I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
Extra Part Wajah Sebenarnya Sang Adik



"Apa anda menyesal pergi? Dari tadi menegok kebelakang terus"kata Yong, ia menatap malas Ri Won yang sesekali melihat kebelakang dan saat berbalik kedepan ia nampak murung.


"Tidak! Aku hanya mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin"kata Ri Won ia makin sedih saat mengatakan hal itu. Harapannya adalah Anna mengantarnya sampai gerbang tetapi nyatanya Anna tak ada. Walaupun sudah berkilo meter mereka jauh dari Istana, Ri Won masih melihat kebelakang membuat Yong risih.


"Anda berharap Putri datang dan melambaikan tangan kan"kata Yong, ia bisa membaca pikiran pendek Ri Won.


"Wahh! Yong apa kau punya ilmu gaib? Aku bisa tahu isi pikiranku?"tanya Ri Won ia tersentak mendengar Yong yang bisa tahu apa yang ia pikirkan


"Tidak.... itu karena saya kenal seperti apa anda itu"seru Yong, ia tersenyum paksa saat melihat wajah Ri Won yang kagum pada pemikirannya itu, padahal orang awam pun akan tahu kalau dia sedang mengharap seseorang akan datang melambaikan tangan padanya.


"Sudah berapa lama kita berjalan?"tanya Ri Won, ia sampai lupa waktu berjalan disaat ia sibuk melihat depan belakang tadi.


"Sudah setengah hari Pangeran. Lihat langit diatasmu... warnanya sudah jingga sebentar lagi malam"kata Yong, ia menunjuk langit yang nampak merah kekuningan itu, matahari pun tak terlihat lagi.


"Pangeran Woo Rin itu sangat licik! Dia memberi Yang Mulia tugas yang sulit! Dia hanya memindahkan para pengungsi ketempat yang aman"ceroceh Yong, ia merasa Ri Won diperlakukan secara tak adil. Raja Nam Wok memberikan dua tugas yang cukup sulit yaitu mengevakuasi korban tanah longsor dibagian selatan Joseon dan mengusir para bandit gunung yang terkenal ganas dibagian utara Joseon. Awalnya Ri Won ingin mengambil tugas mengevakuasi para korban tanah longsor karena ia tahu beberapa tempat yang bagus untuk dijadikan rumah bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal tetapi karena Woo Rin memaksa meminta tugas itu ia pun mengalah dan mengambil tugas yang cukup beresiko itu.


"Tidak apa. Tugas membereskan para bandit itu terlalu sulit untuknya. Adikku masih terlalu kecil untuk melihat adegan berdarah"kata Ri Won, ia selalu menganggap apa yang dilakukan Woo Rin adalah hal yang wajar tak ada sedikitpun kecurigaan dibenaknya.


"Anda terlalu memanjaakan Pangeran Woo Rin..."gumam Yong, ia bisa lihat bagaimana mata Woo Rin menatap Ri Won dengan penuh kebencian itu.


"Lakukan tugasmu sekarang"kata seorang pria yang berada diatas pohon mereka siap memanah kedua orang berkuda dan prajurit yang berada dibelakangnya.


"Serang!!!"teriak orang itu panah pun melesat. Panah terbanyak dibidikkan kepada Ri Won jelas sekali targetnya adalah Ri Won.


*Jika Pangeran Ri Won tak mati kami yang akan mati sekarang-batin pria itu, ia teringat kata kata Penasehat Lim.


"Jika tak ada kabar duka maka kepalamu yang akan kupenggal" membuatnya merinding ketakutan apa lagi Woo Rin yang tiba tiba melempar belati dari belakang melewati pipinya dan menusuk papan panah yang berada didepannya.


"Membidik kelinci kecil bagimu pasti mudahkan?"kata Woo Rin, ia terlihat mengerikan saat memegang pisau demi latihan membunuh. Ia sudah mencabut nyawa ratusan orang.


"Lindung Pangeran!!!"teriak Yong, ia menangkis panah yang melesat kearah Ri Won karena sudah mengira hal ini akan terjadi ia menyuruh Ri Won mengunakan baju besi.


