keponakannya.
"Ehh? Ehhh!? Kalian"kata Liu Wen, ia mengedarkan pandangannya kedepan melihat putra dan putrinya yang tumbuh menjadi seorang wanita dan pria dewasa, membuatnya sangat bahagia.
"Hiyaaa Kai'er!! Jangan pukul wajah tampan pamammu ini!"teriak Jake saat Qin Kai Tuo menginjak wajah pamannya itu.
*****
"Kata kataku yang barusan belum selesai lho"gumam Liu Wen dengan serius, ia melipat tangannya didada sambil menyeringai.
"Yang mana?"tanya pembaca setia.
"Yang ini 'justru karena kau miskin aku lebih menyukaimu"kata Liu Wen sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Lalu apa kelanjutannya?"tanya pembaca setia.
"Sebab jika kau miskin aku serasa bisa membelimu seperti aku membeli gigolooku, hahahaha"tawa jahat Liu Wen.
"Dasar istri lucknut"gerutu pembaca setia.