I'M Chinese Princess

I'M Chinese Princess
40. Tamu Enam Kekaisaran



Balai Pengobatan Istana


"Terima kasih tabib Wu, harga atas tutup mulutmu ini akan kami bayar dengan mahal. Mentri Fu memberi anda emas dan sebuah desa, tolong diterima"kata seorang pria terlihat dari pakaiannya ia adalah pengawal dan melihat dari gaya bicaranya ia berasal dari Kekaisaran Tang.


"Uhh!! Apa ini yang baru saja aku dengar"gumam Selir Chu, ia langsung bersembunyi saat mendengar pembicaran antara pegawal dan Tabib Wu.


"Tentu saja... sampaikan rasa terima kasihku kepada Mentri Fu"kata tabib Wu sambil tersenyum ramah.


"Ya!! Lain kali saat kami perlu bantuan anda untuk masuk ke Istana tolong jawab panggilan itu..."kata pegawal itu, ia mengingatkan tabib Wu akan tanggung jawabnya.


"Hmm... saya akan atur semuanya seperti kemarin..."kata Tabib Wu mengganggukkan kepalanya setuju demi uang apapun ia lakukan. Dari pada tawaran Ibu suri, ia lebih tergiur tawaran yang diberikan oleh Mentri Fu seorang Mentri muda Kekaisaran Tang.


"Kehamilan Selir Tang sudah satu bulan. Tolong anda juga palsukan kelahiran bayinya. Katakan saja bayinya lahir sebelum waktunya tiba"ucap pengawal itu dengan serius semuanya sudah direncanakan dengan matang oleh Mentri Fu.


"Mentri Fu siapa dia sebenarnya? Hahaha..... tak masalah! Aku mengetahui rahasia besarnya jika kuberi tahu Kaisar apa yang akan dia katakan"gumam Selir Chu, ia tertawa didalam hati mengetahui bayi yang dikandung Selir Tang bukan anak kandung Kaisar. Ia hendak pergi tetapi berhenti karena mendengar hal yang mengejutkannya.


"Dan jangan katakan kepada Ibu suri kalau Kaisar itu mandul. Mentri Fu akan memberikan anda uang jika anda bekerja sama dengan Mentri"lanjut pegawal itu, ia sengaja mengatakan hal itu agar yang Selir Chu mendengarnya.


"Apa! Yang Mulia Ka...kaisar?Mandul?"gumam Selir Chu langkahnya tak stabil, ia tak salah dengar kan? Kaisar mandul?!, Selir Chu langsung berlari menuju kediamannya.


"Kenapa anda tak langsung membunuhnya? Ini rahasia besar? Jika ketahuan Kaisar... aku...aku akan mati"kata tabib Wu sebenarnya mereka berdua sudah menyadari kehadiran Selir chu tetapi dibiarkan saja.


"Dia tahu Kaisar mandul, aku yakin dia tak akan membeberkan, Selir Tang sedang mengandung bayi Mentri Fu. Jika dia melakukannya orang tak akan percaya karena Mentri Fu ada di Kekaisaran Tang dan jika dia bilang buktinya adalah Kaisar Qin mandul, dia juga tak punya kesempatan untuk bersaing menjadi Ibu suri"jelas pengawal itu. Rencana Mentri Fu memang hebat.


"Saya mengerti anda sangat bijaksana"kata tabib Wu sambil menghitung kumpulan tael emas dikantung.


"Lakukan saja tugasmu dengan benar"kata pengawal itu, ia langsung pergi dari sana.


****


Kediaman Selir


"Tidak!!!! Apa ini akhir dariku!! Lalu siapa!! Siapa yang akan jadi Kaisar masa depan!!Aku tidak rela! Anak selingkuhan si jalangg Tang itu yang jadi Kaisar"teriak Selir Chu, ia tak mau mengaku kalah.


"Aku... apa... aku harus.. "kata katanya terputus, ia langsung pergi ke seseorang yang bisa membantunya.


****


Dua Hari Kemudian


"Ini sudah siap semua dan kau... ternyata datang kesini? Kukira cuma omong kosong karena mau uang lebih"Kata Liu Wen menatap Kaisar yang tersenyum manis dihadapannya.


"Hei!!! Jangan melihatku begitu... apa kau gay?"tanya Liu Wen, ia risih dilihat dengan tatapan begitu.


"Mungkin benar, saya tertarik pada Tuan Yu"kata Kaisar sambil tersenyum.


"Hah?"Liu Wen kaget apa ia tak salah dengar.


*Ganteng ganteng suka sama pria tua?Sayang sekali ganteng ganteng belok-batin Liu Wen menatap iba kearah Kaisar.