"Lindungi dirimu sendiri!! Aku bukan orang yang lemah!"kata Ri Won, ia menangkis panah dan memanah balik orang orang yang berada dipohon. Tentu saja hanya bagian tertentu. Ia tak ingin membunuh mereka karena itulah peraturan di Kekaisaran Qin yang selalu ia jaga dan melekat menjadi prinsipnya.


"Pa...pangeran!!"kata prajurit itu, ia terkejut karena Ri Won melindunginya.


"Aku memakai baju besi jangan khawatirkan aku!"teriak Ri Won, ia pun mengangguk dan mengambil panah yang berada dikuda semua prajuritnya pun memanah orang orang berpakaian hitam itu.


"Jangan dibunuh!"teriak Ri Won. Prajuritnya pun memanah kaki atau tangan saja.


"Ha...hahh...haaa. Akhirnya selesai juga"kata Ri Won nafasnya tersengal karena lelah melawan orang orang itum


"Siapa kalian!"kata Yong, ia menyodorkan pedangnya ke leher salah satu dari pria berpakaian hitam itu.


"Kami tidak bersalah!!!"kata pria berpakaian hitam itu, ia nampak ketakutan saat Yong mulai mengintrogasinya.


"Yong... Jangan menakutinya"kata Ri Won, ia memegang pundak Yong dan menyuruhnya menurunkan pedang yang dari tadi berada dileher pria berpakaian hitam itu.


"Kenapa kau ingin membunuhku? Sepertinya kau masih remaja?"tanya Ri Won dengan lembut ia terkejut saat menatap dengan lekat rombongan orang itu ternyata adalah segerombolan remaja.


"Hmphh! Bunuh saja kami sekarang! Percuma aku tidak akan memberitahukanmu! Kalian para anggota istana selalu melakukan rakyat seperti sampah!"teriak pemuda itu, ia sangat marah entah apa alasannya.


"Aku tak begitu.... Aku pernah menjadi rakyat biasa. Percayalah aku tak akan membunuhmu"kata Ri Won, ia mengerutkan alisnya bukannya marah ia penasaran apa maksud para pemuda ini.


"Kami adalah korban tanah longor di Desa Hanyu. Keluarga kami semua mati karena tak dapat makanan kami adalah anak anak yang terlantar! Pangeran Woo Ri datang membawa kami. Kami kira dia akan memberi kami tempat tinggal yang baru. Siapa sangka Pangeran busuk itu menyuruh kami membunuh Pangeran sulung.... Ckk! Jika kami tak membunuhmu kami yang akan mati! Jadi sama saja mau mati disini atau disana kami tetap akan mati!"kata pemuda itu, ia sangat berani karena ia pikir akan mati sebentar lagi namun apa yang ia pikirkan tak terjadi Ri Won malah mengelus kepalanya.


"Jadilah prajurit bayanganku. Kalian akan didik dengan baik untuk melindungi diri kalian sendiri disana!"kata Ri Won membuat semua orang tertegun.


"Obati kaki dan tangan mereka yang terkena panah! Perlakukan mereka dengan baik! Dimataku semua orang sama! Jangan ada yang berani menyiksa mereka"kata Ri Won dengan tegas para bawahannya pun hanya bisa menuruti perintah atasannya itu. Mereka membawa para pemuda itu ke dalam kereta kuda dan mengobati mereka.


"Apa yang anda lakukan? Bagaimana jika ini akal akalan Pangeran Woo Rin?!"kata Yong ia tak suka dengan keputusan Ri Won.


"Yong.... Aku mengetahui sesuatu hari ini. Ternyata adikku sangat membenciku sampai ingin membunuhku"kata Ri Won ia terlihat sangat murung. Apakah kata kata orang selama ini benar? Adiknya sendiri berusaha keras ingin membunuhnya? Apakah ia harus menyerang balik adiknya itu atau diam menunggu salah satu usaha adiknya itu berhasil.


"Anda terlalu bodoh karena mengetahuinya sekarang"kata Yong. ia tersenyum tipis dan menepuk pundak Ri Won untuk menenangkannya.