
"Bagaimana jika Woo Rin mengincarmu?"tanya Eunyeon, ia takut Woo Rin akan mengganggunya tetapi saat ini ia sudah keluar dari istana sedangkan Anna, ia masih ada diistana sendiri tanpa ada Ri Won yang melindunginya.
"Apa kau lupa? Aku memiliki prajurit Qin yang akan selalu melindungiku tenang saja. Aku baik baik saja"seru Anna, ia melihat plakat miliknya yang terbuat dari batu gunung berbentuk seperti persegi panjang dengan ukiran namanya. Plakat itu diberikan oleh kakeknya, Liu Whojin sebagai jimat pelindung. Tapi sebenarnya itu bukan sekedar jimat pelindung karena fungsi sebenarnya dari plakat itu adalah untuk memanggil pasukan khusus Yin yang sekarang sudah dipecah menjadi 7 bagian.
"Enakknyaa punya pelindung begitu.... Putri dari negara besar memang beda yah"gumam Eunyeon, ia merasa iri pada Anna yang hidupnya selalu mulus sesuai kehendaknya.
"Makanya menikahlah dengan Pangeran negera besar biar kau kebagian juga enaknya"
"Hmph! Jika dia memiliki Selir lagi bagaimana? Seperti Woo Rin! Aku nanti sakit hati lagi lebih baik aku tak menikah saja"kata Eunyeon. Itu hanya alasannya saja sebenarnya ia masih belum melupakan Woo Rin. Sepertinya mustahil baginya melupakan orang yang disukainya selama lebih 10 tahun itu.
"Carilah yang setia... seperti suamiku!"balas Anna, ia membalas perkataan Eunyeon.
"Ada apa dengan nada bicaramu itu... Kau menyombongkan suamimu"Eunyeon menatap malas Anna.
"Aku tak menyombongkannya, dia memang seperti itu"
"Dari pada kau iri padaku. Bagaimana jika kau melihat pertunjukan yang bagus"lanjutnya ia menunjuk Selir Sun dari kejauhan nampak ia sedang menuju kediaman Anna.
"Jalangg itu...! Bayiku!"saat melihat Selir Sun, Eunyeon sangat marah ia ingat apa yang dilakukan wanita itu padanya. Saat ia ingin menghampiri Selir Sun dan membunuhnya Anna mencegahnya.
"Kalau kau membunuhnya sekarang. Kau akan mendapat masalah"kata Anna dengan serius sekarang Eunyeon memiliki status apapun. Dia hanya putri dari Mentri Joseon saja. Jika ia menyerang Selir kesayangan Pangeran Joseon tentu saja ia akan langsung dihukum.
"Dia bahkan hanya beberapa jam dipenjara! Apa hukum Joseon selemah ini! Keturuan Raja bisa dengan mudahnya dibunuh?"elak Eunyeon, ia memejamkan matanya sambil mengeretakan gigi berusaha menahan amarahnya itu.
"Saat ini Penasehat Lim dan Ratu Hari yang mengambil alih kerajaan. Mereka menjadikan Raja Nam Wok sebagai boneka. Jika Putra Mahkota dipilih setidaknya ada sedikit perubahan"
Ia melihat Eunyeon yang nampaknya mengerti maksud dari perkataan Anna.
"Aku mengerti... pengikut ayahku akan mendukung Pangeran Ri Won kembali, walaupun Raja Nam Wok mengikuti kata kata Penasehat Lim. Tapi! jika adanya petisi dari para Pejabat. Pangeran Ri Won akan mendapatkan kembali gelarnya itu"kata Eunyeon, ia menyesal karena menghina Ri Won saat itu hanya karena wajahnya padahal Ri Won selalu baik padanya. Saat menghadapi masa sulit pun hanya Ri Won dan Anna yang selalu menolongnya.
"Kak Yiwei.... Apa kau tak cemburu padaku? Selama ini Ri Won selalu membantuku disaat sulit"kata Eunyeon, ia ingin mengoda Anna dan membuatnya cemburu.
"Tidak... Aku lebih cantik dari pada kamu. Jadi untuk apa aku cemburu"kata Anna, ia mengedikan bahunya, dilihat dari wajah Eunyeon sepertinya dia jadi kesal mendengar perkataan Anna.
"Sembunyilah. Biar aku balaskan dendammu"kata Anna, ia menarik Eunyeon masuk ke kamarnya dan mendorong kepalanya kebawah.
"Yang Mulia Putri.... Saya meminta izin bertemu Putri "teriak Selir Sun, ia menggunakan bahasa mandarin agar terlihat seperti memiliki hubungan baik dengan Anna dimata para Dayang dan Kasim.
"Putri.... Selir Sun datang berkunjung"kata Kepala Dayang Dan, ia menutup pintu kembali dan menghadap Anna yang sedang melukis.
"Katakan padanya tunggu saja disana"kata Anna dengan acuh Kepala Dayang Dan pun mengangguk dan pergi dari sana.
"Apa yang ingin kau lakukan? Katanya ingin balaskan dendamku!"bisik Eunyeon dengan penuh penekanan ia sembunyi dibalik kursi Anna.
"Sabarlah lihat apa yang akan dia lakukan.... kau boleh duduk disini dulu"kata Anna ia tahu sekali apa yang akan dilakukan putri manja kaya raya itu.