"Hehehe"tawa Kaisar dari jauh, Liu Wen merasa merinding mendengar tawa Kaisar.


"Kita mau kemana Tuan?"tanya Kaisar yang berada dikuda sedangkan Liu Wen dikereta Kuda.


"Menjelajahi dataran Tiong dan dimulai dari Kekaisaran Rong!"kata Liu Wen, ia tergiur akan sumber daya yang ada di Kekaisaran Rong.


"Anda semangat sekali, apa ini yang disebut jiwa seorang pedagang"tanya Kaisar ia senang sekali melihat Liu Wen yang begitu semangat.


"Hmm, begitulah"


"Aku lebih suka disebut pengusaha"gumam Liu Wen, ia menghela nafasnya, sudah enam jam mereka berjalan sangat membosankan, berkali kali Liu Wen menganti posisinya masih saja bosan.


*Jika ada mobil ini akan seru, bisa ngebut ngebutan-batin Liu Wen saat ia melihat keluar jendela dan melihat kuda yang ditunggangi Kaisar, ia jadi ingin berkuda juga.


"Berhenti...!"kata Liu Wen, ia turun dari kereta kuda.


"Ada apa Tuan?"tanya Kaisar, ia turun dari kudanya dan menghadap Liu Wen.


"Kau... aku belum tahu namamu"tanya Liu Wen kepada Kaisar.


"Ahh ya panggil saya Shi"kata Kaisar memegang tengkuk lehernya.


"Shi kau berdiri disini"kata Liu Wen menunjuk tanah yang diinjak oleh Kaisar saat ini.


"Ay...ayah ada apa?"tanya Meng, ia melihat Liu Wen dari jendela saat ini kereta kudanya berada dibelakang kereta Liu Wen.


"Tidak apa Liansu, kau lanjutkanlah perjalanan terlebih dahulu"kata Liu Wen ia memberi isyarat kepada kurir untuk melanjutkan perjalanan.


"Shi menghadap kesana"kata Liu Wen beralih kepada Kaisar.


"Ba...baik"kata Kaisar dengan ragu.


*Apa yang mau wanita ini lakukan-batin Kaisar yang penasaran.


"Aku duluan, hahahaha"tawa Liu Wen, ia melesat cepat menaiki kuda milik Kaisar.


"Tuan! Tunggu.....! Huh? Wen'er apa yang ingin kau lakukan!"kata Kaisar menepuk dahinya istrinya ini seorang wanita, bisa bisanya dia naik kuda dengan kecepatan tinggi dalam penyamaran menjadi seorang pria tua.


"Wuhuuuuu..... puasss....! Angin kencang berhembus~ aku suka~ aku sukaa!!"teriak Liu Wen ia bersenandung ria sepanjang perjalanan sampai sampai ia lupa kalau dirinya sedang hamil.


"Anda akan sakit pinggang jika berkuda dengan kecepatan penuh"kata Kaisar yang telah mengimbangi kecepatan kuda milik Liu Wen.


"Hebat juga ya kau mengimbangiku"seru Liu Wen, ia menyipitkan matanya kesal.


"Jangan memperlakukanku seperti kakek kakek tua ya"kata Liu Wen memajukan bibirnya.


****


"Ibu suri, apa aku benar harus memakai ini?"tanya Selir Tang, ia tak yakin harus memakainya.


"Pakai saja!! Ini buka milik Permaisuri tapi milikku saat menjadi Permaisuri dulu, hanfu ini sangat istimewa saat aku mengandung Xuan Ibu suri terdahulu memberikannya padaku"kata Ibu suri semenjak ia tahu tentang kehamilan Selir Tang, ia sangat bahagia dan rela memberikan harta miliknya.


"Baiklah akan saya pakai"


"Dimana Yang Mulia Kaisar? Bukankah besok akan ada pesta penyambutan Kaisar kecil"tanya Selir Tang, ia nampak kecewa saat Kaisar tak ada disampingnya.


"Diaa... Xuan mungkin sedang sibuk kau tahukan dia Kaisar"kata Ibu suri menghibur Selir Tang.


"Emm.... saya mengerti"kata Selir Tang yang berusaha tersenyum.


"Laporr Ibu suri! Para tamu dari Kekaisaran lain sudah datang anda diminta menyambut mereka mengantikan Yang Mulia Kaisar! Pangeran Keempat juga sudah berada disana"kata Pegawal itu ini adalah perintah Kaisar sebelum dirinya pergi.


"Memangnya dimana Xuan!"tanya Ibu suri, ia mengerutkan alisnya kenapa harus Pangeran Keempat yang menyambut kedatangan para tamu penting.


