
"Ikut denganku"kata Pangeran Keempat sembari berjalan melewati Pangeran Ketujuh.
"Ada apa kak?"tanya Pangeran Ketujuh, ia mengikuti Pangeran Keempat keruang belajar Kaisar.
"Yi'er! Selidiki Mentri Fu dari Kekaisaran Tang. Sepertinya aku mengetahui sesuatu"kata Pangeran Keempat karena terbiasa belajar bahasa tubuh manusia. Ia jadi mengetahui ada yang tak beres antara Selir Tang, Mentri Fu dan juga tabib Wu.
"Pria tidak sopan itu?! Untuk apa?! Apa yang kau ketahui?"tanya Pangeran Ketujuh, ia tak suka sekali dengan Mentri Fu dan sekarang kakaknya malah menyuruh untuk menyelidikinya.
"Sepertinya hubungan Selir Tang dan Mentri Fu bukan hanya sekedar bawahan dan teman sekampung halaman saja apalagi reaksi tabib Wu...."kata Pangeran Keempat memegang dahunya.
"Apa maksudmu?"tanya Pangeran Ketujuh yang masih binggung.
"Mentri Fu menyukai Selir Tang, kau lihatkan dia membela Selir Tang tanpa rasa takut sedikitpun tadi"kata Pangeran Keempat dilihat dari tatapannya saja sudah terlihat Mentri Fu sangat mencintainya.
"Mmmm? Tetapi dari reaksi Selir Tang sepertinya dia tak peduli sama sekali, jadi Selir Tang tidak mungkin melakukan perselingkuhan apa lagi Selir sedang hamil anak kakak Xuan"kata Pangeran Ketujuh, ia mengerti maksud kakaknya tetapi ada hal yang masih menganjal dihatinya.
"Ya itu benar Selir Tang memang tak membalas perasaannya tapi ada hal lain yang sedikit janggal! Kenapa tabib Wu memberi isyarat kepada Mentri Fu kurasa mereka berdua memiliki sesuatu yang berhubungan dengan Selir Tang"
"Baik aku mengerti. Aku akan menyelidiki masalah ini sampai keakar akarnya! Kak Junxi! Kau juga tolong awasi Istana dari dalam, ini saatnya bagimu untuk ikut campur! Identitas orang itu sangat misterius"kata Pangeran Ketujuh, ia ingin kakaknya membuka diri dan mulai ikut campur dalam urusan negara.
"Hmm.... baiklah. Lagipula sumpahku hanya tak akan naik tahta bukan tak akan pernah ikut campur dengan urusan negara"kata Pangeran Keempat, ia tersenyum tipis entah sudah berapa tahun. Ia akan kembali membuka buku politik dan berpikir kritis.
"Kakak Xuan... kau menyebalkan sekali meninggalkan hal merepotkan kepadaku dan pergi begitu saja"gumam Pangeran Keempat, ia bergegas mencari informasi mengenai Kekaisaran Tang di ruang data Istana.
*****
Kediaman Ibu suri
"Kenapa muncul satu lagi anak jalangg jalangg itu!! Bukankah orang yang kusewa untuk memberontak diperbatasan masih banyak? Apa mereka sudah terbunuh!"kata Ibu suri, ia memijit kepalanya yang terasa pusing bukannya bersuka cita akan kehadiran cucu pertamanya ia malah sakit kepala.
"Aku tak mau terjadi sesuatu padanya"gumam Ibu suri, ia bergegas menuju kediaman Selir Kehormatan untuk melihat Selir Tang.
****
"Sial! Sial! Sial! Jalangg Liu itu!!! Ini perayaan untuk putraku!! Kaisar masa depan! Beraninya dia masih membekas di hati para penjabat dan para Pangeran Kekaisaran lain!!! Dia cuma Permaisuri mandul, apa istimewanya!"teriak Selir Tang, ia menghancurkan apapun yang ada didekatnya. Sekarang dia adalah orang paling penting di istana karena mengandung anak pertama Kaisar tetapi lagi lagi Liu Wen yang dibicarakan.
"Selir mohon tenangkan diri anda, pikirkan Pangeran Pertama"kata Mentri Fu yang sudah berada didepan pintu kamar Selir Tang.
"Kau?! Kenapa kemari! Pergilah aku tak mau melihatmu"kata Selir Tang, ia memijit pelipisnya dan membuang muka baginya Mentri Fu adalah parasit yang memuakan sejak menjadi Putri Kekaisaran Tang tak satu hari pun Mentri Fu tak menganggunya.
"Saya kemari untuk melihat keadaan anda, Kaisar Tang ayah anda menyuruh saya untuk menjaga anda selagi disini"kata Mentri Fu mendekat kearah Selir Tang. Itu memang benar Kaisar Tang menitipkan Selir Tang pada Mentri Fu karena ia tak bisa hadir dipesta perayaan cucunya.
"Akuu tak butuh kau!!! Aku hanya butuh Kaisar Qin!"teriak Selir Tang, ia melolot kearah Mentri Fu tiba tiba pandangannya menjadi sedikit kabur.
"Kau baik baik saja?"tanya Mentri Fu dengan lembut, ia menangkap Selir Tang yang hampir terjatuh melihat Selir Tang yang menolaknya dengan begitu keras membuatnya sakit hati.
Tiba tiba saja seluruh ruangan dipenuhi dengan bau obat perangsang agar Selir Tang berhalusinasi.
"Kaisar? Anda sudah kembali?"tanya Selir Tang seketika wajah Mentri Fu berubah menjadi Kaisar Qin membuat pipinya memerah. Ia memeluk Mentri Fu dengan erat.
