
"Yang Mu...! Kepala Pengawal...! Mungkin surat usang ini sebuah tipuan! Dilihat dari gaya penulisannya pun Ratu tidak mungkin seperti ini"kata Yong, ia membandingkan kedua surat itu dengan surat tahun tahun sebelumnya berkali kali, ada perbedaan yang sangat jelas terlihat disana.
"Kita akan memastikan hal itu lebih lanjut Yong! Aku harus bertemu Putri Yiwei"kata Ri Won, ia menghela nafas wajahnya terlihat gusar. Jika masalahnya seserius ini sebaiknya ia meminta bantuan dari Anna untuk kembali ke Joseon.
*Mungkin aku bisa bekerja sama dengan Yiwei! Bagaimana pun caranya aku harus memastikannya sendiri! Entah kenapa dadaku tiba tiba sesak membaca surat usang itu-batin Ri Won, ia memegang dadanya dan menarik bajunya karena rasa sesak itu.
*Mereka pasti sudah selesai kan? Pertemuan itu hanya sekedar menyapa... Lagi pula Yiwei tidak akan tertarik dengan pria secepat ini-lanjutnya ia melompati tembok dan langsung berlari ke gazebo didekat danau Istana Barat atau Kediaman Wutong 'Istana bagi Putri Pertama Kaisar'.
Deg!
*Matanku tak salah melihat kan? Yiwei dan pria itu sedang berciuman? Apakah ini benar?-batin Ri Won dari kejauhan dia bisa melihat Tuan Muda Feng dan Anna sangat dekat, dari belakang mereka terlihat seperti berciuman.
"Kenapa aku tak nyaman melihat hal ini! Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan Putri yang menawanku selama ini!"kata Ri Won, ia berbalik dan pergi dengan wajah yang dingin.
"Hmm?"gumam Anna, ia memiringkan kepalanya melihat baju itu, sudah jelas kalau itu adalah Ri Won.
"Ada apa kau kemari?!"tanya Anna, ia sedikit meninggikan suaranya karena jarak mereka sangat jauh.
"Ahh! Maafkan saya bukan hal yang penting"Ri Won berbalik, ia tak menyangka kalau Anna akan memanggilnya.
"Xiao Xiu sebaiknya kau pulang dulu"kata Anna, ia menatap Feng Xiu pria tampan dengan ciri khas tahi lalat dibawah kelopak matanya. Feng Xiu menatap balik Anna dengan penuh selidik.
"Dia orangnya?"tanya Feng Xiu, ia menunjuk Ri Won dengan sembunyi bunyi.
"Aku tidak mau cari masalah dengan pria berotot itu"kata Feng Xiu sambil tersenyum lebar menampilkan semua giginya.
"...."Anna menatap Feng Xiu dengan datar.
*Pria bodoh sok akrab"hanya itu yang bisa Anna deskripsikan tetang Feng Xiu.
"Jika bibi Wen perlu lukisanku lagi beritahu saja padaku"bisik Feng Xiu membuat yang melihat menjadi salah paham.
"..."Anna tak menjawab, ia hanya tersenyum miring dan melambaikan tangan saat Feng Xiu pergi.
"Hari kau tak banyak bicara"kata Anna dengan tiba tiba. Feng Xiu sudah pergi 15 menit yang lalu tetapi Ri Won masih saja berwajah masam dan tak bergerak ditempatnya dari tadi.
"Ahh iya... saya sudah menganggu anda maafkan saya"kata Ri Won, ia memegang tengkuknya sambil tersenyum tetapi senyum itu tak bertahan lama, dia kembali berwajah masam.
"Tidak"kata Anna dengan singkat, ia duduk dikursinya dan mengumpulkan gulungan lukisan yang berada dibawah kakinya.
"Mana mungkin! Anda tadi sedang berciuman tetapi saya malah datang"kata Ri Won, ia melirik kebawah dan terus menggaruk tenguknya.
*Apa yang sedang kubicarakan ini-batin Ri Won, dia ingin mengubur dirinya disuatu tempat yang jauh dari sini.
"Berciuman?"gumam Anna kapan itu terjadi.
"Lancang juga kau mengatakan hal itu padaku"kata Anna dia hampir saja tersenyum karena tingkah Ri Won.
"Ma...maafkan saya"
*Apa dia cemburu? -batin Anna melihat Ri Won yang menjaga jarak dengannya karena salah paham membuatnya ingin tertawa.