"Yang Mulia Kaisar pergi Keperguruan Zixie, Guru besar Qilang memanggilnya. Urusan negara diserahkan semua kepada Pangeran Keempat"kata pengawal itu dia langsung pergi dari sana.


****


Kediaman Naga


"Chen. Aku akan pergi sekarang kau beritahukan kepada semua orang kalau aku keperguruan Zixie dan yang mengantikanku mengurus negara adalah Pangeran Keempat"kata Kaisar, ia sudah siap untuk pergi Liu Wen.


"Tapi... apa Pangeran akan setuju?"tanya Chen seperti yang semua orang tahu Pangeran tak mau ikut campur dalam urusan Istana.


"Katakan saja untuk membayar hal lama dan untuk menyenangkan Selir Lin, ia tak akan menganggu adikku lagi"kata kaisar yang sedang sibuk memakai arang diwajahnya.


"Lalu Ibu suri?"tanya Chen, ia ragu Ibu suri akan menyetujuinya.


"Ibunda tak akan macam macam. Dia tak akan bertindak sembarangan apa lagi aku selalu mengancamnya dengan posisi Ibu suri"jawab Kaisar, ia langsung pergi lewat jendela.


"Yang Muliaa... aku juga mau menanyakan soal para tamu pesta penyambutan Pangeran... huhhh?! Anda makin bersikap tak wajar setelah betemu Permaisuri"kata Chen, ia cuma bisa menghela nafas panjang saja.


****


"Salam Yang Mulia Ibu suri, salam Yang Mulia Pangeran"kata Pangeran Kedua Kekaisaran Shang-Shang Changyi.


"Salam Pangeran, silakan masuk dan beristirahat. Semoga anda nyaman berada di Istana Chong- Istana Khusus para tamu"kata Pangeran Keempat, ia bersapa tama dengan para tamu.


"Salam Yang Mulia Pangeran... dimana Yang Mulia Kaisar? Apa dia tak muncul disaat ada pesta penyambutan bayinya?"kata seorang pria dengan pedasnya membuat semua orang menoleh kearahnya.


"Hmm.... sepertinya dia sedang sibuk mengurus para rakyat yang terkena banjir tolong maafkan Yang Mulia Kaisar Qin karena tak bisa menyambut para Pangeran dan Mentri sekalian"


"Mohon jangan tersinggung Mentri Fu?"kata Pangeran Keempat, ia membungkuk meminta maaf atas kepergian kakaknya.


***


Beberapa saat yang Lalu


"Salam Pangeran.... Yang Mulia meminta anda yang bertanggung jawab atas urusan negara saat ia pergi"kata Chen sambil berlutut hormat.


"Chen, kau tahukan apa jawabanku"kata Pangeran Keempat, ia tak menoleh sedikit pun kearah Chen hanya ekor matanya saja yang memandang Chen.


"Yang Mulia berpesan, ini untuk membayar hal lama dan untuk menyenangkan Selir Lin. Tolong anda terima, saat ini hanya anda yang bisa diandalkan"kata Chen, ia langsung pergi setelah menyampaikan hal itu.


"Ckk! Dasar Kakak Xuan... aku tak perlu bantuannya untuk masalah ibu"kata Pangeran Keempat sudut bibirnya tak terasa sudah tertarik keatas.


"Aku dapat keponakan lagi? Tetapi ini sedikit meragukan? Baiklah akanku selidiki"gumam Pangeran Keempat, ia bersiap menyambut para tamu dari berbagai Kekaisaran.


****


"Hahahaha... Pangeran sangat sopan! Saya hanya bercanda saja, saya mengerti beliau kan orang sibuk"kata Mentri Fu dari Kekaisaran Tang.


"Orang ini berani sekali menghina Kaisar"kata Pangeran Kedelapan Kekaisaran Ming-Ming Xiuhuan.


"Berhentilah menyinggung orang ditempat asing Pengeran. Dia bukan orang yang bisa kau singgung"kata Mentri Kekaisaran Ming, ia melirik sedikit kearah Mentri Fu.


"Dia kan cuma seorang Mentri dan aku Pangeran... hmphh!"kata Pangeran Kedelapan, ia tak suka diceramahi.


"Dimana arah jalannya?"tanya Putra Mahkota Kekaisaran Liao-Liao Yelu.


"Disini Yang Mulia"kata pengawal memandu jalan dan diikuti oleh seluruh Pangeran dan Mentri yang ada.


"Semua sudah datang 6 Kekaisaran dataran Tiong , Shang, Tang, Ming, Liao, oh ya... ada satu yang belum Kekaisaran Rong"gumam Pangeran Keempat setahunya Kekaisaran Rong berteman baik dengan Kekaisaran Qin, kenapa sampai sekarang belum datang? Pikirnya.


