
"Bukan seperti itu"kata Pangeran Keempat, nampak diwajah mereka 'kata tak percaya' sehingga Liu Wen lah yang harus menjelaskannya.
"Paman kalian ini sangat terkenal! Pernah jadi Kaisar pengganti makanya menyamar saat keluar istana"kata Liu Wen ia tak berhentinya terkekeh
"Kan bisa ganti baju yang tak terlalu mencolok? Kenapa harus menggunakan pakaian wanita?"tanya Jake, ia menyipitkan matanya.
"Yah! Sekali sekali ada hiburan ga masalahkan, hihihi"gumam Liu Wen, ia menahan tawanya sudah terlihat dari wajah Pangeran Keempat kalau dirinya sedang marah.
"Gantilah bajumu dan ngobrol sebentar dengan mereka"kata Liu Wen, ia mengeluarkan baju seorang pelayan untuk Pangeran Keempat.
"Kenapa aku tak memakai ini saja tadi?!"gerutu Pangeran Keempat, ia merampas baju itu dengan kasar dan menuju kesalah satu kamar disana.
"Mami... kami rindu"kata Keyzee, ia memeluk ibunya begitu pula yang lainnya.
"Lama sekali menunggu satu bulan"kata Keyzee ia memeluk ibunya dengan erat.
"Sabar ya, masalah mulai bermunculan mami sedikit kewalahan, bagaimana nanti harus mengurus kalian dan istana secara bersamaan?"kata Liu Wen, ia merasa tak enak kepada anak anaknya karena harus meninggalkan mereka disini sendiri sama seperti dulu saat ia menjadi Wakil Presdir.
"Kami kan sudah terbiasa sama seperti dulu"kata Jake dia cemberut tak suka dengan keadaan ini.
"Apa yang seperti dulu?"tanya Pangeran Keempat yang baru saj keluar dari kamar itu saat ia memakai baju pelayan biasa membuatnya terlihat sangat tampan.
"Huh? Ahh... dulu mami selalu kerja sampai lupa kepada kami"jawab Jake dengan singkat.
"Baiklah bicaralah kalian, mami akan pergi mencari paman Yichen"kata Liu Wen ia melambaikan tangannya dan pergi dari sana, suasana menjadi sedikit canggung sampai Jake membuka mulutnya.
"Jadii... kenapa paman ingin menemui kami?"tanya Jake ia terus memperhatikan wajah pamannya yang dari tadi juga menatapnya dengan dingin.
"Ingin melihat wajah kalian saja"kata Pangeran Keempat, ia melihat satu persatu wajah keponakannya pandangannya berhenti saat melihat Aiden.
"Kau pasti anak pertama, siapa namamu?"tanya Pangeran Keempat wajahnya sangat mirip kakanya ia hanya menebak saja.
"Qin Yizhan"
"Paman??"kata Aiden ia bergumam tak tahu harus memanggilnya dengan nama apa karena Pangeran Keempat belum memberitahukan namanya.
"Paman Keempat panggil saja begitu. Wajahmu mengingatkanku dengan Kaisar remaja"kata Pangeran Keempat sambil tersenyum tipis.
*Kenapa apa wajah Kaisar mirip sekali denganku sama seperti paman Mike? -batin Aiden.
"Apa kau anak kedua?"tanya Pangeran Keempat pandangannya beralih ke Jake.
"Ayolah paman! Jangan sebut aku seperti itu! Memangnya kami barang yang dilebelii apa?! Satu, Dua, Tiga??! Namaku Qin Yibo!"kata Jake ia tak terima jika dipanggil seperti barang ditoko.
"Dia adikku Qin Yiwei, dia Qin Yiwu dan dia si bungsu Qin Yifei"kata Jake menunjuk satu persatu adiknya.
*Yang ini cerewetnya sama seperti kakak ipar-batin Pangeran keempat saat melihat Jake.
*Yang ini sangat dingin, seperti kakak Xuan dimasa lalu-batin Pangeran keempat saat melihat Anna yang tak begitu peduli.
*Dia sangat tenang dan sangat tadi sepertinya bisa ilmu pengobatan?- *s*aat melihat Ellson dengan wajah seriusnya memeriksa denyut nadi ibunyam
*Lalu dia? Sangat aktif dan ceria sepertinya mirip kakak ipar. Kakak Xuan tak pernah seceria itu-saat melihat Keyzee hanya itu yang bisa ia simpulkan secara singkat tentang keponakannya.
Pangeran Keempat tenggelam akan pikirannya sendiri sudah lama sekali si kembar menunggu pamannya ini selesai dalam pikirannya.
"Paman? Apa kami akan menjadi nyamuk yang melihatmu melamun disini?"tanya Keyzee ia mencubit hidung pamannya itu.
"Ehkmm! Maaf aku tak bermaksud begitu!"
"Apa kalian tak ingin ke istana? Melihat ayahanda kalian?"tanya Pangeran Keempat dia tak sabar lagi menantikan hari dimana kakaknya itu bertemu dengan si kembar.
"Mau!! Tapi kami harus menuruti mami"kata Keyzee walau pun sudah remaja ia masih saja bersikap manja mungkin karena dirinya yang merupakan anak terakhir.
"Bagaimana kalau kita membuat sebuah kejutan untuk mami dan ayahanda kalian?"tanya Pangeran Keempat, ia lelah menunggu rencana Liu Wen yang menurutnya sangat lama.
