I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
39. Kabar kehamilan Selir Tang



Kediaman Naga


"Yang Mulia. Anda dari mana saja? Saya mencari anda semalaman!"kata Chen ia melihat Kaisar yang baru saja masuk kekediaman Naga.


"Aku menemukan Wen'er!! Dua hari lagi aku akan pergi kesisinya untuk menjadi pengawal pribadinya"kata Kaisar sambil, ia bersenandung ria hatinya sangat bahagia hari ini akhirnya ia bertemu dengan orang yang paling dia cintai.


"Apa? Anda jadi pengawal?"kata Chen yang tak percaya.


"Hmmm.... demi istriku jadi pengemis pun aku mau"kata Kaisar, ia melepaskan pakaiannya dan bersiap mandi.


"Ahh!! Saya akan pergi, baru saja ibu suri mencari anda. Selir Kehormatan Tang sudah dikeluarkan Ibu suri dari Istana Dingin"kata Chen, ia memberi tahukan beberapa kejadian kejadian yang terjadi di Istana.


"Apa?!! Ibu suri tak memiliki hak lagi untuk memerintah! Dia hanya seorang ibu dari Kaisar saja"kata Kaisar, ia segera mandi dan segara menghadap Ibunya.


****


Kediaman Ibu suri


"Terima kasih Ibu suri masih mempercayai saya dan membantu saya keluar dari Istana Dingin"kata Selir Tang, ia duduk disamping Ibu suri.


"Hmm.... tak masalah aku sudah lama berpikir itu hal biasa yang lakukan jika kita ingin mempertahankan sesuatu"kata Ibu suri, ia melihat dirinya didalam Selir Tang yang melakukan apa saja demi mencapai tujuannya.


"Kaisar tibaa"teriak Kasim membuat Selir Tang tersentak sudah lama ia tak melihat wajah pria yang ia cintai itu.


"Salam Ibunda semoga anda panjang umur dan sehat selalu"kata Kaisar, ia memberi hormat kepada ibunya.


"Salam Yang Mulia Kaisar semoga anda sehat selalu"kata Selir Tang memberi hormat, ia menatap dengan lekat Kaisar seakan sudah bertahun tahun tak dilihatnya.


"Sepertinya Ibunda tahu aku kesini untuk protes"kata Kaisar, ia melirik kearah Selir Tang dengan tajam.


"Aku tahu. Aku tak memiliki hak lagi tetapi Tang sui sudah lama disana, dia juga menyadari kesalahannya. Permaisuri menghilang tak ada yang mengurus harem itu sebabnya aku memanggilnya agar dia bisa mengurusnya"kata Ibu suri ini alasan yang bagus pikirnya.


"Apapun alasannya membunuh itu hal yang salah dan dia dibebaskan hanya dalam waktu enam bulan, sudah sangat baik aku tak menghukum mati dia!! Walau kau anak dari Kaisar Tang tetapi sekarang kau seorang Selir Kekaisaran Qin. Jika tak mau mengikuti peraturan disini lebih baik kau pulang Kekaisaran Tang saja"kata Kaisar dengan penuh penekanan. Ia pergi dari kediaman Ibu suri, dengan susah payah ia menyingkirkan wanita wanita menyebalkan dihidupnya itu, ibunya malah membawanya kembali.


"Ingat jadwal bermalammu, kau harus istirahat lebih awal"kata Ibu suri, ia mengingatkan anaknya itu agar tak absen seperi tadi malam.


"Aku mengerti!! Lagi pula aku hanya perlu tidur dengan para Selir Agung itu dan dia"kata Kaisar, ia memang bermalam tetapi ia tak pernah berhubungan intim hanya saling terangsang saja.


"Yang Mulia..."lirih Selir Tang, kepalanya pusing, tiba tiba ia pingsan.


"Xuan! Istrimu pingsann"teriak Ibu suri, ia tersentak dan dengan cepat memapah Selir Tang.


"Ehmm? Mana istriku? Apa Wen'er sudah kembali"kata Kaisar ia melihat kanan dan kiri.