"Pangeran sangat baik mengatasi hal ini aku bangga padamu"kata Ibu suri memasang wajah datar.


"Terima kasih Ibu suri. Saya akan berusaha menjaga Istana dengan sebaik baiknya sampai kakak Xuan pulang"kata Pangeran Keempat, ia membungkuk dan pergi dari sana.


"Ckk!!! Jangan senang dulu! Kau hanya pengganti anakku. Awas saja ingin mengambil tahta disaat Xuan'er pergi! Akan kubuat kau tak bisa melihat ibumu lagi"kata Ibu suri sambil melipat tangannya dengan wajah meremehkan.


"Kenapa utusan dari Kekaisaran Rong belum sampai ya, apa sedang ada masalah dalam perjalanan?"kata Pangeran Keempat ia bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.


Disaat yang Sama


"Heii!!!! Lepaskan aku!!! Apa yang kau lakukan..."teriak Pangeran Ketiga Kekaisaran Rong-Rong Tian.


"Hihihihi.... aku bertemu lagi denganmu bocah sialan! Ini semua salahmu"kata Liu Wen, ia tertawa puas melihat Rong Tian yang berhasil diikatnya diatas pohon dengan posisi terbalik.


"Paman! Kakak! Bro... aku tak sengaja, salah kau sendiri yang tiduran disemak semak!!"kata Rong Tian dengan memelas, wajah orang yang mengantungnya itu tak terlihat karena wajahnya ditutup kain.


"Hmphh!!! Aku takkan memaafkanmu"kata Liu Wen mendengus kesal, ia benar benar marah.


***


Beberapa saat yang lalu


"Hei...! Shi! Aku haus kau ambilkan minum dikereta kuda"kata Liu Wen, ia berhenti teriak karena tenggorokannya kering.


"Itu karena anda teriak sepanjang jalan. Huhh.... baiklah tunggu saya disini"kata Kaisar, ia kembali menuju kereta kuda yang berada jauh dibelakang mereka.


"Haiyo yo... manaku tau kalau teriak selama satu jam bisa membuatku haus sekali"kata Liu Wen memajukan bibirnya kesal. Dulu ia pernah berteriak selama tiga jam lamanya dan hal itu tak membuatnya haus. Apa karena hamil membuatnya jadi banyak minum, pikirnya.


"Lebih baik aku beristirahat disini"kata Liu Wen, ia turun dari kuda dan tiduran disemak semak.


"Aduhh.... aku kebelet"gumam Rong Tian ia memegang selangkangannya karena tak tahan lagi.


"Pangeran.... Kekaisaran Qin sudah dekat sebentar lagi kita akan sampai"kata Mentri Kekaisaran Rong.


"Ahh, ya kalian lanjutkan saja perjalanannya! Aku ada urusan sebentar"kata Rong Tian, ia langsung pergi mencari semak semak untuk mengeluarkan urinnya.


"Ahhh.... lega sekali"kata Rong Tian, ia lega karena akhirnya bisa pipis sepanjang jalan ia menahannya.


"Hmm... apa ini? Shi! Jangan menyiramku"kata Liu Wen, ia terbangun karena air yang terus menerus membasahi wajahnya.


"Ehh, ada yang bicara?"tanya Rong Tian ia menoleh kanan dan kiri.


"Sudahku bilang... ahhhhhh!!!!"teriak Liu Wen, saat ia terbangun langsung disungguhkan pemandangan jamur langka dari atas beserta air yang menyemprot dari dalamnya, secara refleks Liu Wen memukul kepala Rong Tian sampai pingsan.


"Sialan! Air... tadi... dia.. dia... ahhh!!Wajahku yang berharga!!"teriak Liu Wen, ia berlari kesana kemari mencari air untuk membersihkan wajahnya.


"Sialan bocah ingusan ini harus diberi pelajaran!!!"kata Liu Wen dengan wajah menyeramkan, ia mengikat Rong Tian secara terbalik diatas pohon dan menutup wajahnya.


****


"Setidaknya pakaikan celanaku dengan benar!! Jika ada yang bernafsu padaku bagaimana!!"kata Rong Tian, bagaimana mungkin ia diikat tanpa menggunakan celana sekarang.


"Biarkan saja!! Punyamu kecil begitu saja bangga! Cih"kata Liu Wen dengan datar.


"Heii...!"teriak Rong Tian,b isa bisanya mengatakan hal seperti itu... itu... itu... kan... tidak... benar! Punyanya besar kok.