"Putri menyuruh anda menunggu"kata Kepala Dayang Dan, ia keluar dari kamar Anna dan menutup pintunya dan mengatakan hal itu kepada Selir Sun.
"Ke...kenapa? Apa Putri sedang sibuk?"tanya Selir Sun, ia sengaja datang kesini hanya untuk mendekati Anna.
"Tidak.... Putri hanya tak ingin menemui anda sekarang"kata Kepala Dayang Dan ia pergi kepinggir dan menjaga pintu depan.
*Ckk! Sombong sekali dia! Walaupun aku sudah dengar rumor tentangnya di Kekasiaran Qin aku tak menyangka kalau rumor itu ternyata benar! Dia sangat angkuh-batin Selir Sun ia sudah menunggu cukup lama didepan pintu kamar Anna. Kakinya gemetar karena berdiri terlalu lama.
"Ckk!! Putri!! Yang Mulia Putri Yiwei!! Ini aku Selir Sun... Anda kenal saya kan? Nama asli saja adalah Xin Yunlian!"teriak Selir Sun, ia tak tahan lagi dan memutuskan berteriak agar Anna keluar. Walaupun ia angkuh tak mungkin kan dia menghukumnya yang seorang selir kesayangan Pangeran Woo Rin.
"Siapa wanita gila ini"kata Anna dia keluar dari kamarnya, ia memejamkan matanya dan menyingitkan alisnya.
Plakkk
"Apa kau tak pernah diajari tata krama?"tanya Anna, ia mengambil sapu tangannya dan membersihkan tangan bekas ia menampar pipi Selir Sun.
"Ohhh aku lupa... Kau cuma anak pedagang"lanjutnya ia tersenyum licik.
"Pantas saja Pangeran Woo Rin tak mengangkatmu sebagai istri sah.... Yahh memang dia baru saja bercerai sih..."
"Tapi kalau dia memang mencintaimu seharusnya sekarang gelarmu bukan Selir lagi dong"
"Katanya mereka akrab?!"
"Selir Sun menggunakan bahasa Qin sedangkan Putri malah menggunakan bahasa Joseon...."
"dia sedang menghina Selir Sun"
"Katanya mereka dekat? Waahhh tidak disangka Selir Sun suka mengada ada ternyata"
"Hahahaha.... Memalukan! Dasar Putri pedagang"
"Kasihan Putri Jang. Dia istri sah dan bayinya dibunuh! Tetapi Pangeran Woo Rin malah membela Selir Sun"
"Putri Jang adalah tipe penurut. Kenapa mau saja ditindas"
"Hahahaha.... kau ini bagaimana! Pangeran Woo Rin pasti mengancamnya"
"Sial! Jika ada pemilihan Putra Mahkota sebaiknya jangan dia yang jadi Putra Mahkota!"
"Habislah Joseon kalau kita punya Putra Mahkota gila begitu"
Semua orang mulai menghina Woo Rin dan juga dirinya membuat Selir Sun geram dan menampar Anna.
**M*arahlah.... semakin kau marah semakin mudah aku menghukummu-batin Anna dia tersenyum bukannya marah ia malah merasa puas karena Selir Sun masuk jebakannya.
"Apa ini maksudnya?"tanya Anna dia memegang pipinya yang terasa panas.
"Ma...maafkan hamba Yang Mulia!!! Ha,... hamba tidak sengaja!"kata Selir Sun saat sadar ia langsung bersujud karena menampar Anna dengan keras.
"Melukai Putri Joseon mungkin tidak masalahh tapi aku masih Putri Pertama Qin. Wajahku ini bernilai jutaan nyawa"kata Anna, ia menyelipkan serpihan kaca diantara jarinya saat mengelus wajahnya serpihan kaca itu menggores wajahnya sedikit. Anna menekannya sedikit agar menjadi luka yang dalam.
"Tamparanmu sampai membuat luka diwajahku...."
"Hukum pukul dia 50 kali! Kurung dia digudang dan jangan beri dia makan selama tiga hari"kata Anna walaupun Selir Sun berteriak meminta ampun kepada Anna. Anna tak menghiraukannya.
"Beri dia minum diam diam masukkan obat mandul di minumannya. Wanita bagi Ratu Hari hanyalah alat untuk melahirkan anak jika Selir Sun mandul, sesuka apapun Pangeran Woo Rin padanya ia pasti akan menikahi wanita lain"kata Anna kepada Kepala Dayang Dan. Ia masuk keruang tidurnya dan langsung disambut oleh tatapan nanar Eunyeon yang sudah menunggunya dengan wajah yang serius.
"Ada apa dengan wajahmu itu? Aku sudah balaskan dendammu. Dia akan merasakan apa yang kau rasakan, dari pada membunuhnya lebih baik dia merasakan penderitaanmu selama ini"kata Anna apa Eunyeon masih belum puas dengan tindakkannya? Apa Eunyeon benar benar ingin Selir Sun mati.
"Tidak perlu sampai melakukan hal itu...."
"Apa?"
"Aku bilang tidak perlu melakukan hal konyol itu! Kau menggores wajahmu yang berharga demi balas dendamku! Apa kau ingin wajahmu ini ada bekas lukanya hah?!"kata Eunyeon, ia membentak Anna dan mengelus Pipi Anna yang sendari tadi berdarah.