"Xuan! Selir Tang pingsan bawa dia dulu"teriak Ibu suri melihat anaknya yang tak peduli dengan Istri lainnya hanya Liu Wen yang dia pedulikan membuatnya geram.


"Aku tak mau menyentuhnya! Pelayan bawa Selir Tang"perintah Kaisar, para pelayan pun memapah Selir Tang keranjang Ibu suri.


"Panggil tabib Wu"kata Ibu suri kepada pelayannya, mereka pun segera memanggil tabib Wu.


"Hormat saya Yang Mulia Kaisar semoga anda panjang umur dan sehat selalu"kata Tabib Wu memberi hormat kepada Kaisar.


"Periksa dia"kata Kaisar dengan dingin sebenarnya dia mau pergi tetapi ibunya melarang.


"Ada apa katakan"kata Kaisar dengan datar ia tak mau membuang waktu disini.


"Se...selir Tang hamil"kata Tabib Wu, ia sudah memeriksanya berkali kali dan hasilnya selalu sama, Selir Kaisar itu saat ini sedang mengandung.


"Apa? Dia hamil?"kata Kaisar, ia terkejut kenapa bisa hamil, apa dia melewati batasan saat bermalam dengannya. Dia tak mengingat apapun karena obat bius yang melekat dibibirnya membuat konsentrasinya terpecah.


"Hahaha... ini kabar baik! Aku tahu dia pasti bisa memberi keturunan untuk Dinasti ini"gelak Ibu suri, ia sangat gembira karena berita hamilnya Selir Tang.


"Xuan! Kau akan jadi ayah!"kata Ibu suri, ia bahagia sekali sampai tak henti hentinya tertawa.


"Cepat siapkan pesta penyambutan Pangeran Pertama!"kata Ibu suri, ia mulai sibuk menyiapkan pesta.


"Tidak.. mungkin.... aku bahkan tidak melakukan itu. Apa benar aku tak sengaja melakukannya?? Tapi kenapa aku tak mengingatnya"gumam Kaisar, ia mengepalkan tangannya kenapa hal ini bisa terjadi pikirnya.


"Bagaimana jika Wen'er tahu. Dia pasti makin membenciku! Bukti aku laki laki tak setia sangat terlihat"gumam Kaisar, ia takut Liu Wen kecewa padanya.


"Yang Mulia, tetaplah disini setidaknya demi putra kita"kata Selir Tang menahan tangan Kaisar.


"Kau tahu kan aku sibuk"kata Kaisar dengan dingin, ia menepis tangan Selir Tang dan segera pergi dari sana.


"Bagaimana pun bayi ini yang akan menyatukan kita! Walau kau tak menerimaku Yang Mulia"kata Selir Tang sambil mengelus perutnya.


****


"Apa!!! Dia sudah hamil"kata Selir Chu, ia memecahkan cangkir keramiknya karena kesal.


"Tidak ini tak bisa terjadi!! Kau!! Bagaimana obat mandulnya sudah kau beri kepadanya belum!"tanya Selir Chu ia menarik baju pelayannya.


"Su...sudah Selir! Saya tidak tahu kenapa itu tak bekerja!"kata pelayan itu, ia takut melihat Selir Chu yang seperti sedang kesetanan.


"Cihh!! Sialan"teriak Selir Chu bagaimana ini hal yang paling ditakutkannya terjadi.


****


Malam hari [kemarin]


"Periksa makananku"kata Selir Tang saat makan malamnya datang.


"Seperti biasa Selir ada racunya"kata Pelayan Selir Tang, ia memakai jarum perak untuk memeriksa makanan Selir Tang.


"Aku sebagai Putri kesayangan ayah sudah terbiasa dengan hal seperti ini banyak yang ingin aku mati"kata Selir Tang terbiasa hidup di Istana membuatnya paham dengan berbagai trik licik dan bagaimana cara menghadapinya.


"Cari tahu siapa yang melakukannya"kata Selir Tang.


"Baik Selir"kata pelayan Selir Tang


*****


"Tidak! Aku tak bisa berdiam diri saja aku harus melakukan sesuatu"kata Selir Chu, ia pergi keluar dan menunju ke pusat pengobatan Istana.


***