"Aku tidak berciuman dengan Xiao Xiu"kata Anna dia tersenyum dibalik cangkir teh itu.
"Ekhemm! Maksud saya.... begitu ya? "dia tersentak karena malu dengan perkatannya yang terlalu jujur itu.
*Ada apa denganku-batin Ri Won, ia memalingkan wajahnya dan mengutuk dirinya.
"Sebenarnya... "
Beberapa saat sebelumnya
"Wei Wei! Beri aku saran untuk karyaku selanjutnya... " kata Feng Xiu, ia datang kemari untuk meminta saran seni dari Anna.
Mereka bertemu secara tak sengaja saat belajar bersama di akademi sebenarnya Feng Xiu yang menguntit Anna karena lukisan Anna mendapat nilai tertinggi di akademi dan karyanya dipajang depan aula utama membuat Anna sang Putri baru itu mendapat perhatian dari murid lainnya.
"Jangan ganggu aku"kata Anna dengan ketus, ia sedang malas meladeni Feng Xiu hanya karena cucu Jendral Feng, ia bisa keluar masuk istana sesukanya.
"Ayolah! Bibi Wen juga memintaku untuk melukis pemuda bangsawan disekitar sini. Sebaiknya kau berbaik hati menolongku aku akan melukis wajah para pemuda itu dengan jujur walaupun diberi banyak uang suap!"rengek Feng Xiu, ia menggoyang goyangkan meja sambil tersenyum manis berharap Anna mendengarkannya.
*Biasanya dia sudah datang jam segini-batin Anna d, ia berkali kali melihat ke samping tepatnya ke jalan kadang dia melihat ke pohon belakang, tanpa sadar dia menunggu kedatangan Ri Won.
"Siapa yang sedang kau tunggu? Kekasih gelapmu kah?"tanya Feng Xiu, ia tersenyum dan melambaikan tangannya ke samping, terdapat beberapa pelayan yang melihat mereka berdua disana, wajahnya yang terlalu tampan itu membuat para pelayan Anna tersipu, tubuh tingginya serta sifat anggunya itu yang membuat wanita kagum padanya.
"Aku bahkan tidak punya kekasih resmi"kata Anna, ia menuangkan teh dan arak secara bersamaan.
"Ternyata kau bisa tertarik kepada pria juga ya Wei Wei"Feng Xiu berdiri mengambil cangkir yang berisi teh dan arak.
"Xiao Xiu... kau makin lancang ya"kata Anna tampak tiga guratan didahinya, ia ikut berdiri merampas cangkir itu dari tangan Feng Xiu dan memaksanya minum .
"Minumlah ini agar otakmu lebih segar"kata Anna, ia sangat marah jika mendengar komentar ambigu seperti itu.
"Heh?! Wei Wei sebaiknya kau saja yang mencobanya dulu! Aku masih memiliki cita cita untuk hidup lebih lama"kata Feng Xiu mereka mendorong kuat cangkir teh itu, karena kesal Feng Xiu mendorongnya dengan sangat kuat dan akhirnya isinya tumpah mengenai rambut Anna.
"Astaga.... rambut in...indah ini jadi basah... Fyuhh...fyuhh..."Feng Xiu meniup rambut Anna membuat mereka menjadi sangat dekat wajar saja jika Ri Won jadi salah paham.
"Ahaaa jadi ceritanya begitu"kata Ri Won dia tertawa, seketika dadanya tak terasa sakit lagi kekhawatirannya terhadap ibunya tadi pun juga ikut hilang.
"Sebenarnya Putri tidak perlu menjelaskannya kok! Saya tidak perlu tahu tentang kehidupan pribadi anda"
"Oh ya? Tapi wajahmu berkata sebaliknya"kata Anna, ia menatap Ri Won dengan lembut.
"Ahh... itu..."gumamnya wajahnya panik seketika seperti orang yang baru saja melakukan kejahatan.
"Hahahahha.... Dasar bodoh"Anna tertawa bahkan tertawa lepas, walaupun angin menutupi sebagian wajahnya, saat itu Ri Won benar benar terpanah akan kecantikan Putri sulung Kekaisaran Qin itu.
"An..anda tertawa... saya kaget karena baru pertama kali melihatnya"kata Ri Won membuat Anna berpaling dan menutup mulutnya.
"Kau salah lihat"
"Tidak..."
"Sudahku bilang kau salah"kata Anna dengan tegas saat dia berbalik dan melihat Ri Won lagi ekspresi malu yang dikeluarkan Anna membuat Ri Won tertawa.