"Emm? Kau jangan banyak berpikir bayi kita akan sakit nanti. Apa kau tak memikirkannya sedikit pun?"tanya Mentri Fu. Ia membelai wajah Selir Tang dengan lembut.
"Iya baiklah maafkan saya karena tak menjaganya dengan benar"kata Selir Tang dengan manja, entah apa yang terjadi ia tak terlalu menghiraukannya karena sekarang Kaisar Qin telah ada didekatnya.
"Tidak masalah..."
"Jangan katakan kepada siapapun kalau aku kemari"kata Mentri Fu, ia membaringkan Selir Tang ke ranjang.
"Kenapa Yang Mulia?"tanya Selir Tang raut wajahnya terlihat sedih, ia mencengkam kuat baju Mentri Fu sehingga Mentri Fu tak bisa berdiri.
"Jangan pergi... bermalamlah dengan saya"kata Selir Tang. Ia menarik tangan Mentri Fu sehingga Mentri Fu tepat berada diatasnya.
"Mungkin bayi kita akan terluka"kata Mentri Fu. Ia mau melakukannya tetapi jika bayinya terluka atau sampai keguguran itu akan menghambat rencananya.
"Tidak akan"jawab singkat Selir Tang, ia terbawa nafsu dan langsung meraba dada Mentri Fu.
"Sui'er..."lirih Mentri Fu,bia tak bisa menahan nafsu nya lagi seketika pikirannya hanya dipenuhi nafsu bercinta dengan Selir Tang.
"Tidurlah dengan nyenyak"kata Mentri Fu mencium kening Selir Tang. Hanya sebentar mereka melakukannya Mentri Fu tak mau berlebihan saat melakukan hubungan intim disaat Selir Tang sedang hamil muda.
"Kau yang melakukannya? Ruangan ini di penuhi dengan obat perangsang"kata Mentri Fu, ia keluar dari jendela dan melihat kakaknya sekaligus pegawalnya itu.
"Anggap saja hadiah untukmu"kata Pengawal Mentri Fu, ia mengambil dupa dan membakarnya untuk menyamarkan bau obat perangsang.
"Ayo pergi! Aku melihat Ibu suri menuju kemari"kata pengawal itu, ia langsung menarik tangan Mentri Fu untuk pergi dari Kediaman para Selir.
"Ibu suri tibaa"teriak kasim namun tak ada jawaban dari dalam kamar Selir Tang. Pelayan pun langsung membuka pintu kamar Selir Tang untuk Ibu suri.
"Dia tertidur, mmm? Kenapa dia berkeringat?"gumam Ibu suri, ia memegang kening Selir Tang dan menyapu keringat Selir Tang menggunakan sapu tangannya.
"Pelayan!! Kamar Selir Tang sangatlah panas!! Kalian kipas dia sampai ia bangun dari tidurnya!! Aku tak mau dia keringatan saat tidur"kata Ibu suri, ia bergegas pergi dari sana dan tak mau menganggu tidur Selir Tang.
"Sepertinya aku mendapatkan pion baru"gumam Mentri Fu sambil tersenyum tipis saat melihat Ibu suri keluar dari kediaman Selir Tang.
****
"Tuan ini sudah malam.... kita harus mencari penginapan"kata Kaisar, ia turun dari kuda dan berdiam ditempat.
1 menit
5 menit
20 menit
1 jam
"Hei apa yang kau lakukan?! Apa kau takkan mencari penginapan untuk kita?"teriak Liu Wen, ia heran kenapa pengawal prefesionalnya ini tak segera mencari penginapan dan memesan kamar.
"Ahh ya saya akan mencarinya"kata Kaisar sejujurnya tidak tak tahu harus mencari dimana dan bagaimana bentuk atau ciri cirinya karena tak pernah keluar istana, pertama kali ia keluar istana adalah saat ia dikejar para pembunuh dan bertemu dengan Liu Wen.
"Apakah yang ini?"tanya Kaisar dengan ragu, ia melihat penginapan dengan penuh warna dan banyak kamar lampu yang hidup serta orang yang ramai.
"Tuan... saya menemukannya"kata Kaisar walau sedikit ragu ia mengajak Liu Wen ketempat yang ia temukan.
"Ap...apa? Ini?! Ini yang kau bilang penginapan?"tanya Liu Wen, ia menaikan satu alisnya saat melihat penginapan yang ditunjuk Kaisar.
"Akh... te..tempat apa ini"tanya Kaisar pipinya memerah mendengar suara aneh dari penginapan itu.
"Hmm? Kau ini berpura pura bodoh atau memang bodoh?? Padahal sudah jelas dari bayangan diatas orang orang itu sedang melakukan apa"kata Liu Wen menunjuk malas kearah atas, ini merupakan hal yang tak pantas dilihat anak kecil yang lewat dipasar ini. Melihat wajah Kaisar yang sangat polos itu membuat Liu Wen menepuk dahinya dan menghela nafas.
"Ini... tempat para wanita cantik, mirip dengan paviliun keindahan"bisik Liu Wen dengan sedikit mengoda.
"Apa!"
Kaisar terkejut ternyata penginapan didepannya ini rumah bordil.
"Ohhh, aku mengerti maksudmu... apa kau mau bermain satu malam denganku"kata Liu Wen sambil mengedipkan satu matanya walau dengan penampilan pria tua dan seberapa besar Liu Wen mendandani wajahnya agar buruk rupa ia masih terlihat sangat menawan.