*Pergilah Jake! Kau sangat ingin bertemu dengan papimu-batin Jake menurut hati iblisnya ia harus menyetujui apa yang dikatakan Pamannya.
*Tidak! Jake kau akan menjadi pembangkak jika tak menuruti kata mamimu-menurut hati malaikatnya ia tak boleh pergi.
*Bagaimana pergi tidak?-tanya Jake kepada saudarannya melalu batin.
*Sudah pergulatan batinnya?-tanya Anna.
*Aku juga ingin bertemu dengannya-kata Ellson.
"Oke paman! Kapan kami bisa bertemu dengan papi?"tanya Aiden dengan sangat serius
"Papi?"tanya Pangeran Keempat, ia mengerutkan dahinya.
"Panggilan kami untuk Kaisar"kata Jake sambil tersenyum.
"Akan paman kabari lagi jangan beritahukan hal ini kepada mami kalian, oke"kata Pangeran Keempat, ia menjulurkan tangannya untuk berjanji kelingking, entah kenapa ia bisa memperlakukan si kembar dengan biasa saja sedangkan dengan kedua keponakannya yang lain rasanya ada dinding besar yang menghalanginya.
"Apa sudah selesai?"tanya Liu Wen ia menyenderkan badannya ditiang penyangga.
"Iya sudah! Ayo kita kembali"kata Pangeran Keempat, ia mengangguk dan hendak pergi keluar duluan.
"Shss..."karena terlalu lama kaki Anna menjadi sakit dan hampir saja terjatuh untung saja Pangeran Keempat menangkapnya.
"Ada apa denganmu?"tanya Pangeran Keempat ia menggendong Anna membuat remaja itu merasa tak nyaman.
"Kaki Wei dari lahir lemah dan itu karena kacang yang dulu membuatku hampir keguguran"kata Liu Wen membuat Pangeran Keempat mengingat hal itu disaat Liu Wen sakit perut karena makan kacang pemberian Selir Chu.
*Aku sangat bodoh! Ternyata sampai membuat Yiwei lumpuh-batin Pangeran Keempat, ia gagal melindungi keponakannya.
"Jangan mengasihaniku! Hapus ekspresi itu dari wajah paman!"kata Anna kata katanya penuh dengan penekanan ekspresi pamannya membuatnya muak, dia sedang mengasihaninya.
*Jangan mengasihaniku! Hapus ekspresi itu-kata kata itu terdengar lagi ditelinganya, itu kata kata yang di keluarkan kakaknya saat ia terluka terkena pedang.
"Kalian memang ayah dan anak"gumam Pangeran Keempat ia tersenyum dan menaruh Anna dikursi panjang yang berada dibelakang mereka.
"Biar kuperiksa"kata Pangeran Keempat, ia memegang kaki Anna berkali kali ia menekan titik yang menurutnya sumber penyakit ini.
"Kaki kakak Wei sudah mulai sembuh kami memberinya obat dan pemeriksaan rutin"kata Ellson menurut Liu Zhiwan kaki Anna bisa sembuh tetapi butuh proses yang panjang.
"Apa masih sakit?"tanya Pangeran Keempat setelah menaruh beberapa jarum akupuntur dan memijat kaki Anna dengan lembut.
"Ti..tidak ini sudah membaik"kata Anna ia tak merasakan sakit lagi.
"Ini hanya sementara dalam beberapa hari ini kau tak akan merasa sakit nanti akan kuobati lagi"kata Pangeran Keempat.
"Sebaiknya kita kembali kakak ipar, Meili... aku khawatir padanya"kata Pangeran Keempat dengan dingin, ia berjalan terlebih dahulu.
"Apa yang kalian bicarakan?"tanya Liu Wen kepada anak anaknya.
"Rahasia dong"kata Jake, ia menjulurkan lidahnya.
"Mami kembali dulu! Aiden... jaga adik adikmu"kata Liu Wen kepada anak tertuanya dan dibalas anggukkan oleh Aiden.
"Bertemu papi"gumam Aiden, ia menunduk dan mulai membayangkannya.
"Pria seperti apa dia? Apa seperti yang ditulis dibuku sejarah? Pria bodoh yang terlalu menyayangi anaknya? Atau yang dikatakan mami? Pria yang sangat pemberani bahkan rela berkorban demi wanita yang dia cintai"gumam Aiden.
"Tidak bisa dipercaya aku anak seorang Kaisar"lanjutnya memang sangat mustahil bahkan dulu tak pernah sekalipun terlintas dipikirannya bahwa Kaisar Qin lah ayah kandungnya.
"Aiden? Oh apa aku harus memanggilmu kakak tertua sekarang ya"goda Jake, ia memainkan alisnya.
"Terserah kau saja..."kata Aiden, ia tak terpengaruh akan godaan Jakem
"Kita akan menghadapi si penyihir jahat di istana. Jangan sampai kau memakan apapun darinya"kata Jake dengan serius.
"Memang kenapa?"
"Ka... "
"Karena ada racunnya"kata Keyzee sambil terkekeh.
"Memangnya ini dongeng Snow White?Kamu salah server ini novel Im Chinese Princess"kata Ellson ia tertawa.
"Kaliannn!"seluruh badannya gemetar karena menahan amarahnya.
"Hmmphh!! Aku akan lebih dihargai jika aku yang menjadi tokoh utamanya"kata Jake, ia mengutuk kearah langit entah siapa yang dikutuknya.